Gomenasai Anime Smiley trisillumination

Selasa, 25 Desember 2012

That's All Cause Ify Part 5


“Para Perserta MOS harap berkumpul dilapangan karena ada Apel pagi pembukaan MOS.”
“Woy ayo kelapangan” Ajak Obiet.
“Yukkkk” Koor yang lain.
Sesampainya dilapangan
“Baik adik-adik peserta MOS harap semua baris dengan tertib” Kata Debo
“Gila kakak OSIS nya ganteng-ganteng banget” Celetuk seseorang yang berada disamping Deva CS
“Cantik-cantik juga lagi” Timpal yang lain.
“Baiklah adik, harap diperhatikan, karena kakak OSIS yang berdiri didepan akan memperkenalkan diri. Harap diperhatikan supaya kalian mengenal mereka karena pepatah mengatakan Tak kenal maka tak sayang, Tak sayang maka tak kenal (-.-), Dimulai dari saya Andryos Aryanto saya adalah manatan ketua OSIS tahun lalu dan ketua pelaksana MOS kali ini. Berikutnya Ketua Osis dan para pengurus barunya akan memperkenalkan diri beserta jabatan mereka. Dimulai dari Ketua Osisnya adalah Kak Mario” Kata Debo sambil mengisyaratkan Rio untuk memperkenalkan diri.
“Selamat Pagi Cagvairs. Perkenalkan nama saya Mario Stevano Aditya Haling saya Ketua Osis dan Ketua Ekskul basket Putra. Perkenalan selanjutnya adalah anak-anak Osis yang manjadi Inti atau pengurus baru” Kata Rio sambil mundur satu langkah.
“Saya Alvin Jonathan Sindunata, Waketos, Mantan ketua ekskul Fotografi dan Ketua ekskul Futsal”
“Saya Cakka Kawekas Nuraga. Koordinator Lapangan di Osis dan Ketua Ekskul Karate Putra”
“Saya Alyssa Saufika Umari, Sekertaris Osis dan Ketua Ekskul basket Putri”
“Saya Sivia Azizah, Sekertaris 2 dan Ketua ekskul Jurnalis”
“Saya Ashilla Zahrantiara Koordinator Ekskul dan Ketua ekskul Cheers”
“Saya Agni Trinubuwati bendahara Osis dan ketua Ekskul karate Putri”
“Saya Larissa Safannah Arif, bendahara2 dan ketua ekskul Musik yang nantinya akan wajib diikuti”
Dan bla... bla... bla... *saya capek dan tak ada ide lagi masalah Osis, karena males ikut organisasi itu #curcol*
“Behh, Ray kayanya kenekatan loe sia-sia dah, liat aja thu mereka semua udah bikin jiper ama jabatan masing-masing” Celetuk Obiet
“Tau tuh, haduh lemes gue Dep. Mana kakak gue ketos” Kata Ray syok mode on
“Mana tampang tuh orang juga mendukung” Kata Deva *yaiyalah idola penulis gitu :P*
“Masa udah megang jabatan di Osis, Ketua Ekskul juga mereka kuasain?” Keluh Oliv
“Prestasi mereka juga gak bisa diremehin” Kata Keke
“Tapi kita kan masih baru, mereka pertama kali juga kayak kita, optimis ajalah” Kata Oik
“Iya juga sih” kata Obiet
“Udahlah pasti keke kedondong ama olip oil minyak jelantah *piss olivonic, just story* kagak bakal bisa nyaingin kakak gue ama d’V-mile deh” Kata Deva enteng.
“Loe juga gak bakal ngalahin pamor d’Cagvrionz” Kata Keke gak mau kalah
“Jangan rese seh loe” Kata Deva
“Loe yang duluan” Kata Keke
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Stoppppppppp” Koor anak Osis yang melihat keributan antara Keke-Deva. Kini semua mata memandang kearah Keke-Deva *cieeeee kaya miss Indonesia #PLAKK#*
“Hey, kalian berdua maju. Kamu dan Kamu” Kata Rio ‘perasaan pernah liat’ batin Rio (-,-)
“Gue?” Tanya Deva memastikan, sapa tau aja kan Ray #PLAKK#
“Iya maju, sama cewek yang berantem ama loe tadi!” Perintah Rio ‘jiahh pantes pernah liat itu kan Depa, adeknya si Ipy’ Batin Rio (-.-)
“Astaganagaularnagapanjangnya.. Kak Rio gak asik amat sih” Batin Deva
“Kita dapet masalah Vi” Bisik Ify pada Via
“Yap” Jawab Via
“Siapa nama loe berdua?” Tanya Rio pada Keke dan Deva yang sudah maju kedepan.
“Loe kan udah tau nama gue Kak!” Jawab Deva seenaknya
Ify menepuk jidatnya ‘dosa apa gue punya adek si Depa’ batin Ify
“Yee, nyolot lagi, turunan kakak loe ya?” Kata Rio sambil melirik Ify.
Yang dilirik hanya menatap Rio dengan aura neraka :P membuat Rio mem’V’kan jarinya.
“Gue tau nama loe yang laen gak, sekarang kenalin nama loe berdua” Perintah Rio tegas.
“Deva/Keke” Kata Deva dan Keke berbarengan
“Nama lengkap?”
“Anak Agung Ngurah Deva Ekada Saputra/ Gabriel Angeline Thalita Pangemanan” kata Deva-Keke yang lag-lagi berbarengan *penulis capek nulis dialog ini, kalian tahulah sebabnya, nama mereka berdua gak nahannnn #curcol*
“Gila, nama loe berdua mirip sirkuit balapan F1 panjang amat!” Celetuk Cakka.
“Tanya aja sama dia” Kata Deva-Keke masih kompak sambil menunjuk kearah Ify dan Via.
“Hy Yo? Are U Okay Bro? Oh No Im, busy now. Kayaknya gue mesti ke RO” Kata Ify.
“Me too” Kata Via sambil ngacir.
“Ett dah kabur tuh orang” Celetuk Cakka.
“Yo, Ify pesen, ikhlas adeknya diapain aja ama loe, mutilasi juga gak papa jika diperlukan” Kata Alvin.
“Demi apa loe Kak?” Kata Deva membulatkan matanya.
“Weitss dah, sinar mata loe ngabisin listrik se-Jawa Bali” Celetuk Keke.
“Diem loe kedondong” Balas Deva.
“Apa Loe?” Kata Keke lagi
“Apa?”
“Apa?”
“Apa?”
“Apa?”
“Apa?”
“WOYYYYYYYY, STOPPPPPPP” Rio Murka “Pusing gue ngurusin loe berdua. Kira-kira hukuman yang cocok apaan nih?” Tanya Rio pada anak Osis lain.
“Yang gampang Yo, tapi susah?” Usul Kiki
“Kak, otak loe nyangkut ya? Yang gampang tapi susah, Kamsudnya apa coba?” Kata Rio.
“Nembak aja Ceweknya aja Yo, Deva nembak Keke” Kata Patton yang disetujui anak Osis lain.
“HAHHHH?” Kata Deva Syok. “ Yang laen Kak, masa gue nembak si keke kedondong sih?” Keluh Deva.
“Yang mau ama loe sapa setan Bali??????” Balas Keke.
“Gak ada protes! Cepet lakuin!” kata Rio tegas.
Akhirnya dengan sangat-sangat terpaksa Deva pun menjalankan hukumannya. Dengan melipat kedua tangannya didepan dada. Deva berkata “Heh, Keke Kedondong, gue suka sama loe, loe mau gak jadi cewek gue?”
Rio, Para Anak Osis dan para peserta MOS cengo.
“Eh setan Bali, loe nembak apa malak?” Keluh Keke
“Bacot loe, Udah terima aja, males gue.” Kata Deva
“Woy, yang romantis Dev” Kata Rio
“Ah males, gue ganteng Kok!” Kata Deva gak nyambung.
“GAKKKKK NYAMBUNGGGGG” Koor anak Osis dan peserta MOS.
“Cepet gak lakuin, atau acara gak mulai nih” Ancam Rio
“Iya!” Kata Deva mendengus kesal, lalu dengan gaya nembak seperti difilm-film *itu lho yang cowoknya megang tangan cewek sambil agak jongkok gitu, ngerti gak? sumpah saya bingung jelasinnya (-.-)*
DEGG, ada sesuatu yang aneh saat Deva memegang Tangan Keke ‘waduh, gue kenapa nih?’ batin Deva. Deva menggeleng mencoba menenangkan perasaannya. Lalu mulai bernyanyi
Karena aku mencintaimu
Dan Hatiku hanya untukmu
Tak akan menyerah dan Takkan Berhenti
Mencintaimu....
Kuberjuang dalam hidupku
Untuk selalu memilikimu
Seumur hidupku, setulus hatiku.
Hanya Untukmu
*Huaaa, para ICL terutama DS masih inget gak waktu Deva nyanyi lagu ini?? *
Keke Speechless. ‘Gila keren amat nih setan bali. Tapi gak! Ini Cuma boongan Ke’ Batin Keke sambil menggelengkan kepalanya.
“Mantap amat si Deva’ Batin Rio.
Deva bangkit berdiri lalu menatap mata Keke. Yang menatap dengan yang ditatap sama-sama merasakan sesuatu yang aneh dalam diri masing-masing.
‘Aduh, kok pake deg-degan gini?’ Batin Keke
‘Woy, ya ambruk mata si kedondong bening amat sih? Tenang gue ngeliatnya.” Batin Deva.
“Emmm, Ke. Would you be my girl? Be a part in my life?” Kata Deva.
“TERIMA... TERIMAA... TERIMAA...” Sorak peserta MOS.
Keke masih speechless karena tatapan Deva.
“Ke, terima gak?” Kata Deva sambil menggoyangkan lengan Keke yang digenggamnya menyadarkan Keke.
“I... I... Iya Dev... Iya...” Kata Keke sambil menundukkan kepala karena merasa wajahnya panas saat itu.
“Weww, Jeruk Bali ama Kedondong bersatu” Teriak Ray dari Barisan.
“Bawel loe. Ntar loe, Pion Catur ama Olip Oil minyak Jelantah” Balas Deva.
“Ogah” Jawab Ray
“Gue Juga” Kata Deva
“Apa mau loe?” Tanya Ray
“Rese loe!” Kata Deva
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“STOOOPPPP” Lagi, lagi dan lagi anak Osis berteriak untuk menengahi.
“Woy Dev, hukuman loe mau injury time?” Tanya Rio
“Adek loe Rese” Jawab Deva.
“Iya kali ini ama adek gue loe dihukumnya. Kalo tadi loe nembak Keke, sekarang nembak Ray. Mau loe?” Tanya Rio.
“Loe mau minta sumpah apa gue lakuin deh, Gue masih normal! Gak kayak loe ama Kak Alvin.” Kata Deva seenaknya.
BLETAKKK.
2 pesawat #PLAKK# maksudnya 2 jitakan mendarat dengan sukses (??) dikepala Deva. Yaa, Saudara sebangsa dan setanah air benar *disangka pidato bung karno* (-.-) Pelakunya adalah Mario Stevano dan Alvin Jonathan.
“Aduhh, kak. Gila sakit.” Kata Deva sambil mengelus-elus puncak kepalanya.
“Makanya kalo ngomong jangan asal, udah balik ketempat sana” Kata Rio pada Deva dan Keke.
“Makasih Kak” Kata Deva-Keke
“Baiklah para peserta MOS, mungkin karena ada sedikit insiden Apel pagi agak ngaret. Tapi gak papa, kita usahakan MOS ini berjalan santai namun tetap tertib”. Baiklah adik-adik MOS dilanjutkan di ruangan masing-masing bersama Kakak Osis sebagai pengawas ruang. Dan ada tugas wajib untuk kalian yaitu mengumpulkan tanda tangan dari Kakak Osis terutama Inti Osis dan MPK, Mengerti?” Kata Rio
“mengerti Kak?” Jawab peserta MOS
“MENGERTI??” Tanya Rio Tegas
“MENGERTI KAKKKK” Jawab peserta MOS.
“Bagus. Sekarang kembali kekelas kalian dengan tertib. Mos Dilanjutkan bersama kakak Osis masing-masing pengawas Ruang. Terimakasih” Kata Rio mengakhiri.

***

Cafetaria Cagvairs –Jam Istirahat-
“Ishh, gue ganteng banget dah” Kata Cakka sambil membetulkan tatanan rambutnya.
“Ganteng dari India?” Keluh Rio yang tengah asyik meminum jus alpukatnya.
“Syirik loe?”
“Ngapain syirik, jelas-jelas gantengan gue” Kata Rio gak mau kalah
“Ganteng dari Brunnei?” Celetuk Cakka
“Yang penting ganteng” Kata Rio santai
“Rese loe tem” Kata Cakka nyolot
“Apa loe Dut?” Balas Rio makin nyolot.
“Gantengan gue”
“Kerenan gue”
“Cakepan gue”
“Imutan gue”
“Manisan gue”
“Aseman loe”
“Loe tuh Pahit”
“Loe tuh Asin” *kayak anak TK nyebutin nama-nama rasa, kckckc*
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“STOPPP” Teriak Alvin yang baru dateng setelah memesan makanan.
“Berisik loe Dok *Kodok maksudnya :P*”
“Lagian loe semua neriakkin ciri-ciri gue, ganteng, keren, imut, manis, kan gue banget” Kata Alvin yang langsung mendapat sambutan hangat (??) sendok dikepalanya.
“Sakit sarap” Kata Alvin sambil menoyor Rio dan Cakka.
“Pede loe nendang Vin” Celetuk Cakka “Yang loe sebutin mah gak cocok” Katanya lagi.
“Maksudnya?” Tanya Alvin
“Yang Asem, Pahit, Asem tuh cocok” Kata Rio seenaknya.
“Nyeh, itu sih loe banget” Kata Alvin.
Tiba-Tiba
“KAKK CAKKAAAAA minta foto bareng donggg!!!”
“KAK RIOOOOOOOOO bagi nomor telepon dongggg!!!” *penulis mau :P*
“KAK ALVINNNNNNN alamat rumahnya dimanaaa???”
Koor anak-anak peserta MOS yang tentu saja membuat d’Cavrionz jatuh dari bangku saking kegetnya. *kasian.. kerjaan penulis nih :P*
“YAAA AMPUNNNN KAK CAKKA!!”
“ADUHHH KAK RIO KASIANN!!”
“KAK ALVIN ADA YANG LUKA GAK??”
Tanya peserta MOS yang didominasi anak cewek.
“ASTAGANAGAULARNAGAPANJANGNYA, anak kelas satunya anarki semua, bisa rusak nih rambut gue” Kata Cakka (-.-) sambil melindungi rambutnya.
“WOY BRO... ONE.. TWO.. THREE..” Kata Alvin memberi aba-aba
“LET’S READY GOOOO!!”
“KABURRRRRRRRRRRRRR” Teriak d’Cavrionz sambil melarikan diri.

***

Sementara di meja LORD (Lintar, Obiet, Ray, Deva)
“Dev” panggil Ray pada Deva yang sibuk menghabiskan bakso dengan sambal YANG-TIDAK-DAPAT-SAYA-LUKISKAN!!
“Hemppp”
“Dev”
“Hemmpp”
“Setan Bali!”
“Apa sih?” Kata Deva setengah kesal, karena merasa makannya terganggu sehingga ada bagian dari partikel bakso yang muncrat ke Muka Ray (-.-)
“Isshh, jorok banget loe” Kata Ray  menjauh
“Makan loe abisin dulu Dev” Kata Obiet yang duduk berhadapan dengan Ray dan Deva.
“Masalahnya.. puff.. si Lay.. puff.. Mangkil-mangkil.. puff... gue mulu.. puff..” Kata Deva yang malah muncrat ke arah Obiet dan Lintar yang duduk dihadapannya.
“DEVAAAAAAAAA” Teriak Obiet dan Lintar
“Abisin dulu makanan loe!” Kata Lintar
Deva nyengir. Akhirnya Deva pun buru-buru menghabiskan baksonya dan meminum es jeruk dihadapannya hingga habis.
“Legaaaa”
“Lega-Lega nenek loe preman? Es Jeruk gue, Setan Bali” Kata Ray Tak terima
“Weitss, nenek gue jagon Bro. Lagian gue kan minta” Jawab Deva.
“Mintanya gak tau diri loe, ampe abis. Ganti gak?” Kata Ray
“Iya-Iya” Kata Deva sambil ngacir
Ray nyengir.
“Kenapa loe tadi manggil gue?” Tanya Deva.
“Gue ganteng ya Dev?” Tanya Ray
GUBRAKKK
GUMPYANGGG
JEGERRRR
Lintar dan Deva Cengo.
“Gila Ray, gue pikir loe mau nanya apa. Mana gue jadi korban hujan lokalnya si Deva” Keluh Obiet.
“Loe adeknya kak Rio apa kak Cakka sih?” Keluh Deva. “Lintar adeknya Kak Cakka aja Diem” Kata Deva lagi
Lintar hanya tersenyum kecut ‘Gue Lintar Dev, emang beda’ Batin Lintar.
“Kalo Deva ama Kak Ify sih mendingan udah ketara sama gilanya” Kata Obiet
“Enak aja, gue gila ketularan punya kakak stress kaya gitu” Kata Deva.
“Lagian setiap gue minta tanda tangan ama Kakak Kelas cewek, tantangannya selalu nembak. Pasti pada kena pesona gue” Kata Ray narsis.
“Optimis banget loe?” Kata Obiet.
“Terserah loe dah Ray yang penting loe seneng, Hidupmu Hidupkulah” keluh Deva.
“Coba loe minta tanda tangan ama anggota d’V-mile, pasti tantangannya Beda, belomkan loe?” Kata Obiet.
“Yah, gak beda jauh lah” Kata Ray meremehkan.
“Optimis banget loe? Kak Ify tuh kakak tersarap yang pernah gue kenal dan kebetulan jadi saudara dan lebih parahnya kakak gue kandung. Gak mungkin enteng kalo ama dia. Asal loe tau kita dandan gila kayak gini ampe make nih tompel gara-gara Kak Ify rese bin Bawel itu tu” Kata Deva dengan bernafsu menumpahkan unek-uneknya sambil menunjukkan bulatan hitam dipipinya yang kita sebut sebagai TOMPEL!!
“Dev” Panggil Lintar
“Apa?”
“Dev” Panggil Obiet
“Kenapa sih? Ganteng? Udah sadar gue” Kata Deva
“Loe balik badan!” Kata Perintah Obiet
“Apasih?” Kata Deva sambil balik badan.
“Ehhmm, Deva adek gue yang paling gantengg, apa kabar?” Kata Ify sok lembut.
“Ehh Kak Ify kakak gue paling cantik banget dah, baek-baek gue, gimana loe kak?” Tanya Deva Balik.
“Gue lagi gak baek nih, pengen ngelemparin muka orang pake bola basket ditangan gue” Kata Ify sambil menunjukkan bola basket ditangannya.
“Weitss, kakak gue emang atlit dah, TOP Banget” kata Deva
“Loe tadi ngomong apa Dev?” Kata Ify masih sok lembut
“Kak Ify itu cakep, udah gitu, pinter, rajin lagi. Kakak gue mah TOP” Kata Deva santai
“Boong banget kak” Kata Obiet yang diangguki oleh Lintar dan Ray.
DUGGG
“Aw, sakit belooo” Kata Obiet mengaduh
“Biarin cungkring, bawel sih loe” Kata Deva.
“Bagus loe ya, belum dapet tanda tangan gue plus temen-temen gue aja udah belagu. Loe masih dibawah pengawasan gue sekarang adek gue yang GANTENG!” kata Ify
“Lagian, tadi si Ray bilang gampang dapet tanda tangan loe pada, tinggal tebar pesona doang, loe pada klepek-klepek, Yaa gue bilang aja loe kakak paling sarap yang gue kenal dan gak mungkin ngasih tantangan itu doang” Aku Deva Jujur
“Gila si Deva polos amat?” Batin Ray.
“Tebakan Ray bener tau. Tadinya yang minta tanda tangan gue and anak d’V-mile lain yah Cuma nembak biasa. Tapi kayak”nya untuk kali ini khusus loe berempat beda deh” Kata Ify
“Demi apa loe Kak?” Tanya Ray
“Mau loe? Demi Loe gue juga berani” Kata Ify santai.
“Loe sih Ray” Kata Deva
“Loe juga sih tadi pake jujur” Kata Deva
“Gue kan polos” Kata Deva seenaknya
“Yee, nih bocah pada salah-salahan” kata Via.
“Hukumannya terserah loe Fy, gue ngikut” kata Shilla
“Iya nih gue lagi abis Ide” Kata Agni
“Gue juga, Ide loe kan biasanya berlian walau kepepet” Kata Acha.
“Iya, berlian sih berlian tapi pasti gak bener” Kata Deva yang mengerti karakter kakaknya.
“Hmmm gini aja deh. Ag, Cha, sini gue bisikin” Kata Ify
Agni dan Acha mendekat “Loe berdua, kasih tantangan ke Lintar ya? Dia adeknya Cakka, tapi beda banget sama Cakka, tolong jangan begitu parah” Bisik Ify berpesan pada Agni dan Acha.
“Sippo Guys, Emm Lintar loe ikut gue ama Kak Acha ya? Kenalin gue Agni” Kata Agni memperkenalkan diri sambil menarik Lintar entah kemana bersama Acha juga.
“Untuk loe Biet, emm gue ngeliat suatu potensi, loe tanding basket sama gue dan temen-temen gue. Pake team seperti biasa, tapi team loe harus lebih unggul dari team gue.” Kata Ify. “Untuk loe dua manusia GANTENG, emm Shill, loe ajarin Deva dan Ray yang GANTENG ini untuk jadi pom pom cheers saat pertandingan basket !! Harus seru dan Rame. Dua manusia ganteng ini akan dukung Obiet. Jadi Obiet penentu loe bertiga dapet tanda tangan atau gak, DEAL” Kata Ify.
Bukan hanya Obiet, Ray dan Deva saja yang cengo denger Ide Ify, tapi Shilla dan Sivia juga bengong denger Ide Ify. Tapi tak berapa lama kemudian,
“Weitss, Ify emang mantep dah, seneng gue jadi bff loe” Kata Via sambil merangkul Ify.
“Gila loe Fy, sakit banget loe, Ray adeknya Rio Kan? Deva adek loe? Gila gue bener-bener gak kebayang mereka berdua jadi pom pom cheers” Kata Shilla histeris.
“Yee, yang penting bukan gue sama Rio nya” Kata Ify nyengir. “Buat loe semua gimana? DEAL?” Kata Ify berpaling Pada ORD
“Kak Gila loe, yang ada gue digebukkin ama mereka kalo gue gak menang” Kata Obiet.
“Pengecut loe belum coba udah takut kalah, cowok kan loe. Optimis sedikit kenapa sih dalam hidup” Kata Ify menyemangati.
“Oke gue coba, DEAL” Kata Obiet sambil menjabat tangan Ify.
“Loe gimana?” tanya Ify pada DeRay (Deva-Ray)
“Kak, otak loe bener-bener cocok deh ama orang-orang disumber waras, sakit” Keluh Deva
“Kak yang bener aja, masa gue ama Deva jadi pom-pom cheers. Mau taro dimana muka gue, muka deva, muka loe ama kak Rio sebagai kakak?” Tanya Ray
“Taro diatas Leher masing-masinglah, ntar kalo jauh-jauh ilang malah nangis” Kata Ify (-.-)
“Isshh sarap” Kata Deva
“Mau Deal, apa gak pake tanda tangan, syarat untuk loe LDKS juga?” Tanya Ify
“Iya” Kata DeRay
Ify tersenyum puas. “Ayo kelapangan!” Kata Ify
Sesampai dilapangan.
“Lho Kak? Kok jadi One by One?” tanya Obiet
“Bentar dulu, mereka biasanya ada disini mungkin belum lewat” Kata Ify sambil mengedarkan pandangannya mencari seseorang. “Nah itu dia, Kak Deboo, Kak Kikiii, Kak Septiann” Kata Ify sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan memannggil mereka.
“Kenapa Fy?” Tanya Debo
“Bentar ya Kak” kata Ify yang masih mengedarkan pandangannya. “Ketemu! Woy d’Cavrionzzzz” Kata Ify berteriak sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan memanggil.
“Kenapa sih Fy? Teriak-teriak kayak orang gila gak jadi?” Tanya Ozy seenaknya.
“Sialan loe, sembarangan ngomong, Tapi gak papa, untung loe ada disini. Gak perlu nyari deh” Kata Ify
“Emang yah udah resiko jadi orang ganteng, selalu aja dicari. Loe termasuk beruntung Fy, disamperin orang ganteng kayak gue” Kata Ozy Pede Ajib
“Nyeh terserah”
“Kenapa sih Fy?” Tanya Debo
“Iyaa Fy, teriak-teriak kaya orang kesetanan loe” Kata Kiki
“Loe gak lagi ngerencanain Hal gila kan?” tanya Septian
“Gak kak, santai aja”
“Kenapa Fy?” Tanya Rio yang baru datang
“Nih sini deh loe semua gue jelasin” Kata Ify mengisyaratkan Rio, Cakka, Debo, Kiki, Septian, Ozy untuk mendekat. Alvin? Dia kan bukan Varaway, Alvin Futsal ya.
Akhirnya Ify menceritakan masalahnya, dan menjelaskan apa yang akan dilakukannya saat ini. Selesai berbicara, kontan saja enam orang cowok para Varaway dan Varaway New tertawa melihat kelakuan Ify membuat ‘hukuman’ ajaib.
“Parah loe Fy” Kata Kiki
“Gue suka gaya loe” Kata Septian
“Bagus, loe gak mihak. Gak mihak walau adek sendiri” Kata Debo.
“Gak nyangka gue si Ray jadi korban loe juga” Kata Rio
“Lintar gimana Fy?” Tanya Cakka
“Sama Agni and Acha, tenang dia Oke kok.” Kata Ify.
“Sipp, Ayo mulai” Kata Rio
Akhirnya mereka pun melakukan Hompimpah untuk menentukkan kelompok. Ify-Kiki-Debo-Cakka dan kelompok kedua Obiet-Rio-Septian-Ozy.
“Loe harus bisa bersosialisasi sama mereka Biet, coba” Bisik Ify pada Obiet sebelum ikut mengatur posisi seperti rekannya. Obiet menoleh dan hanya tersenyum.
Pertandingan dimulai dengan Jump Ball. Dan langsung dipimpin oleh kelompok Ify karena permainan Debo yang cukup gesit dengan pertahanan Oleh Ify. Permainan Obiet dan Rio memang mampu menahan pergerakan antara Debo dan Kiki yang bekerjasama dengan baik. Sehingga walau sudah 20 menit bermain belum ada satupun yang berhasil mencetak angka. Ketika mulai mendapat bola RioBiet mulai menyerang ke Ring team Ify. Namun sekali lagi karena pertahanan yang kuat usaha tersebut masih bisa digagalkan.
Bagaimana dengan Deva dan Ray.
“Ayo Obiettttt, maju..... aku mendukungmuuuuuuuuuuuu” Kata Deva Alay.
“Waelah biasanya aja kali Dev, Jijik gue ngeliat loe” Kata Ray
“Emang yang bener kayak gimana?” Tanya Deva
“Gini nih. Ehmmm, Obiet I love U, kamu mesti menang Biet demi Kita, Obiet Kyaaaaaaa” Teriak Ray Histeris
“Weits gila gue lebih jijik lagi sama loe, kaya cewe loe” Kata Deva
“Woy loe berdua gak ada yang bener ya?” Kata Shilla
“Yaa Ampun Kakak cantik, kita tuh udah usaha” Kata Ray.
“Yaa tapi gak gitu juga kali Ray” Kata Via
“Aduh Kak Via, Kak Shilla. Kok betah sih ama Kak Ify?” Tanya Deva melupakan tugasnya.
“Yee, Ify tuh selalu bikin kita semua gak boring. Contohnya dengan ini, ayo balik, kerjain tugas loe masing-masing” Kata Shilla
“Ayoo Obiett!!” kata Deva
“Biettt, majuu Biet,, Kalo loe menang dapet ciuman gratis dari Deva” Kata Ray asal #PLAKK#
Kembali kelapangan.
“Aduh gila tuh anak dua, bukannya ngedukung malah ngancurin konsentrasi” Gumam Obiet yang terdengar Oleh Rio yang disampingnya.
“Ify emang gitu Biet, dia udah perhitungin semuanya. Secara gak langsung dia lagi ngelatih loe buat jadi team inti Varaway gantiin Kak Debo. Loe bisa gue liat potensi dari loe. Dan inget Ify akan selalu bertahan, dan yang harus loe pikir adalah strategi gimana cara nembus pertahanan itu, makanya konsen” Perintah Rio sambil berlari menjauh.
‘Gue bisa’ Batin Obiet. Akhirnya Obiet berkonsentrasi pada satu titik yaitu Ring Basket, dia berpikir dan selalu memperhitungkan kemungkinan saat dia melangkah dan mendribble bola, semua dilakukan dengan baik hingga pertahanan dari team Ify pun mengendur dan akhirnya Obiet mendapatkan kesempatan baik untuk meng-shoot dan...
PRITTTTTTTTTTTTTT
Bunyi peluit Tanda masuknya salah satu bola ke Ring dan berakhirnya pula pertandingan, atas kemenangan Team Obiet.
Ternyata pertandingan tadi disaksikan hampir satu sekolah Cagvairs termasuk Pak Dave pembina ekskul basket, yang langsung menghampiri ketengah lapangan.
“Andryos, sepertinya saya sudah ketemu pengganti kamu” Kata Pak Dave pada Debo yang tengah mengelap dahinya.
“Saya pikir juga begitu Pak, Dan sepertinya saya akan Pensi sekarang juga” kata Debo sambil tersenyum.
“Hey Nak, permainanmu luar biasa. Dan mulai sekarang kamu menjadi Team Inti Varaway Putra, menggantikan Andryos yang sudah kelas Tiga. Siapa namamu Nak?” Tanya Pak Dave pada Obiet.
“Obiet. Obiet Panggrahito” Kata Obiet yang masih tak menyangka
“Permainanmu sangat excel, Obiet, selamat bergabung, dan bekerja sama” kata Pak Dave sambil menjabat tangan Obiet dan lalu pergi meninggalkan lapangan.
“Ciee Obiet jadi team Inti... suit.. suitt” Goda Ify.
“Ini kan juga gara-gara loe Kak” kata Obiet
“Lah, kan loe yang main basket, kok gue?” Tanya Ify.
“Tau Ah, males jelasin ke elo, loe Nyolot sih. Ini juga berkat loe Kak” Kata Obiet sambil memandang Rio
“Emang gue ngapain?” Tanya Rio
“Nyeh, sama aja kayak Kak Ify” Kata Obiet melengos.
“IPPYYYYYYYYYYYY”
“APAAAAA”
“Makasih yaaa” Kata Shilla yang langsung memeluk Ify erat..
“Woy.. apa-apaan sihh.. haduh gilaa, sesek sumpah Shill. Kenapa Sih?” Kata Ify sambil melepas pelukan Shilla.
“Yaa maksih buat semua” Kata Shilla
“Apa sih? Aneh deh” Kata Ify seenaknya,
“Ntar aja, eh Biet selamat yaa, gak sia-sia loe punya kakak cantik kayak gue” Kata Shilla
“Nyeh, gak ada hubungannya Kak” Kata Obiet
“Eh Shill, adek gue ama adeknya Rio mana?” Tanya Ify
“Tepar kayaknya Fy, gara-gara teriak histeris gitu” Kata Shilla
“Waduh gawat” Kata Rio
“Wah, tanda-tanda ngerepotin nih. Ayo Yo. Woy gue ngurusin adek gue dulu yaa” Pamit Ify.

***

“Darimana saja kamu seminggu ini tidak pulang?” Tanya lelaki separuh baya pada seorang anak lelaki remaja yang ada dihadapannya.
“Indonesia” Jawab anak lelaki tersebut tak peduli.
“Untuk apa kamu kesana? Kehidupan kamu disini, dan hanya disini” Kata Lelaki paruh baya itu emosi
“Papah tuh ngerti gak sih? Aku kesana untuk mencari mereka, papah sadar dong papah tuh udah misahin aku dengan mereka selama 10 tahun Pah, 10 tahun. Dan sekarang Papah malah ngelarang aku nemuin mereka. Mau papah apa sih?” Bentak anak remaja tersebut pada lelaki separuh baya yang ternyata ayahnya.
“Mau Papah, berhenti cari mereka, hanya buang-buang uang. Kamu tuh udah punya dunia sendiri tanpa mereka dan kamu harus terbiasa, dan salah mereka sendiri menghilang begitu saja” Bentak sang Ayah.
“Pah, sekarang aku memang punya dunia sendiri, hanya aku bukan samaa Papah. Jadi, mau gak mau, Papah setuju atau gak, aku akan pindah dan tinggal di Indonesia, mulai besok pagi untuk mencari mereka” Kata anak remaja tersebut tetap teguh.
“Kamu!!” Sang ayah murka dan hampir saja melayangkan tamparannya.
“Ayo tampar Pah. Kalo emang itu bikin Papah makin puas, Bikin Papah merasa bersalah karena udah misahin aku dengan orang yang berarti bagi aku.” Kata anak tersebut masih tersulut emosi.
“Diam!!” Bentak sang Ayah.
“Maaf Pah kalo aku membantah, tapi Papah udah keterlaluan, 10 tahun Pah adalah waktu yang cukup untuk membuka hati Papah. Besok Pagi aku pergi” Kata Anak tersebut sambil masuk kekamarnya.

***

Wah Obiet jadi team varaway *prok-prok-prok*
Apa kabar Deva ama Ray?
Kira-kira Lintar dikerjain apa sama Agni?
Trus siapa cowok yang berantem dengan ayahnya?
Dan siapa orang yang berarti bagi cowok tersebut?
Bagaimana jalannya LDKS anak kelas 1 Cagvairs?

Jawabannya adalah.. setelah pesan-pesan berikut ini #PLAKK# maksudnya part selanjutnya...

Haduh part ini ancur ya?
Pada males baca ya karena panjang?
Besok aku pendekkin deh..
Maaf kalo gaje..
Makasih udah baca, jangan lupa like dan koment..
Like kalo suka,, koment tentang kritikan kekurangan cerbung ini ya...
Thanks.

Cheers (;!!!

Trisil {}

That's All Cause Ify Part 4

“KAK IFYYYY BANGUNNN !! MAU TIDUR AMPE JAM BERAPA LOE? Kak Rio sms gue suruh bangunin Loe” Kata Deva HEBOH sambil menarik selimut Ify.
“Aduhh gilaa.. berisik amat sih nih Iprit Bali. Gue ngantuk” Kata Ify sambil menarik selimutnya kembali.
“Eh Kebo Behel (-.-) pake ngatain gue lagi. Sekarang udah jam enam kurang nih” Kata Deva sambil menarik seliimut Ify.
“Demi apa loe Dep?” Kata Ify yang langsung bangun dari tidurnya.
“Tuh liat jam dorami loe!” Kata Deva setengah Kesal sambil menunjuk jam berbentuk dorami di dinding kamar Ify, menunjukkan pukul 05.50 !!
“Aje gilee, loe kenapa gak bangunin gue gantengggggggg?” Seru Ify (-.-)
“Ini gue bangunin cantikkkk, loe pikir gue ngapain? Dari tahun baru Islam loe gue bangunin, eh Tahun baru China loe baru bangun” Kata Deva Keki.
“Alah. Lebay loe. Mana gue harus jemput Sivia plus adeknya lagi. Gue mandi dulu” Kata Ify yang lagsung ngacir kekamar mandi yang ada dikamarnya.
“Adeknya kak Sivia, Keke bukan kak?” Teriak Deva
“IYA!” Jawab Ify.

***

Kurang dari 20 menit Ify telah selesai mandi, berpakaian, berdandan dan menyisir rambutnya serta memakai sepatu *Gila! Kilat amat?* Kini Ify tengah berlari menuruni tangga untuk sarapan sedangkan Deva juga telah siap dengan alat tempurnya #PLAKK# ralat!! Maksudnya alat MosNya.
“Ayo Kak!”
“Beuhhh, dandanan loe minta gue bayar Dev” Kata Ify sambil memperhatikan Deva yang memakai kemeja putih panjang, celana panjang biru SMP, dasi kupu-kupu, rambut yang biasa menjadi andalannya kini diklimis.. mis.. mis.. memakai kacamata capung dan tak lupa bulatan hitam dipipi chubbynya (read: tompel!!!) *pembaca ada yang bisa bayangin Deva kalo beneran dandan gitu gak? :P*
“Bacot loe Kak, kata kak Rio ini ide loe kan?” Kata Deva.
Ify nyengir
“Ayo cepetan, Kak Rio pesen panitia datang setengah 7, nanti gue digempur ama dia disangka gak ngingetin” Kata Deva mengingatkan.
“Iya-iya gue sarapan bentar” Kata Ify.
“Udah gue kotakkin, loe sarapan disekolah aja” Kata Deva. Ya, walau lebih banyak berantemnya tapi tetap aja Deva sayang ama Ify.
Ify menyipitkan matanya
“Napa? Ganteng? Ceplos Deva
“Nyeh, thanks ya”
“Iya” Kata Deva sambil masuk ke mobil jazz silver Ify, karena peserta mos dilarang membawa kendaraan.
“Jalan Kak!” Kata Deva dari Jok belakang pada Ify yang duduk dibangku supir.
“Sialan loe Dep, berasa supir gue, Pindah loe kedepan” Perintah Ify.
“Yee, selama MOS loe sopir pribadi gue” Kata Deva SEENAKNYA!!
“Kagak ada. Pindah loe kedepan!" Kata Ify lagi.
Deva nyengir, dan akhirnya pasrah pindah kebangku depan.

***

“IFYYY, lumutan gue nungguin loe didepan gerbang katanya jam 6” Cerocos Via marah-marah sambil duduk di Jok belakang Jazz Silver Ify bersama Keke disebelahnya.
“Hhehe.. Kesiangan gue” Jawab Ify
Via hanya geleng-geleng kepala.
“Oke, The Passengers pasang Safety Beltnya dengan baik dan Benar yah” Kata Ify sambil membetulkan safety belt milikknya.
“Perasaan gue gak enak nih” Gumam Deva
“Harus siap nomor telepon rumah sakit terdekat nih” Timpal Sivia
“Emang kenapa?” Tanya Keke yang tidak mengerti.
“Banyak berdoa Ke” Nasihat Deva
“Siapin  mental juga Ke” Pesan Via.
“One.. Two.. Three.. Let’s ready!” Kata Ify.
WUSSSSSHHHHHHH *bunyi apa tuh? Menurut anda? #PLAKK#*
Ify mengemudikan mobilnya dengan kecepatan YANG-TIDAK-BISA-DIBILANG-BIASA !!!
40 km/jam
60 km/jam
80 km/jam
Slow But Sure, Pelan tapi pasti Ify terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sekali lagi TIDAK-BISA-DIBILANG-BIASA !!! hingga 120 KM/JAM !! Ify memperthaankan kecepatan mobilnya. Apa yang terjadi didalam mobil?
“Allahu Akbar!”
“Astaga!”
“Ya Mambruk, eh Ya Ampun”
“Ya Tuhanku tolong hambaMU bagaimana nasib DevaSociety kalo hamba berakhir #PLAKK#”
“SH bisa kacau tanpa saya”
“Ke-ers Love U”
Dst...
Ketika sudah memasuki area dekat sekolahnya
Barulah Ify menurunkan kecepatannya lalu masuk ke area parkir Cagvairs dan memarkirkan mobilnya.
“Akhirnya nyampe juga” Gumam Ify.
“Badan gue masih utuhkan?” Kata Sivia.
“Ya Tuhan aku masih hidupkan?” Kata Keke yang masih Syok
“Gue masih ganteng kan?” Kata Deva sambil melirik ke spion mobilnya. (-.-)
“Kenapa loe semua?” tanya Ify polos. OKE! KELEWAT POLOSS!
“Sialan loe Kak! Pake tanya kenapa. Loe mau bunuh makhluk ganteng kayak gue? (-.-)” Keluh Deva
“Loe mau ke Cagvairs apa akhirat sih? Keluh Sivia.
“Kita naik mobil apa histeria sih?” keluh Keke.
Ify nyengir
“Nyengir Loe” Cibir Via.
“Kan hemat waktu Vi” katy Ify ngeles.
“Ipyyyy, ini bukan hemat waktu...” Kata Sivia yang dilanjut oleh Deva
“Tapi ngehemat umur kita semua” yang diangguki oleh semua *termasuk penulis dan pembaca, bagi pembaca yang belum ngangguk, wajib ngangguk :P*
“Maap-maap, ayo turun! Kata Ify sambil membuka pintu.
Akhirnya mereka bersama-sama turun dan berjalan menuju RO (Ruang Osis). Dijalan mereka bertemu anggota d’V-mile lain dan d’Cavrionz berserta adik mereka masing *gak kebayang ramenya*
Tiba-tiba ada yang berseru
“Kak Ify, my Sist” teriak seseorang
“Obiet My bro” Kata Ify sambil merangkul seseorang itu yang ternya Obiet.
Terlihat wajah celangap dari yang lain terutama teman-teman SMP Obiet yang mengenal Obit sebagai Cool Man.
“Aishhh, muka adek loe pada  minta gue bayar” Celetuk Ify.
“Adek loe juga Fy” Kata Rio
“Sialan loe kak” kata Ray
“Kak Ify.” Panggil Deva dengan muka memelas (-.-)
“Muka loe jelek Dev” kata Ify
“Kan adek loe gue!” Protes Deva
“Males punya adek rese kayak loe” Kata Ify enteng
Yang lain hanya menahan tawa.
“Rese” Kata Deva
“Iprit Bali” Kata Ify seenaknya.
“Diem loe Jin Behel”
“STOOPPP” koor yang lain.
“Loe berdua kalo berantem, selesainya kiamat” Kata Rio
“Lebay loe Jelek” kata DeFy kompak
“Yee ngajak sparing loe berdua” kata Rio
“Emang”
“Dasar Cungkring!” Kata Rio yang langsung berlari menuju RO
“Awas loe yah?” Kata Ify sambil mengejar Rio
“Buset dah tuh anak dua, masih pagi juga” Kata Cakka.
“Udah kita telat ni, lets go ke RO” Ajak Agni
“Iya, ayo cepetan” Kata Acha
“Loe semua baek-baek ya jangan bikin masalah, terutama loe Ke” Pesan Via.
“Ayo Guys” Ajak Shilla sambil berlari diikuti yang lain.

***

“Dasar Taplak”
“Serbet loe”
“Lap piring”
“Keset”
“Gue ganteng”
“Gue Cantik”
“Gue Keren”
“Kerenan gue”
“Gue”
“Gue”
“Gue”
“Gue”
“Gue”
“Gue”
“Gue”
“Gue”
“STOPPPP” Teriak anggota Osis yang lain.
“Eh udah nyampe” kata Ify.
“Dari tadi Fy. Loe berdua aja yang asyik berantem” Keluh Kiki
“Maap Kak”
Lalu datanglah anggota d’V-mile dan d’Cavrionz
“Gilaa, loe semua telat kompakan? Mana Inti Osis semua. Loe juga Yo. Loe kan ketos” Tegur Debo yang menjadi ketua pelaksana MOS dan mantan Ketos tahun lalu.
“Tadi ketemu diparkiran kak”
“Hehehe, piss kak, tadi gue nungguin adek gue dandan” Kata Rio
“Yaudah, rapat dimulai. Udah telat kita.
“Sipp”
“Oke, pokoknya kita semua profesional, berlaku adil, walau adek kelas yang kita MOS kita kenal, Tetep jaga Wibawa” Pesan Debo.
“Masalahnya sekarang adalah, wibawa gue pasti runtuh kalo didepan adek gue” Keluh Ify
“Gue juga” Kata Rio
“Gue juga sama!” Kata Alvin, Via, Shilla, Acha, Agni
“Astaga, emak loe pada janjian yah ngelahirinnya, kompakan amat loe punya adek?” Keluh Septian
“Loe kagak ngikut Kka?” Tanya Kiki
“Adek gue mah kalem, kagak kayak yang lain, anarki!” Kata Cakka enteng
“Beh, mendingan lintar kemana-mana daripada Cakka” Kata Rio
“Sial Loe!”
“Udah-udah nih pembagian ruangan. Ruang 1 = Debo, Ify, Rio, Shilla Ruang 2 : Via, Alvin, Cakka, Agni, Ruang 3 = Acha, Ozy, Zeva, Kiki Ruang 4 : Dea, Septian, Angel, Zahra. Ada pertanyaan?” Tanya Debo setelah selesai membacakan pembagian pengawas ruang.
Semua Anggota Osis Menggeleng.
“Oke, persiapan selesai, Good Luck All” Pesan Debo.

***

Mampir ke Deva CS

“Gila, ni sekolah sepi amat kayak kuburan” Kata Obiet
“Namanya juga, peserta MOS baru kumpul jam setengah 8” Kata Oik
“Gila, nasib punya kakak anggota OSIS” keluh Deva
“Gue juga” Koor yang lain
“Eh, Dev gue punya tekat menyaingi the most wanted boy Cagvairs nih” Kata Ray
“Nyaingin d’Cavrionz gitu?” Kata Deva
“Wooo, mana mungkin Kak Rio, Kak Alvin ama, Kak Cakka kalah ama Pion Catur kaya loe?” Cerocos Oliv
“Sialan loe. Pingpong aja belagu. Udah kecil. Rese amat hidup loe?” Balas Ray
“Adanya kita yang akan menggusur the most wanted girl Cagvairs” Kata Keke sambil merangkul Oliv dan Nova.
“Yee, imposibble amat kakak gue dan temen-temennya kalah ama loe Keke Kedondong?” Kata Deva
“Setan Bali gak Usah Coment Deh”

***

Makin gaje yah?
hah? makin aneh? *siapa yang jawab coba?* -.-
maaf yah kalo pendek.. idenya baru sampe situ..

dont forget leave a comment for me..
like juga ya?

Cheers (;!!!

Trisil {}

That's All Cause Ify Part 3

Jam dinding berbentuk dorami yang tengah menghias kamar bernuansa langit tersebut baru saja menunjukkan pukul 5.30. Tetapi sang pemilik kamar, Ify telah bersiap-siap dengan T-shirt putihnya ditambah cardigan biru muda dan celana pendek selutut dengan warna senada dan tidak lupa sepatu kets putihnya Seperti sebuah miracle bagi Ify pada hari minggu yaitu sudah bangun sepagi ini. Biasanya ketika hari minggu dia baru akan menyibak selimut bergambar not baloknya ketika jam telah menunjukkan pukul 11 *ckckckck, penulis minta ampun untuk ini*Ify menuruni tangga sambil membetulkan ransel yang berisi pakaian gantinya untuk nanti jika selesai berolahraga. Ify terlalu konsen pada isi ranselnya sehingga menabrak Deva yang sedang duduk di anak tangga paling bawah sedang mengikat tali sepatu kets birunya.
DUGGG
“Aduh, sorry-sorry Dev gak sengaja” Kata Ify sehabis menabrak Deva yang membuat Deva terjungkal kedepan.
“Aduhhh... apa sih.. gue ganteng gini gak liat apa?” Kata Deva gak nyambung.
“Gak nyambung jelekk. Ya maaf sih Dev” Kata Ify lagi.
“Lho? Kak Ify? Ini Kak Ify kan? Apa hantu? Gak mungkin Kak Ify jam segini udah bangun. Mana udah rapi juga” Cerocos Deva yang menyadari kehadiran (-.-)
“Apasih loe Dev, ini kakak loe yang paling cakep sejagad” kata Ify
“Hah? Masa sih loe kak Ify? Gak mungkin! Kak Ify tuh kebo, gak mungkin sekarang udah bangun. Loe setan yang nyamar yah? Kok suara loe sama kayak Kak Ify cempreng wanna be” Kata Deva seenaknya *peace IFC, just story*
BLETAKKK
Ify mendaratkan (??) sebuah jitakan setengah mateng (??) di Deva Airport #PLAKK
“Sakit Jelek!” kata Deva manyun.
“Nyeh, dasar Iprit Bali *peace DS*, pake ngatai gue kebo lagi. Ngekiin bener sih hidup loe. Aturan loe seneng gue ada kemajuan bangun pagi. Gue mau jogging ama Shilla dan Obiet temen loe, loe sendiri mau kemana?”
“Rese loe kak, gue ganteng gini dibilang iprit bali. Dasar kebo behelan, Gue mau jogging ama Ray. Eh, bentar-bentar. Obiet temen gue? Obiet Panggrahito? Yang ngomongnya sekcrit bin pelit?” tanya Deva beruntun.
“Iya. Loe lari pagi ama Ray doang? Mau Mahoan yah loe berdua?” tanya Ify asal.
“Enak aja. Sama kak Rio, kak Cakka dan kak Alvin juga kok. Tapi loe gak salah itu Obiet temen gue?” Tanya Deva masih tak percaya.
“Iya ganteng, udah ahh nanti gue telat. Bye” pamit Ify.
“Eh Kak Ify, kakak gue yang cakep. Gue nebeng donk ampe rumah kak Rio” Kata Deva dengan muka melas
“Nyeh, kenapa gak bawa motor loe yang baru beli kemaren?” Kata Ify.
“Males ah, takut lecet (-.-) lagian gue mau jogging kok bawa ninja?” Kata Deva.
“Nyeh, kalo takut lecet gak usah dipake, taro aja kamar loe tutupin pake selimut, kelonin kalo tidur. Lagian gue aja bawa mobil gak ada yang komplain.” Kata Ify
“Yee, loe kan beda komplek ama Kak Shilla. Udah Ayo kek anterin” Kata Deva.
“Iya-iya. Cepet naek” Kata Ify yang langsung menstarter jazz silvernya.
***

“Loe mau kemana Fy pagi-pagi bawa mobil?” Tanya Cakka dari luar mobil Ify.
“Ohh, gue mau jogging” Kata Ify
“Otak loe dipinjem einstein ya Fy? Jogging kok bawa mobil.” Kata Alvin
“Weitss dah mantep amat tak si Ipy ampe dipinjem einstein, kira mau diapain ya?” Kata Rio gak penting
“Mau dilelang Kak” Kata Ray.
“Terus Aja ledekkin orang yang namanya Ipy lagi pemotretan sih ama JB” sindir Ify.
“Najong loe Fy, ngambek tapi masih ada narsis” Kata Alvin
“Bodo yang penting gue cantik” kata Ify
“GAKK NYAMBUNGGG” Koor anak-anak d’Cavrionz + Ray Deva.
“Hahaha, udah ah gue jalan bisa gak nyampe-nyampe nih.” Kata Ify.
“Hati-Hati Fy” Pesan Rio.
“Slow Aje kak” kata Deva
“Sippo”

***

Ify melangkahkan kakinya memasuki rumah bercat dinding kuning pucat dan menekan bel didekat pintu. Tak lama kemudian keluarlah sosok sang Tuan rumah yang tak lain adalah Shilla yang juga telah siap untuk jogging sama sepertinya.
“Eh Ify, ayo masuk” kata Shilla sambil mengesampingkan tubuhnya membiarkan Ify masuk.
“Sipp, Obiet mana?” Tanya Ify.
“Belum bangun” Kata Shilla enteng.
“Hah? Belum bangun? Kemaren janji ikut sekalian basket, sekarang belum bangun?” Kata Ify.
“Weitss, calm down mba. Thu anak kalo hari minggu bangunnya siang. Males gue banguninnya. Dijamin susah. Loe aja dah” Tawar Shilla.
“Okeh, biar gue bangunin, kamarnya sebelah mana?” Tanya Ify.
“Paling Pojok yang ada tulisan ‘OBIET’S ZONE’. Terserah loe bangunin dengan cara apa aja. Asal jangan loe bekep mukanya. Bisa mokat adek gue” Kata Shilla.
“Ya Gaklah. Loe gila kalo adek loe mokat gimana nasib d’Bieterz? #PLAKK# loe pikir gue gila?” Kata Ify.
“Loe gak gila. Cuma kewarasan loe udah gak ada” Kata Shilla
“Rese Loe, gue keatas yah?”
Shilla hanya mengangguk. Ify segera menaiki tangga menuju kamar Obiet dilantai 2.
Kini Ify telah berdiri didepan pintu bertuliskan ‘Obiet’S Zone’ seperti apa yang dibilang Shilla.
‘Ini kamarnya? Masuk ajalah.’ Bathin Ify.
Ify pun membuka pintu kamar bertuliskan Obiet’s Zone. Tersebarlah wangi aroma teraphy dari pengharum ruangan dikamar tersebut. Ify melangkahkan kakinya masuk ke kamar Obiet. Setiap pandangan Ify selalu tersapu dengan berbagai macam bentuk pernak-penik basket seperti Poster, Pajangan, Ring Basket kecil, Jam Dinding berbentuk bola basket, Stiker-Stiker keluaran MBA, Baju Basket bertuliskan “Obiet” Komik-komik Slamdunk dan juga kaset game tentang basket, Koleksi Video tentang pertandingan liga baske, Bahkan Bed Cover tempat dimana Obiet sedang terlelap pun menggambarkan lambang Club Basket Terbaik di Amerika.
“Waw, mantap. Maniak basket ni anak” gumam Ify. “BTW, kamarnya rapi amat buat ukuran cowok. Beda ama Deva yang udah kayak kena gempa 15 SR *lebbay*” Gumamnya lagi.
Ifypun melangkahkan kakinya menuju tempat tidur dimana Obiet tengah tidur tanpa dosa (-.-)
“Biet, bangun Biet” Ucap Ify lembut sambil menggoyangkan bahu Obiet.
“Ngantuk” Lirih Obiet
“Yee, ini udah siang. Loe janji hari ini mau olahraga ama gue” Kata Ify setengah kesal.
“Aduh, kak Shilla, suara loe kok jadi cempreng kayak Kak Ify?” Lirih obiet lagi sambil menutupi kupingnya dengan guling.
Emosi Ify naik.
“Siaul ni bocah, suara emas gue dibilang cempreng” Gumam Ify (-.-). Ify lalu mengedarkan pandangannya keseluruh kamar dan berhenti disatu titik. Yaitu kamar mandi. Tiba-tiba setan dihati Ify bernyanyi dengan riangnya. Ify pun bangkit dan berjalan kearah kamar mandi lalu mengambil segayung air. Ify menari napas dalam-dalam “Bismillahhirrohmannirrohim”
“BANJIRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Ify *gaknyante*
BYURRRR
“HUAA, TOLONGGG, GUE TENGGELEM, TOLONGG..” kata Obiet yang tiba-tiba langsung bangun trus lari-lari gak jelas dikamarnya (-.-)
“HADUHH MATI GUE KELELEP, ADUH MAMA, KAK SHILLA, KELELEP ME, KELELEP ME, EH SALAH HELP ME MAKSUDNYA, HELP MEEEE... (-.-)” Kata Obiet heboh.
“Eh tapiii” Seketika Obiet berhenti berlari dan berpikir “Kok Kering?” Tanya Obiet Polos (-.-). Lalu Obiet mengarahkan pandangan kepada Ify yang udah ngakak parah dipinggir tempat tidurnya sampe guling-guling, jungkir balik, salto (??) #abaikan# Serta kepada Kakaknya Shilla dan mamanya yang ada didekat pintu karena baru datang dengan tatapan cengo kearah Obiet.
“Kenapa Biet?” Tanya mamanya.
Obiet Diam.
“Biet?” Panggil Shilla.
“Kok kering? Tadi gue berasa kelelep” kata Obiet yang lalu mengarahkan pandangan ke Kaos yang digunakannya. “Lah Kok basah baju gue? Masa gue ileran segini banyak? (-.-)” Tanya Obiet Oot.
Tante Mia dan Shilla saling pandang. Ify?
Ify malah ngakak makin parah karena ngeliat kelakuan Obiet. Kali ini bukan hanya jatuh-jatuh mukul lantai tapi juga loncat-loncat, gantung diri (??) *ehh gak deng, dasar penulis Oot* Obiet mengarahkan pandangan kearah Ify.
“Pasti kerjaan loe ya kak?” Tanya Obiet.
Ify nyengir “pissss, Biet” kata Ify sambil mengVkan jarinya.
“KAK IFYYYYYYYYYYYYYYYY!!!” Obiet murkadan langsung mengejar Ify yang sudah bangkit dari duduknya keliling kamar.
“Huaaaaaa, somebody please help me.!!” Kata Ify yang langsung bersembunyi dibelakang tante Mia.
“Misi Mah, Sini loe kak, greget gue” Kata Obiet sambil berusaha menarik Ify.
“Ihh sapa suruh tidur kayak kebo. Dah tau mau lari pagi” Balas Ify.
“Ahh rese loe pake acara nyiram gue segala. Kak Shilla aja gak pernah. Deva gila gara-gara punya kakak kayak loe kali ya?” Kata Obiet
“Kan terobosan baru” Kata Ify enteng. “Lagian Deva gila mah dari Orok jangan salahin gue” Kata Ify lagi.
“Eh, udah-udah. Obiet sana mandi katanya mau olahraga nanti keburu panas” Kata tante Mia menengahi.
Obiet manyun “rese loe!” Kata Obiet yang lalu melangkahkan kakinya kekamar mandi.

***

“Capek juga, istirahat dulu yuk” Ajak Alvin yang sepertinya kelelah sehabis jogging.
“Nyookkkk” koor yang lain, yang langsung memilih duduk dibawah pohon samping lapangan basket.
“Ada yang bawa kaca gak?” Kata Cakka tiba-tiba.
“Hahh? Buat apaan?” Tanya Deva
“Ya buat ngacalah masa buat gue makan” Kata Cakka.
“Kali aja Cak, loe kan kuda lumping *peace CL*” Kata Rio.
“Nyeh, gue kuda lumpingnya, elo setannnya yang nyambet” Kata Cakka.
“Lagian mana ada sih orang Jogging bawa Kaca?” Kata Alvin.
“Gue bawa” Kata Ray yang dari tadi diam.
“Hahh, buat apa Ray loe bawa-bawa gituan? Tanya Rio.
“Yah, buat mengecek takutnya saat gue tadi lari beberapa rambut indah gue terjadi pergeseran dari tempatnya” Kata Ray (-.-)
“Ett dah, adek loe emang soulmate gue banget dah Yo.” Kata Cakka.
“Ray, adek loe bukan sih kak?” Tanya Deva
“Vin, dia adek gue bukan?” Tanya Rio pada Alvin (-.-)
“Nyeh, gak ada yang waras disini” Kata Deva.
“Gue masih kok Dev, santai Aja” Kata Alvin sambil merangkul Deva.
“Weitts dah Koh, gak pake ngerangkul ya. Aku ganteng Kokoh Cakep yang ada kita disangka MaHo Koh” Kata Deva.
“Oh No. Cukup ama Rio aja Gue, gak pake elo” kata Alvin
“Kak Alvin ternyata loe ada maen ya ama kakak gue?” kata Ray lebay.
“Oh, ternyata Alvin setia padaku” Kata Rio (-.-)
“Apa?? Ternyata selama ini kau selingkuh dibelakangku Alvin?” Kata Cakka histeris plus didramatisir (-.-)
“Woyy, jangan gue dong, kasian Alvinozsta #PLAKK# Jangan buka kartu aku donk sayang *gubrakkk*” Kata Alvin sambil menyolek dagu Rio.
“Eh, Pin, gak pake colek-colek yee..” Kata Rio bergidik.
“Ya ampun kakak gue gak laku ama cewek, jadi stress malah mainnya ama Kak Alvin” Kata Ray sambil menepuk-nepuk jidatnya.
“Para pembaca sekalian, anak baik jangan dicontoh ya #PLAKK#” Pesan Deva.

***

Matahari sudah benar-benar menunjukkan wajah sumringahnya untuk penduduk bumi. Sudah hampir 2 jam Ify, Shilla dan Obiet berkeliling komplek untuk lari pagi. Kini mereka tengah meluruskan kaki mereka dipinggir lapangan basket dekat Rumah Shilla.
“Capekkkkk” Keluh Shilla sambil mengusap dahinya.
“Baru sebentar kali Shill” Tanggap Ify.
“Nyeh, loe kelewat semangat dudul” Kata Shilla
“Bodo” Kata Ify sambil melirik Obiet. “Weits muka loe kucel amat sih, Basket yuk?” Ajak Ify sambil menunjuk Bola basket di tangan kanannya.
Wajah Obiet langsung sumringah
“Terang tuh muka” cibir Shilla.
Obiet nyengir dan langsung berdiri melangkahkan kakinya ketengah lapangan basket sambil mendribble bola.
Ify dan Shilla juga turut berdiri.
“Gue haus nih, mana gak ada tukang jualan minum lewat. Gue pulang dulu yah buat ngambil minum untuk kita.” Kata Shilla.
“Oke” Kata Ify singkat karena sedang memperhatikan permainan basket dari mendribble, melay-up, mengshoot, merebound shootannya sendiri. Semua sebenarnya dilakukan dengan baik. Akan tetapi seperti terlihat bernafsu dan dilakukan sedikit kasar. Akhirnya Ify melangkahkan kakinya ketengah lapangan basket dan merebound shoot an Obiet.
“Loe suka basket kan?” tanya Ify, namun kali ini dengan ekspresi datar tanpa ada pancaran kehangatan dari matanya seperti biasa.
Obiet terdiam merasa aneh.
“Loe suka tapi sayangnya loe salah” Kata Ify lagi.
Obiet masih terdiam.
“Loe lampiasin semuanya di suatu lingkup yang loe suka” Kata Ify
“Maksud loe Kak?” Kata Obiet yang akhirnya angkat bicara akan sikap Ify.
“Apa melalui kesukaan loe, loe lampiasin semua amarah loe?” Tanya Ify dengan tatapan tajam memandang Obiet.
Obiet terdiam, kaget ditanya seperti itudan agak jiper karena dipandang seperti itu. Dan seperti baru menyadari akan sikapnya, Obiet hanya mampu bicara “Loe ngomong apa sih?”
Ify menatur nafasnya yang terlihat berantakan karena menahan emosi “Gue tanya, Apa dengan ini loe lampiasin semuanya, Semua emosi, rasa gengsi dan ketertekanan batin untuk terlihat tegar atas seluruh kehidupan yang loe jalanin?” Kata Ify tegas
“So? Apa peduli loe? This’s my life. That’s All nothing to do with you” Kata Obiet dengan nada tinggi.
“Loe tanya peduli gue? Apa loe gak sadar? Apa karena seluruh sikap loe yang kaya gitu udah ngebuat loe MATI RASA terhadap lingkungan sekitar?” Ucap Ify sinis dengan setiap penekan terhadap kata-katanya namun tetap terlihat tenang. “Oke, loe nanya dan gue jawab pertanyaan loe. Gue Cuma mau netralin semua yang ada dihadapan gue, dan jangan pernah loe pikir gue ngasihanin loe karena keluarga loe dan Shilla...” kata-kata Ify terputus dengan bentakkan Obiet.
“Cukup, Loe gak berhak ikut campur!” Kata Obiet tegas.
“So? What’s wrong boy? Hmm? Loe Cuma takut lanjutan dari setiap kata-kata gue Cuma akan memperlihatkan kerapuhan dari sebuah karang yang selalu tegar, Iya kan?” Kata Ify.
“Apa mau loe?” Kata Obiet menantang.
Ify menunduk, memejamkan matanya dan menghela nafas panjang untuk meredam emosinya. Lalu Ify berjalan kearah Obiet lalu memandang mata Obiet bukan dengan tatapan sinis melainkan tatapn lembut, hangat bersahabat seperti biasa. Obiet terkesiap.
“Mau gue? Tolong jangan anggep gue orang asing, jangan anggep Shilla dan nyokap loe orang lain. Berbagi kerapuhan loe sama mereka. Andai loe tau, sikap dingin loe Cuma menimbulkan rasa bersalah dari nyokap loe dan kekhawatiran dari Shilla. Tapi kalo emang loe ragu, takut mereka juga rapuh sama seperti loe. Tolong lampiasin aja semua ke gue. Anggap gue sebagai hati loe, temapt loe menyimpan perasaan gelisah loe. Gak selamanya kerapuhan bisa ditutupi oleh ketegaran yang hanya berujung diam.” Kata Ify dengan pelan dan lembut, namun tidak megurangi ketegasan dari setiap kata yang diucapkannya yang terdengar seperti lecutan ditelinga Obiet. Ify pun melempar dengan asal bola basket ditangannya. Lalu berjalan kepinggir lapangan untuk menenangkan emosinya saat itu. Obiet sendiri masih terpaku ditengah lapangan, mencoba mencerna kata-kata yang dilontarkan Ify barusan.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Obiet memutuskan untuk menghampiri Ify dan bermaksud meminta maaf.
“Kak?” Panggil Obiet pada Ify yang tengah membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya.
“Kak?” Panggil Obiet lagi.
“Hmmm?” Jawab Ify sambil mengangkat kepalanya.
“Maaf!” Kata Obiet singkat, tapi mewakili perasaan bersalahnya kali ini.
“Buat?”
“Yang tadi” Jawab Obiet.
Ify mengerutkan keningnya “Kayaknya semua baik-baik aja” Kata Ify.
“Kak loe maafin gue gak?” Kata Obiet rada kesal.
“Emang gue marah sama loe?” Tanya Ify balik.
“Kak gue serius!” Kata Obiet tegas
“Loe gak salah sama gue, loe salah tuh sama Nyokap loe dan kakak loe. So, minta maaf sama mereka” Kata Ify.
“Capek gue” kata Obiet
“Sama” Kata Ify enteng
“Kak, intinya sekarang gue minta maaf ama elo. Dan gue sepertinya masih takut kalo sama nyokap dan kak Shilla. Jadi lebih baik, loe yang jadi hati gue” Kata Obiet sambil memandang lurus kedepan.
Ify menoleh kearah Obiet “Gue suka kata-kata loe”
“Gue juga suka kata-kata loe tadi, ngutip dari buku apa loe?” Kata Obiet.
“Enak aja. Original punya gue tuh. Ify gitu loh” Kata Ify Sombong.
“Nyeh, hydrocephalus loe Kak” Kata Obiet. “Maen yuk” Kata Obiet sambil menunjuk bola basket ditangannya.
“Sippo”
Akhirnya mereka bermain Baskt dengan cerianya. Yah seperti biasa sesekali bercanda *erorr bahasaku -.-* Permainan Obiet pun membaik karena terkendali tidak seperti sebelumnya. Mereka bermain hingga tidak sadar jika Shilla telah kembali membawa air mineral dengan tatapan heran melihat adiknya tertawa lepas/

***

BRAAKKK!!
“Astaga!”
“Gue ganteng”
“Gue cakep sangat cakep”
“Gue Imut”
“Messi kembaran gue”
Terjadilah latah berjamaah (-.-) diruang tamu rumah Ify-Deva
“Ya Ampun Kak Ipyy, loe masuk ngetok kek, ngebel kek, salam kek , maen banting pintu aja” Cerocos Deva.
Ify nyengir “Gue Ify, Depa. Sorry deh lagian gue kecapean, lagi ada-ada aja loe pada latah berjamaah gitu” keluh Ify sambil melirik d’Cavrionz + Ray – Deva *kayak matematika tambah kurang (-.-)* yang asik sedang menonton film 2012.  “Mana make narsis lagi, ckckck”
“Yee, gue latah jujur kali” Celetuk Cakka.
“Woooo!” koor yang lain sambil noyor Cakka
“Loe darimana? Katanya lari pagi, jam 8 malem baru pulang!” selidik Deva.
“Lari paginya ke Bali sih Dev” Kata Alvin
“Kakek loe hansip, lari pagi doang aja ke Bali, loe pikir apaan? Abis lari pagi gue maen basket dulu. Udah gitu gue jalan-jalan dulu tadi ketoko buku ama Time Zone bareng Obiet, temen loe” Jawab Ify sambil mengingat saat bermain di Time Zone seperti pertarungan hidup mati karena Obiet seorang gamer.
“DEMI APA LOE KAK?” Kata Ray-Deva histeris.
“Weitss dah santai aja kali” Kata Ify
Sementara Rio, Cakka, Alvin Cuma anteng aja mendengar kelanjutan cerita.
“Obiet Panggrahito?”
“Yang ngomongnya pelit?”
“Adeknya Kak Shilla?”
“Temen gue ama Deva?”
“Yang mukanya gak ada ekspresi itu?”
“Orang yang........” Opini Ray-Deva yang saling bersautan terpotong oleh teriakan Ify.
“STOPPP!!! Iya”
“Ett dah si Ipy malah Pedhopil nih, hahaha” Kata Rio
“Itu Alvin apa Obiet” Celetuk Cakka
BUGGGHHH
Cakka sayang, Cakka Malang (-.-). Sebuah bantal sofa melayang mengenai muka Cakka. Siapa pelakunya? Yapp, anda betul saudara-saudara, yaitu ALVIN JONATHAN! :p
“Kodok malang, rese loe” Kata Cakka yang langsung manyun 2 x 1 meter *emang kuburan??*
“Loe duluan sih” Kata Alvin enteng.
Yang lain hanya menahan tawa melihat penderitaan Cakka (-.-)
“Kok bisa sih loe jalan ama orang kayak gitu?” Tanya Deva Back to the topic.
“In this world. Nothing is Impossible, Dev” Kata Ify.
“Pake ajian apa loe kak?” kali ini Ray yang bertanya.
“Ajian wedhus gembel cari jodoh *jadi kangen mbah marijan #PLAKKK#*” kata Ify asal.
“Jiah, gue nanya serius” Kata Ray.
“Tanya ama kakak loe deh, Ini sama kayak loe berdua dulu kok” KataIfy melirik AlvRio “gue capek mau tidur” Kata Ify sambil melangkah menuju tangga untuk kelantai 2 menuju kamarnya.
Deva dan Ray hanya menggedikan bahu.
“Fy, besok pagi jangan kesiangan” Pesan Rio
“Sippo pak Ketos!”

***

Ify merebahkan tubuhnya kekasur miliknya yang bernuansa biru langit. Baru saja ingin memejamkan mata. I-Phone miliknya bergetar manandakan SMS masuk.

1 New Message

Ify menekan tombol “Open” unuk membaca pesan tersebut.

___________________________________________
From : d’V-miLe ViaZizah Bawel My BFF* *panjang amat nama kontaknya?*
-----------------------------------------------------------------
Ifyy, cantik. Besok bareng ya?
Bokap lagi keluar kota nih.
Supir Pulang kampung.
Keke ngambek gak mau naik angkot,
Karena dandanan yang loe ciptain... ^^

Ify tersenyum mengingat dandanan ‘ajaib’ yang dia usulkan. Ify pun menekan tombol pilihan “Reply”
___________________________________________
To : d’V-miLe ViaZizah Bawel My BFF*
-----------------------------------------------------------------
Oke Sist. Pagian Ya. Jam 6. Don’t be Late! :P

Kemudian Ify menekan tombol “Send” lalu meletakkan I-Phone di meja sebelah tempat tidurnya, dan langsung terlelap.

gimana? gimana? jelek ya?
tuh kan, pasti part ini aneh deh :(
maaf, penulis ngetiknya ngebut part 3 & 4 biar bisa penuhin janji..
jangan lupa koment part ini ya dan juga like...
part 4 langsung kupost hari ini,,
jangan lupa koment juga yaaaaa...

Cheers (;!!!

Trisil {}

That's All Cause Ify Part 2

Hy All.. jumpa dengan saya penulis terngaret---
maaf yah gak post kemaren, coz saya sedang dalam masa tekanan karena nilai raport bayangan yang belum jelas hahaha...
kembali dengan cerbung gaje ini..
hope u like it

“Aduh, Shilla Shilla, pindah rumah gak konfirmasi dulu, puyeng gue nyari alamat loe” gumam Ify dalam jazz silver yang dikemudikannya secara pelan.
“Telepon,! Yaudahlah gue telepon aja” Kata Ify yang langsung mengambil I-Phone versi terbaru miliknya yang diletakkan di jok mobil sebelahnya. Ify segera mencari kontak Shilla dan menekan tombol call. Tidak sampai 2 kali nada panggilan tunggu sudah ada yang menyahut.
“Halo Fy? Kenapa? Kok gak nyampe-nyampe?”
“Gimana mau nyampe, gue buta arah nih, ampe bosen hidup gue nyari rumah loe” kata Ify kesal
“Hahha, baek-baek loe Fy jangan bunuh diri, emm sekarang loe dimana?” tanya Shilla
Ify mengalihkan pandangannya keluar mobil.
“Mmm, deket jalan putik gitu Shill” jawab Ify
“Waduh, gue tanya nyokap dulu ya, gue juga gak tau tuh dimana, heheheheh......” kata Shilla (-,-)
“Parah loe, cepet!” kata Ify yang tetap melajukan mobilnya perlahan.
“.........”
“Fy, loe lurus aja terus kalo ada prapatan yang agak besar loe ambil kanan terus lurus aja, terus,,,,” belum sampai selesai Shilla menerangkan, tiba-tiba
“Iya, kenapa Shilla?” tanya Ify yang merasa pembicaraan Shilla terputus, karena tida ada jawaban juga dari Shilla, Ify pun melihat I-Phonenya
“Sial! Pake acara lowbat lagi.” Gumam Ify merutuki I-Phonenya yang malang (-,-). Karena terlalu asyik (??)  merutuki apel malang *ralat* I-Phone Malang. Ify tidak lagi memperhatikan jalan didepannya. Ketika melihat kearah depan Ify melihat ada orang ditengah jalan yang hendak mengambil bolanya yang terguling. Spontan Ify meginjak rem mobilnya.
“CKITTTTTTT” *bunyi apatuh? Anggap aja bunyi rem :P*
Tepat!! Ify menginjak rem disaat yang tepat *menurut penulis* namun karena jarak mobilnya dengan orang yang hampir dia tabrak sangat dekat dan sekali lagi sepertinya hampir menyentuh, Ify langsung keluar mobil untuk meminta maaf.
“Aduh, maaf-maaf banget aduh sorry banget yah. Gue minta maaf, tadi gue gak ngeliat jalan loe gak papa kan?” tanya Ify pada cowok yang ada dihadapannya.
“Gue gak papa” jawab cowok itu singkat sambil berlalu.
“Hey, loe maafin gue gak?” teriak Ify karena cowok itu telah beranjak dari tempatnya.
Cowok itu berbalik dan mengangguk.
“Rumah loe dimana? Sebagai permintaan maaf gue anter loe yah?” Tawar yang masih merasa bersalah sambil menghampiri cowok itu.
“Gak perlu, rumah gue deket, lagian guee juga gak papa” jawab cowok itu dengan ekspresi datar.
Tiba-tiba Ify teringat alamat rumah Shilla yang dekat dari sini “emm, loe tau alamat ini dimana gak?” tanya Ify sambil menyodorkan selembar kertas berisi tulisan alamat Rumah Shilla.
“Shilla’s home. Jalan Sari Manis No. 3A” kata cowok itu membaca tulisan yang berada disecarik kertas itu.
“Loe tau?” Tanya Ify penuh harap.
Cowok itu mengangguk.
“Bisa anter gue kesana gak? Naik mobil gue? Emm, nanti gue anter pulang deh” Tanya dan tawar Ify.
Cowok itu kembali mengangguk.
“Yuk, kemobil gue”
Ify dan cowok itupun menaikki jazz silver Ify. Akhirnya Ifypun mengemudikan mobilnya sesuai petunjuk cowok yang duduk disampingnya. Tak lama mobil Ify berhenti didepan rumah yang tidak begitu besar namun terlihat mewah.
“Ini rumahnya” kata cowok itu.
“Oh thanks, rumah loe dimana? Biar gue yang anter sekalian.” Kata Ify
“Gak perlu.” Kata cowok itu yang kemudian turun diikuti Ify.
“Ayo masuk” Tawar cowok itu kemudian sambil membuka gerbang pagar.
Ify mengikuti cowok itu. ‘Ini sebenernya rumah Shilla apatuh cowok sih?’ batin Ify
“Ayo masuk” Kata cowok itu sambil membuka pintu rumah mewah iu. “Tuh duduk dulu” Lanjutnya. Ify mengangguk dan menuruti perintah cowok tadi.
“Kak Shilla, tuh ada temen loe dibawah” teriak cowok itu. Dari dekat tangga.
‘Lho? Tuh orang kenal Shilla? Bentar-bentar. Kak? Apa itu adeknya yang sering diceritain kali yah? Tapi setiap gue kerumahnya yang dulu selalu lagi sekolah?’ Batin Ify penuh persepsi.
“Iya-iya bilangin tunggu sebentar” Jawab Shilla yang tengah menuruni tangga sambil menggelung rambut panjangnya yang indah.
“Lho Fy? Loe tau rumah gue dengan petunjuk yang belum kelar tadi?” Tanya Shilla heran sekaligus takjub.
“Ya gaklah, tadi gue bareng ma cowok yang tadi manggil Loe” Jawab Ify
“Oh Obiet? Dia adek gue. I-Phone loe kemana? Gue telepon balik gak aktif?” Kata Shilla
“I-Phone gue Lowbat. Obiet? Adek loe? Kandung? Kagak salah? Ngomongnya ngirit gitu, beda ama loe yang bawel.” Cerocos Ify beruntun.
“Pantes, makanya gue nanya. Obiet cuek gitu sama orang termasuk ama gue dan nyokap. Kok bisa bareng ama loe?” Tanya Shilla.
Ify menceritakan kejadian tadi pada Shilla “Huff, pengen bunuh diri gue pertama kali ketemu dia, diajak ngomong diem. Gue minta maaf malah langsung pergi.” Kata Ify yang membuat Shilla meng’O’kan bibirnya.
“Ngobrolnya dikamar gue yuk” Kata Shilla yang beranjak menuju tangga untuk kekamarnya. Ify mengikuti.
Sesampainya dikamar Shilla
“Kok bisa yah adek loe diem gitu?” Tanya Ify.
“Dia dulu gak kayak gitu. Anaknya seru, ceria, aktif, gak bisa diem, yah sama kayak gue lah problemnya, semenjak ...” Kata-kata Shilla menggantung.
“Semenjak perceraian saya dan Papah Shilla, dia jadi kayak gitu” Lanjut tante Mia, mama Shilla-Obiet sambil mengantar makanan dan minuman kecil.
“Eh tante maaf Ify gak maksud” Kata Ify merasa tidak enak.
“Gak papa kok Fy” Kata tante Mia menenangkan.
“Oh iya tante usaha bikin kue ya? Tiap hari Shilla bawa bekel kue buat anak d’V-miLe yang lain. Kuenya enak-enak lho tan” Kata Ify mencoba mengalihkan pembicaraan yang membuat pembicaraan sebelumya terulang.
“Iya. Shil, tolong ambil kue yang baru mama buat tadi pagi buat Ify” Kata Mama Shilla
“Sippo Ma” kata Shilla yang langsung beranjak dari kamarnya begitu melihat mamanya duduk dipinggir tempat tidurnya.
*Sepeninggal Shilla*
“Tante Cuma gak mau dianggap numpang harta sama papah Shilla yang selalu ngirim lebih dari cukup buat Shilla dan Obiet. Tante Cuma mau mandiri dan gak bergantung sama orang lain walau tante Cuma seorang single parent. Tante gak suka dianggap lemah atau Cuma disangka numpang makan dari uang papah Shilla. Lagian itu uang Shilla dan Obiet. Dan tante gak ada hak buat memakai uang itu” Curhat Tante Mia.
Ify hanya mengangguk-angguk tanda setuju.
“Sebelumnya Tante mau berterimakasih ama kamu Fy, karena kamu udah anggap Shilla sebagai temen kamu, buat dia gak minder lagi seperti 3 tahun di SMP nya. Makasih juga karena udah balikin Shilla yang Ceria dan Bawel kayak dulu lagi. Dan Shilla selalu cerita katanya kamu suka narik-narik dia buat gabung sama temen-temen kamu” Jelas Tante Mia.
“Shilla berlebihan tante” Kata Ify rendah hati
Tante Mia menggeleng “Shilla bener, Sekarang tinggal Obiet yang jadi pikiran tante. Dalam 4 tahun ini Tante gak bisa liat sosok Obiet yang dulu. Senyum jahilnya, tingkahnya yang seneng bercanda, ceria dan gak bisa diem. Apalagi Shilla sama Obiet Cuma beda satu tahun. Dulu rumah tante gak pernah sepi karena mereka selalu berantem. Tapi sekarang...” Kata-kata tante Mia terputus karena butiran bening turun dari pelupuk matanya.
“Shilla, juga kangen ama Obiet yang dulu, yang sering ngajak berantem, anaknya keras kepala makanya selalu ngajak ribut, hahaha” kata Shilla tertawa perih, sambil meletakkan baki yang berisi kue lapis legit asli Bandung lalu duduk disebelah mamanya.
“Dimakan sama diminum dulu Fy” tawar Tante Mia.
Ify hanya mengangguk sekilas. Lalu tampak termenung
“Fy?” kata Shilla yang langsung menjentikkan jarinya didepan muka Ify.
“Ehmm, Iya kenapa?” Kata Ify tersadar.
“Kenapa?” Tanya Shilla.
“Emm, gimana yah jelasinnya?” Kata Ify tanpa sadar.
“Apanya Fy? Kamu mau ngomong apa? Ngomong aja tante gak marah kok” Kata Tante Mia.
“Emm, gini lho Tan, bukannya Ify mau Ikut campur, Tapi menurut pemikiran singkat dari Ify. Mungkin Obiet berpikir bahwa dia adalah seorang laki-laki. Mungkin dulu dia masih kecil  ketika dia melihat... emm, maaf sebelumnya, perceraian kedua orangtuanya. Tapi sejalannya waktu, mungkin pikiran dia kini telah berkembang menjadi dewasa. Intinya. Mungkin Obiet bersikap seperti itu hanya untuk memperlihatkan ketegarannya. Mungkin caranya salah karena malah membuat Tante menjadi khawatir. Tapi coba jika mulai sekarang tante melihat dari pola pikir Obiet. Obiet mengerti Tante dan Shilla, kakaknya adalah seorang perempuan yang tentu bisa rapuh kapan saja. Dan Obiet selalu memperlihatkan ketegarannya untuk menutupi kerapuhan kalian. Obiet pasti sadar, jika dia rapuh, bagaimana dengan Mama dan Kakaknya? Jadi lebih baik tante jangan menyalahkan diri tante karena sikap Obiet. Karena Obiet kini telah mengetahui posisinya sendiri” Kata Ify sambil tersenyum.
Tante Mia dan Shilla hanya terdiam untuk mencerna kata-kata Ify barusan.
Diluar, tepatnya didepan pintu kamar Shilla yang terbuka sedikit. Tampaklah sosok Obiet yang bersandar didinding, sambil membenarkan seluruh kata-kata Ify yang barusan ia dengar. Obiet pun seperti telah menemukan alasan akan sikap diamnya selama ini. Obiet pun agak kaget karena Ify mengerti perasaan seseorang yang dia kenal saja tidak, bertatap mukapun baru sekali ini. Ify mampu menebak semua yang dipendamnya saat ini sendiri. Setelah menghela nafas panjang untuk menenangkan pikirannya, Obiet akhirnya memutuskan untuk turun menonton video.
*Sementara dikamar Shilla*
“Tebakkanmu sepertinya benar Fy. Tante gak pernah mencoba melihat dari sudut pandang Obiet sendiri. Tante kurang peka, sehingga tante menganggap ini semua hanya aksi protes kemarahan dari dia. Tante hanya merasa dia terpuruk tanpa memikirkan perasaan yang dia tahan selama ini” Kata tante Mia yang mulai menangis.
Ify langsung menggeleng dan menghapus air mata tante Mia dengan saputangannya.
“Siapa sih Tan yang gak sedih kalo orang tunya cerai. Seharusnya Tante bangga punya anak-anak setegar batu karang kayak Shilla dan Obiet” Kata Ify menenangkan.
Ify terdiam, dan memutar bola matanya, sebuah ide terlintas dibenaknya. Dia tersenyum puas.
“Setelah denger cerits Shilla sam Tante, aku jadi penasaran Obiet yang Cool gitu, kalo nyerocos kaya gimana yah?” Kata Ify.
“Maksud loe Fy?” Tanya Shilla tidak mengerti.
“Gue mau ketemu Obiet yang dulu, Obiet 4 tahun lalu” Kata Ify mantap.
“Kamu mau balikkin Obiet yang dulu?” tanya Tante Mia yang akhirnya mengerti arah pembicaraan Ify.
Ify mengangguk.
“Loe serius Fy?” Tanya Shilla tak percaya.
“Dua Juta Rius for you Ashilla Zahrantiara.” Kata Ify dengan mantap.
“Kamu yakin bisa Fy?” Tanya Mama Shilla.
“Masalah bisa atau gak, berhasil atau gagal, Ify gak akan tau hasilnya selama Ify belum nyoba. Tapi kalo boleh optimis tanpa ambisius Ify yakin Ify bisa. Tante dan Shilla bantu doa ya?” Kata Ify
“Of Course Fy” Kata Shilla dan Mamanya kompak.
“Tante turun dulu ya Fy? Maaf ganggu acara kalian.” Kata Tante Mia yang langsung beranjak keluar.
“Iyaa, umm Shill kita ngobrol dibawh Yuk. Ganti Suasana” Ajak Ify
“Yuk”
Akhirnya mereka berdua turun kebawah.
Sesampai dibawah.
“Duduk dulu Fy, gue kedapur naro gelas” Kata Shilla
Ify mengangguk dan segera menghampiri Obiet yang tengah duduk menonton Video. Lalu duduk disebelahnya dengan sanatai. Obiet yang merasakan ada orang disebelahnya langsung menoleh kearah Ify. Terlihat Ify yang tengah serius menonton video yang ditontonnya. Merasa diperhatikan Ify langsung menoleh lalu tersenyum dan berkata.
“Sorry, kemaren gue gak sempet liat pertandingan Liga Basket tahun lalu dan gak tau ada Videonya”
Obiet hanya mengangguk lalu kembali menekuni video yang ditontonnya. Akan tetapi konsentrasinya telah terbagi dua. Antara menonton video dengan Ify yang ada disebelahnya. Orang yag mengerti isi hatinya hanya karena mendengar cerita.
Shila tengah menghampiri Ify akan tetapi panggilan dari mamanya menghentikkan langkahnya.
“Shill, tolong anterin kue lapis kerumah Bu Opie yang dijalan kelopak mawar yah?” kata mamanya.
Obiet yang mendengar perkataan mamanya langsung menawarkan diri.
“Biar aku mah, Kak Shilla kan ada temennya” Tawar Obiet lebih tepatnya untuk menghindari Ify karena merasa kikuk dengannya.
“Bu Opie pesennya minta Shilla, kalo kamu katanya segen kalo mau nanya-nanya” Jawab mama Shilla. Obiet melengos.
“Yaudah mana kuenya? Fy sorry gue tinggal yah” Pamit Shilla.
Ify mengangguk sambil tersenyum manis
Obiet menghela nafas panjang. Merasa harus menetralkan suasana hatinya yang tengah berkecamuk, berharap Ify tidak membicarakan hal mengenai perasaannya. Keheninganpun terjadi antara Obiet dan Ify. Akhirnya karena ketidaknyaman dengan suasana hening akhirnya Ify berbicara memecah keheningan.
“hmmmm, Biet. Kata Shilla loe sekolah di SMP Cendekia Bangsa ya?” Obiet menoleh sekilas dan mengangguk lalu berbalik kembali.
Ify menghembuskan napas berat karena gagal mengajak ngobrol Obiet. ‘Kaya Alvin juga nih, ckckck’ batin Ify
“Loe kenal Deva gak?” tanya Ify lagi.
Obiet memutar bola matanya nampak berpikir, lalu berkata “Deva Ekada?”
“Yap, betul. Dia adek gue tuh!” Kata Ify sambil tersenyum karena pembicaraannya direspon walau sedikit.
Obiet terkesiap lalu membetulkan arah duduknya menjadi kearah Ify. Lalu memperhatikan Ify dari atas kebawah, keatas lagi lalu kebawah lagi (-,-). Pokoknya begitulah :P. Ify mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Obiet.
“Woy, jangan ngeliatin gue kaya gitu entar naksir lagi” kata Ify.
Obiet mengernyit.
“Jiah Ilfeel loe ngeliat kecakepan gue?” kata Ify narsis
Obiet Cengo.
“Weitss kayanya loe kena pesona gue lagi” kata Ify lagi.
“Hah?? Optimis bener loe Kak, tapi serius....” Tanya Obiet tapi belum selesai dia menuntaskan pertanyaannya sudah dipotong Ify.
“Hah? Loe serius naksir gue? Ya ampun pesona gue mantep amat ya? Tapi sorry loe telat kemaren gue baru aja jadian ama Nick Jonas” Cerocos Ify (-.-“)
Obiet melengos.
“Yah, Obiet ngambek. Maaf deh, abis Nick Jonas mohon-mohon ke gue gitu :P *demi apa kamu Fy? Penulis bisa guling2 dijalan kalo Nick Jonas kayak gitu (-.-)* Loe telat nih” Kata Ify PD abis (-.-)
Obiet menepuk jidatnya meihat kelakuan orang didepannya, yang menurutnya AJAIB!!
“Obiet, ya ampunnn *pinjem ya CL :P* kepala loe puyeng yah saking syoknya, maafin gue yang cantik (-.-) ini ya?” Kata Ify yang tetap berbicara dengan tingkat KePDan yang tinggi walau Obiet tidak merespon *sepertinya benar kata Alvin di Cats, jika Ify tidak direspon pasti dia akan tetap berbicara #FaktaAneh*
BUGGGHHH... *apa tuh? Menurut anda? #PLAKK*
Ternyata dan ternyata Obiet melempar sebuah Bantal Sofa ke arah Ify dan berteriak “Kak Ify, bisa gak sih berhenti ngomong? Bentarrrrr aja. Gue mau ngomong malah disamber mulu. Stress gue sama elo. Gue belom ngomong malah maen tancep aja,Gue Cuma mau tanya loe serius kakaknya Deva apa bukan? Kok Beda?. Tapi ternyata setelah ngeliat loe bawel dengan tingkat kenarsisan setengah koma yang sebelas dua belas ama adek loe, gue baru percaya dhe” Kata Obiet kesal akan tetapi ketika sadar bahwa barusan dia berbicara panjang lebar, Obiet langsung menutup mulutnya. ‘Lah kok gue jadi bawel gini sih?’ batinnya.
Ify hanya cengar-cengir gaje (-.-). Akan tetapi merasa puas karena Obiet merespon bagus Obrolannya.
Sementara Tante Mia sendiri tengah memperhatikan kelakuan anak bungsunya dan Ify karena dari dapur mendengar Obiet teriak-teriak, karena tidak biasanya Obiet merespon pembicaraan dengan orang selain Shilla dan Mamanya. Tante Mia pun tidak dapat mencegah otot-otot disekitar mulutnya untuk tidak tersenyum melihat kejadian tersebut ‘Sepertinya akan berhasil’ batin Tante Mia.
Back to Ify-Obiet
“Yeeee, kan gue pikir. Secara pesona gue dahsyat gitu” kata Ify.
“Narsis amat hidup loe?” Kata Obiet
“Biarin, Prinsip gue sehari gak narsis, koma gue *prinsip apa pula ini?*” kata Ify (-.-)
“Au ah terang, terserah stress gue kebanyakan ngomong ama elo” Ucap Obiet.
“Iya-iya. Gak narsis lagi dah. Eh berarti loe juga baru lulus. Loe juga mau masuk Cagvairs?” Tanya Ify.
“Yoyoy, gue masuk dengan nilai tertinggi malah” Kata Obiet.
“Sombong” Cibir Ify sambil melempar kembali bantal sofa kearah Obiet.
“Biarin”
“Aneh” Kata Ify enteng.
“Loe lebih aneh, Bicara ngalor Ngidul, Utara-Selatan, Anyer-Panarukan, Sabang-Merauke, ujungnya narsis juga, ckckckck” cerocos Obiet.
“Sapa suruh loe tanggepin?” Balas Ify sambil tersenyum puas melihat kelepasan bicara Obiet.
‘Iya-ya? Ngapain gue tanggepin, gak biasanya gue gini” Batin Obiet.
“Ngelamunin gue yah?” kata Ify sambil melemparkan bantal sofa kearah Obiet menyadarkan lamunannya.
“Nyeh, gak ada untungnya, mendingan ngelamunin Avril Lavigne” Kata Obiet sambil membalas lemparan bantal dari Ify.
Akhirnya merekapun bercanda, benarsis ria sambil sesekali melempar bantal dan tertawa lepas akibat kekonyolan Ify membawa suasana hingga tidak menyadari Shilla yang telah pulang mengantar kue tengah memperhatikan tingkah laku Ofy (Obiet-Ify) bersama mamanya disampingnya yang juga tercengang sama seperti Shilla.
‘Gak salah nih? Ketawanya lepas banet ampe kedengaran dari luar. Gue pikir rumah gue kemasukkan Orang Gila #PLAKK’ Batin Shilla.
Tidak sengaja Ify melirik kearah dapur dan mendapati Shilla dan memandang Ofy tanpa berkedip. Ify hanya tersenyum manis kearah Shilla dan mamanya.
Akhirnya Shilla menghampiri Ify. Shilla berdiri dihadapan Ofy yang masih tertawa masih tak percaya apa yang dilihatnya kali ini. Obiet tertawa lepas karena Ify. Padahal dengan Shilla saja tidak pernah.
“Kenapa loe kak?” Tanya Obiet yang sudah berhenti tertawa
Shilla tidak bergeming ‘Kagak salah nih Obiet nanya gue? Perasaan dia gak pernah nanya duluan. Ditanya aja kadang gak jawab’ batin Shilla.
“Shill, loe kenapa? Jangan-jangan loe kesambet ya? Huaa,, Shilla kesambet” kata Ify histeris.
“Nenek loe kiper, enak aja” Kata Shilla manyun.
“Weitss, Nenek gue striker chuy, yang kiper mah Buyut gue” Kata Ify gak penting.
“Stress loe Kak gitu aja dibahas” Kata Obiet kembali tertawa.
“Lagian kakak loe bengong gitu, serem amat. Udah sadar malah fitnah nenek gue kiper” kata Ify Lagi-Lagi Gak Penting.
“Penting amat loe bahas” Kata Shilla.
“Lagian kenapa loe bengong?” Tanya Ify.
Shilla memandang Ofy bergantian lalu berteriak “Mamah,, kayanya kalo mereka berdua kumpul rumah kita bakal jadi rumah sakit jiwa!!!”
Ofy menutup kuping.
“Kak Shilla, sumpah demi apapun suara loe cempreng kayak kak Ify” Teriak Obiet yang sukses menerima (??) lemparan bantal tepat dimukanya *kasian*
“Lagian, loe berdua cekakak-cekikikan ampe lupa diri gitu” Kata Shilla.
“Hiperbola loe kak” Kata Obiet.
“Lebay Loe” Kata Ify.
“Biarin”
“Eh, Shill kayaknya rada mendung deh, lagian udah sore. Gue balik yah?” Kata Ify.
Ada perasaan tak rela dalam diri Obiet. Ingin rasanya Obiet menahan Ify. Akan tetapi dia memlih diam karena merasa bingung dengan dirinya saat ini yang berbeda dari Biasanya.
“Yaudah, hati-hati Fy. Sering-sering loe kesini” Kata Shilla
“Okehh cantik. Beres dah. Eh lusa kan hari minggu hari terakhir libur. Jogging Yuk” Ajak Ify.
“Yaudah, disini apa di komplek loe?” Tanya Shilla.
“hmmm, disini aja, Eh Biet loe ikut yah?” Ajak Ify
Obiet tersentak, lalu menoleh kearah Ify, lalu menggeleng.
Ify Kecewa, tapi bukan Ify namanya kalo hanya stuck disitu.
“Yah sekalian maen basket sama gue, loe bisa kan?” Tawar Ify.
“Males” Jawab Obiet singkat tanpa menoleh ke Ify.
“Oh jangan-jangan loe tadi bawa basket buat nampang doang? Biar dikata keren? Loe gak bisa maen kan?” Tanya Ify memanas-manasi.
“Enak aja! Udah dasar gue keren! Gue bisa maen, liat aja nanti. Gue Ikut!” Jawab Obiet rada kesal karena kebawelan Ify.
“Oke. Gue pegang janji loe. Jangan jadi cowok kalo Cuma bisa janji doang. Minggu depan gue tunggu. Shill gue balik. Tante Aku pulang dulu ya?” Pamit Ify mencium punggung tangan Tante Mia.
“Hati-Hati ya Fy. Makasih buat semuanya, salam buat Mama kamu” kata tante Mia.
DEGG, ada suatu rasa menyesakkan di dada Ify mendengar kata MAMA dari tante Mia, tapi Ify langsung tersadar.
“ehh,,hmm, i... iya... ya, Tan” Kata Ify singkat dan langsung berlalu.

kira2 apa yang akan dilakukan Ify untuk obiet selanjutnya?
trus kenapa Ify merasakan perasaan yang tak enak ketika mendengar kata MAMA??
jawabannya hanya ada di part selanjutnya... tha..
keep coment n like ya friendss..

Cheers (;!!!

Trisil {}

That's All Cause Ify Part 1


“d’V-mile?!!”
“ALWAYS SMILE, ALWAYS TOGETHER, AND WE ARE HOPE FOREVER!!!” Jawab anggota d’V-mile dengan kompak dan semangatnya, yaitu Ify, Via, Shilla, Agni, dan Acha. Janji persahabatan yang mereka tautkan dalam persahabatan mereka. Berharap semoga persahabatan mereka berjalan sesuai yang mereka harapkan.

***

“Ippyyyyyyyyyy, wait me!!!” panggila salah seorang sahabat Ify yang tengah berlarian dikoridor SMA Cagvairs.
“Agnoyyyy, kebiasaan manggil gue Ipy! Gue Ify pake EF buka PE!” jelas Ify pada penekanan kata yang di capslock dan setelah mengetahui siapa yang memanggilnya.
“Hhehe.. Peace Fy” kata Agni setelah mesejajarkan langkahnya dengan Ify. “Hari ini kita saingan yah, dan gue gak bakal ngalah ama loe” lanjutnya
“Sipp, itu yang gue harepin, saingan gue cuma satu, Just You! Dan gue bakal maen sportif, gak bakal ngalah walau sesama d’V-mile” tegas Ify
“Yap, I like it Fy” seru Agni
Merekapun berjalan beriringan menuju lapangan basket SMA Cagvairs tempat diadakan audisi kapten basket yang diselenggarakan saat libur kenaikkan kelas.

***

“Hhh...hhh... Ayo Ag, dikit lagi.. hhh...hhh...” kata Ify sambil memberi semangat pada Agni walaupun dirinya cukup kelelahan saat itu.
“Hhh...hhh...inget Fy kita saingan, tapi keren loe Fy tetep semangat walaupun tuh napas dah senen kamis” ucap Agni
“Mending senen kamis, daripada senen doang? kita emang saingan, tapi tetep temen kan?” kata Ify sambil tersenyum.
“Hebat loe Fy masih semangat sarapan apa loe?” tanya Agni
“Sarapan Daging tengkorak” jawab Ify asal
“Tengkorak mana punya daging Ippyyy?” ucap Agni kesal
Ify nyengir “gak penting, lanjut!”
“Sip”
Terjadi perebutan bola dengan sengitnya bola di Agni berhasil direbut Ify, direbut kembali oleh Agni lagi, tapi kembali lagi ke Ify, dengan posisi bertahan hingga menit terakhir pertandingan one by one antara Ify vs Agni. Ify langsung meng-shoot bola ke ring. Dan....
“PRITTTTTTTTTTT” Peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dan masuknya bola ke ring. Dengan berakhirnya itu pula akhirnya terpilih kapten basket putri Varaway yang baru.
“Selamat yah Fy” kata Agni sambil ber-high five ke Ify
“Thankz Ag, loe keren mainnya” Puji Ify
“Agni” kata Agni menyombongkan diri.
“Sombong” kata Ify sambil menoyor Agni
“Biarin” kata Agni sambil membalas toyoran Ify
Mereka berdua berangkulan dan tertawa sambil berjalan kepinggir lapangan. Sampai dipinggir lapangan Ify langsung diberi selamat oleh Anggota Varaway Putra-Putri lainnya.
“Alyssa, Mario selamat kalian berdua terpilih menjadi ketua Varaway *audisi Rio diskip biar cepet (Rio vs Cakka)* Dan mungkin karena belum ada yang menggantikan posisi Andryos, dengan terpaksa dia masih memperkuat Varaway ini. Keep solid untuk kedepannya dan saya harap kalian dapat membawa maju nama Cagvairs dan Varaway di pertandingan-pertandingan yang akan datang” Pesan pak Dave selaku pembina ekskul basket Cagvairs sambil menjabat satu persatu tangan ify dan Rio.
“Siap Pak!” Jawab RiFy kompak
“Ipyyy, sekali lagi selamat yah cantik. Sorry gue harus pulang, mobil Oik udah didepan kita rayain pas masuk sekolah bareng d’V-mile lain ya?” kata Agni sambil menunjukkan BB nya yang terdapat sms dari Oik.
“Okeh dah Noy, One Again gue Ify pake EF buka PE!” kata Ify kesal
“Hehehe peace Py eh Fy” kata Agni sambil cengar-cengir gaje (-,-)
Ify melengos
Ketika Agni akan pulang, Cakka menahan lengan Agni, spontan Agni berbalik dan menyentakkan tangannya secara kasar.
“Apa??” tanya Agni sinis
“Oik masuk sekolah ini tahun depan?” tanya Cakka
“Peduli loe?” jawab Agni sinis tanpa menjawab pertanyaan Cakka dan langsung berbalik untuk pulang.
Cakka melengos lalu merasa bahunya ditepuk oleh seseorang Cakka pun berbalik.
“Sabar yah bro, emang susah dapetin kakaknya, loe sih dulu pake acara maenin adeknya” kata Rio yang menepuk bahu Cakka.
“Maksud loe? Loe pikir gue naksir dia apa?” kata Cakka
“Weitss kalem bro, trus kenapa muka loe melas gitu diacuhin Agni?”Tanya Rio
“Behh, gue Cuma ngerasa bersalah aja ama adeknya, eh si Agni kalo ngeliat gue juga kaya orang mau nelen gue hidup-hidup, jangan ampe gue nakasir thu anak” kata Cakka
“Baek-baek, karma berlaku” kata Rio
Cakka Manyun
“Cak.. Cak.. awas loe ya kalo ampe berani amenin agni atau anggota d’V-mile lain. Gue lilipin ni bola ke muka loe” Ancam Ify sambil menunjukkan bola basket ditangannya.
“Kalo loe yang gue maenin?” goda Cakka sambil menaikturunkan alisnya dan melirik ke arah Rio.
“Gue gibeng loe Cak” kata Rio
“Ciee, Rio ada something nih” ledek Cakka
“Yee, temen baek gue nih” kata Rio santai
“Yaudah Fy, loe aja yang gue maenin” kata Cakka seenaknya. Catat! SEENAKNYA!
“Loe gue jadiin samsak pengganti Ring basket” kata Ify
“Tapi kalo mau maenin loe gue harus langkahin mayat dulu deh” kata Cakka sambil melirik Rio. Yang dilirik hanya menaikkan sebelah alisnya.
“Cakdut Kacrut *Peace CL just story* loe pikir gue sekeramat itu pake langkahin mayat dulu?” kata Ify sambil menoyor Cakka karena tidak mengerti arah pembicaraan Cakka (-,-)
“Ieuhh, neng Ipy mah geulis-geulis teh OOT yak?” kata Cakka *cakka ngomong sunda? Keajaibannnnn!!! #abaikan, back thu story*
“Udah yuk Fy, battle ama gue, Cakka ngomongnya udah mulai ngaco” kata Rio yang juga tidak mengerti arah pembicaraan Cakka *jiahhhh (-,-)*
“Jiah Battle Couple nih? Pulang ahh daripada jamuran” Kata Cakka sambil menyambar (??) tasnya
Rio yang udah bingung makin geregetan setengah sekarat sama Cakka langsung saja melempar bola basket yang sebelumnya dia ambil dari tangan Ify kearah muka Cakka. Namun, dengan sigap Cakka segera menangkapnya.
“Weitss, kalem bro, Miley Cyrus bisa mewek guling-guling kalo muka gue kena nih bola” kata Cakka sambil melempar kembali bola kearah Rio.
“Hoeeekkkk!!”
“Jiahh, terserah dah, gue pulang dulu, bubye RiFy” Pamit Cakka
Rio dan Ify saling berpandangan “bubye too Cagni” kata RiFy kompak
Cakka hanya menoleh sekilas dan tersenyum. Senyuman yang mampu membuat siswi-siswi SMA Cagvairs langsung dilarikan kerumah sakit karena asma dadakan (-,-)
“Jadi Battle?” tanya Rio
“Oke” kata Ify
“Yang kalah traktir bakso bu Sumi ya pas masuk sekolah?” tantang Rio
“siapa takut” kata Ify sambil melempar bola yang dipegangnya kearah Rio.
Pertandingan berlangsung sengit, lebih sengit dibandingkan Ify-Agni tadi. Mereka bertanding hampir 2 jam nonstop *dasar penulis sedeng, bisa mati thu RiFy (-,-)* tapi tak satupun dari mereka yang sudah berhasil memasukkan bola ke Ring. Tanpa terasa sang surya pun telah beranjak keperaduannya.
“Stop Fy, hhh...hhh...2 jam kita maen gak ada perubahan... hhh...hhh... loe kagak cape apa? Hhh...hhh...” tanya Rio yang tengah melap keringatnya.
“hhh...hhh... capelah... hhh.. emang gue apaan? Hhh...hhh... loe tau gak? Gue napas udah berasa kayak Januari ketemu Agustus hhh...hhhh...” jawab Ify terengah-engah
“Istirahat yuk Fy” ajak Rio
“Tunggu” tahan Ify
“Apa lagi?” tanya Rio
“Berarti loe yang nraktir gue donk kan walau seri loe yang ngajak gue istirahat duluan, kan artinya ketahanan loe ama gue lebih oke gue?” kata Ify kembali semangat
“Ieuhh.. iya.. iya...” kata Rio pasrah “Loe setan ya Fy, kagak cape-cape?” tanya Rio
“Rese loe, mana ada setan cantik kaya gue?” kata Ify
“Temennya aja ganteng” kata Rio
“Gak nyambung tauuu”
Akhirnya mereka berjalan kepinggir lapangan dan menengguk minuman masing-masing.
“Lega/Akhirnya” kata RiFy barengan setelah meminum beberapa tengguk
“Fy udah agak malem nih, gue anter yah?” Tawar Rio setelah mengatur nafasnya yang sempat berantakan (??)
“Eng, makasih Yo, tapi gue udah minta jemput dan mau jalan dulu bareng Deva” tolak Ify
*sumpah demi apapun penulis gak bakal nolak, so Rio ajak penulis aja :P #abaikan*
“Deva?” kata Rio mencoba berpikir ‘Gak asing’ batinnya. “Cowok baru loe? Kok gak  cerita?” kata Rio nyerocos.
“Semba....” baru Ify akan menjawab tapi sudah terpotong dengan suara yang telah akrab ditelinganya.
“Kak Ippyyyy” teriak suara yang teryata milik Deva dengan cemprengnya. *peace DS*
“Ehh Dedep Sudeppa ku udah jemput kata Ify sambil merangkul bahu Deva.
“Rese loe, gue udah ganteng gini, manggil gue kayak gitu” kata Deva manyun.
“Wiss, jelek loe minta diobral Dep, loe aja manggil gue Ipy mulu” kata Ify
“kacang goreng, kacang rebus, KACANG TANAH, KACANG BAKAR, KACANG MENTAH, KACANG BUSUK SEBUTIR GOBHAN....” kata Rio teriak-teriak gaje
“Ya ampun Yo, loe mau nraktir gue aja ampe pake jualan kacang segala” ledek Ify
“kacangnya BUSUK lagi” tambah Deva dengan penekanan kata yang dicapslock
“sialan, siapa Fy?” kata Rio sambil melirik Deva
“Oh, ini adek gue Deva” kata Ify “Dev, kenalin ini Rio temen gue” kata Ify lagi
“Rio”
“Deva, cowok loe kak?” tanya deva sambil memicingkan matanya ‘tapi gak asing’ batinnya
“Enak aja dia satpam gue” kata Ify “ mata lo masih cemerlang Dev” lanjutnya
“Sialan loe Fy, loe pembantu gue aja belagu” kata Rio
“Terserah jadi gak nih perginya?” kata Deva yang berasa jadi nyamuk
“Gak, gue mau ngepel lapangan dulu” Jawab Ify asal
“Bakat pembantu loe terlihat Fy” ledek Rio
“Nenek loe satpam, enak aja. Iyalah jadi pergi, bentar gue ganti baju dulu” kata Ify sambil ngacir menuju kamar mandi.
“Gue juga” kata Rio sambil menyambar baju yang ada diatas tas nya.
Sepeninggal RiFy
“Jiahhh, gue sendirian, Kak Rio siapa yah? Perasaan gak asing-asing amat” gumam Deva.
Ketika sedang asyik melamun Deva dikagetkan oleh seseorang.
“DORRRRRRR!!!!”
“Gue mirip David Villa” latah Deva (-,-)
“Gila, latah loe eksis amat Dev” kata seseorang yang mengagetkan Deva.
“Dasar pion catur, gue kaget bego” Kata Deva
“Sialan loe, gue ganteng gini dibilang pion catur, kenalin Gue Muhammad Raynald Prasetya” Kata orang tersebut yang ternyata adalah Ray.
Deva tidak menjawab pertanyaan Ray, dia malah memandang Ray lekat-lekat.
“Ya ampun Dev, gue tau gue ganteng dan gue juga sadar kalo Cuma gue orang satu-satunya selain loe disini tapi gue masih normal” kata Ray dengan muka memelas
“Astajim, gue juga gak napsu ama loe pion catur” Ringis Deva
“Sorry Dev, lama. Lho ini siapa?” tanya Ify sambil menunjuk Ray.
Deva tidak menjawab karena melihat Rio dibelakang Ify, lalu dia mengalihkan pandangannya pada Ray. Rio pun melakukan hal yang sama melihat Ray-Deva secara bergantian. Ify dan Ray pun hanya diam dengan sejuta pertanyaan melihat kelakuan dua orang dihadapan mereka.
“DOOORRRRRRRRR!!!” Ify pun memecahkan keheningan diantara mereka.
“Nih dia jawabannya” kata Rio dan Deva bersamaan sambil menunjuk Ray
“Hah? Kenapa Dev, loe naksir dia ya?” kata Ify sambil menunjuk Ray “Ya ampun Dev masih banyak cewek cantik diluar sana kayak kakak loe, kok bisa-bisanya loe naksir cowok, mentang-mentang gak laku, harus bilang apa gue ama Mama?” cerocos Ify seenaknya
“Kak loe naksir gue? Oh My God gini deh gak enaknya jadi orang ganteng (-,-) Gue tau kak gue ganteng tapi gue adek loe, loe gak laku kenapa ngincer gue sih? Loe cari cowok laen aja ya? Dan Loe Dev, gue Cuma nganggep loe sebagai sahabat gue gak lebih” kata Ray bergidik
“Enak aja!!” Kata Deva sambil menoyor Ify dan Ray. Rio Ikutan
“trus kenapa loe ngeliatin dia ampe segitunya?” tanya Ify sambil menunjuk Ray
“Gini Fy, gue berasa udah gak asing sama Deva dan kayaknya pernah ketemu tapi lupa dimana” Kata Rio
“Gue juga kak ternyata gue juga pernah ketemu kak Rio.......” kata Deva terputus
“Waktu gue jemput adek gue Ray” Lanjut Rio
“Ohhh” kata Rafy kompak
“Makanya jangan asal nyerocos” keluh Rio
“Ya maaf Yo, selama kita kurang lebih 4 tahun temenan gue kan gak pernah kerumah loe, Cuma loe cerita doang, yah agak susah lah bayanginnya” kata Ify
“Yaudah kapan-kapan maen loe” Ajak Rio
“Sippp!!!”
“Eh kak, ayo cepetan ntar keburu malem dan tutup” ajak Deva
“Lho? Emang pada mau kemana?” tanya Rio dan “Loe Ray ngapain  loe nyusul gue? Tanya Rio lagi
“Nyokap nyariin, katanya loe kagak pulang-pulang dari pagi, gue disuruh nengok kesini” Jelas Ray
“Gila anak mami amat loe Yo?” ledek Ify
“Yeee, yaiyalah nyokap gue kan takut anaknya yang paling ganteng ini kenapa-napa” kata Rio
“PeDe loe, jelas-jelas gantengan gue” kata Ray
“Bodo, eh loe pada mau kemana?” tanya Rio pada DevFy
“Mau ke Disc Tarra di mall Horison (ngarang.com)” kata Deva “Ayo kak nanti kemaleman” Ajak Deva lagi
“Ayo, eh Yo gue duluan yah,, bye!” pamit Ify
“ehhmmm” Ray berdehem
“Eh iya loe juga emm....” Ify tampak berpikir
“Ray” Jawab Ray seperti mengerti pikiran Ify
“Oke, Bubbye Ray” pamit Ify
“Dadah kakak cantik” goda Ray
“Makasih, tapi gombalan loe gak mempan” kata Ify sambil berlalu.

gimana? gaje ya? pasti gaje,,, pendek? emang! ini aja ngebut buatnya tadi sore...
part selanjutnya pasti secepatnya...
dan sekali lagi saya harap COMENT tentang kejelekkan cerbung ini LiKE juga kalo mau lanjut,,,
kritik dan saran selalu saya masukkan kotak saran (??)
akhir kata yang mau di tag,, bilang yaaa........ :)

Cheers (;!!!

Trisil {}

That's All Cause Ify Cats


Enjoy
+++++
Hope U Like IT

Ify POV

Hy every body gue Alyssa Saufika Umari, panggilan gue Ify. Loe semua pasti bingung thu nama panggilan darimana? Gue juga kagak tau, pokoknya yang jelas gue dipanggil Ify. Inget pake EF bukan PE. Lanjut keperkenalan gue. Sekarang gue kelas XI di SMA CagVairs Disini gue berperan sebagai cewek simple, mandiri, cuek tapi bawel (??), rada nyolot, hehehhe, tapi gue seorang motivator handal, :P. Gue selalu jadi tempat curhat temen-temen gue dan biasanya gue selalu bisa ngasih saran buat mereka. BUTTTTT, gue bukan tipe seseorang yang suka cerita masalah gue ke orang lain termasuk temen-temen gue. Gue cuma gak mau nyusahin mereka, karena masalah gue. Gue juga orang yang lebih mentingin temen daripada gue sendiri. Gue punya temen yang tergabung dalam anggota d’V-miLe, tapi gue juga temenan ama yang lain kok, contohnya d’CaVrionZ, gue berteman baik ama Rio yang disebut sebagai leader d’CaVrionZ (walaupun sering nyolot2an, hahaha :P) gue juga temenan ama Alvin, Alvin emang cuek ama cewek lain tapi itu gak berlaku buat gue. Gue kenal mereka waktu gue SMP. Cakka? Gue juga temenan ama dia donk. Oh ya gue hobby main piano dan main basket, gue juga gak tau kenapa suka main basket, tapi seneng aja. Gue punya Adek namanya Deva. He is so very very ngekiin, temen berantem gue tapi temen gue sharing juga, maklum gue ama Deva sering ditinggal berdua dirumah. So, gue sayang banget ama nih bocah walaupun ngeselinnya tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh belokkan (??)

*Cerita Sekilas*Start#
Dulu Alvin sama Rio waktu SMP bener2 cool dan dingin banget sama yang namanya cewe tapi semenjak kehadiran makhluk (??) yang bernama Ify bener2 ngubah mereka berdua. Karena Ify kalo ngomong apa adanya dan mungkin karena itu juga mereka berdua geregetan ngeliat tingkah anak model kayak Ify. Karena biasanya cewek yang berada dihadapan mereka akan berubah jaim, tapi tidak dengan Ify karena Ify anaknya supel. Dan hingga akhirnya mereka berteman dan saling bertukar pikiran sehingga Ify juga mengetahui alasan sikap dingin AlvRio. Rio pun kini telah berubah menjadi anak yang supel seperti Ify akan tetapi Alvin masih tetap bertahan dengan sikapnya, akan tetapi jika bersama Ify maupun anggota d’CaVrionZ Alvin akan mengubah sikapnya. Sivia sebenanya juga teman SMP Ify akan tetapi ia tidak begitu dekat dengan AlvRio. Mungkin hanya dengan Rio saja karena sikap Rio tidak dingin lagi.
*Cerita Sekilas*End
Via POV

Hy all gue temennya Ify dari SMP, salah satu anggota d’V-miLe, nama gue Sivia Azizah enough Via, gue juga kelas XI di CagVairs. Gue itu anaknya cantik, ramah, baik, rajin menabung, rajin menyapu, rajin mengepel (??) (weittss dah kelabasan), intinya gue itu bawelnya gak ketulungan gak sabaran, kekurangan gue adalh sifat gue yang kadang kelewat innocent hhheee.. lebih tepatnya telmi gitu deh, kata yang laen klo telmi gue lagi kambuh katanya pada mau harakiri di tempat (??). Tapi gue juga emosian apalagi kalau menyangkut temen-temen gue.

Shilla POV

Hello guys, kenalin gue Ashilla Zahrantiara a.k.a  Shilla. Sebenernya gue merasa suaru ke-lucky-an karena gabung sama d’V-miLe. Secara dulu gue beda SMP sama Ify, Via, Agni dan Acha yang notabene satu SMP. Sebenernya dulu Ify-Sivia sama Agni-Acha gak begitu deket tapi karena lulusan SMP mereka Cuma sedikit yang masuk CagVairs akhirnya mereka deket deh. Tapi itu bukan alasan utama, alsan utama karena gue minder! Yah mungkin kalian akan bingung secara penampilan gue terbilang oke, cantik, modis, fashionable, otak juga oleh diadu but Don’t judge me from my cover. Penyebab gue minder adalah karena perceraian orang tua gue L Sekarang tinggal sama nyokap dan adek gue Obiet . Mungkin karena itu juga sifa gue agak keras kepala, egois, dan perasa. Tapi gue salut sama Ify yang gak berhenti ngasih support ke gue seakan dia pernah ngerasain apa yang gue rasa, Gue beruntung banget deh pokoknya kena sama Ify. Dia juga yang ngajak gue buat gabung ke d’V-miLe. Yah intinya gue seneng banget punya teman kaya mereka.

Agni POV

Hy Guys, kenalin gue Agni Tri Nubuwati just Agni if you call me. Sahabat sekaligus saingan Ify saat audisi kapten basket Varaway Putri. Gue itu anaknya tomboi tapi rada emosian gitu, jadi baek-baek dah loe kenal gue. Sama kayak Ify gue juga Hobby basket dan main gitar. Oh ya waktu itu gue emang kalah lawan Ify waktu audi calon Kapten tapi sekarang gue menjabat sebagai ketua ekskul karate putri di CagVairs !! Tapi sialnya gue harus bekerjasama bareng cowok yang waduh maless gue nyebut namanya,, ehmm Oke namanya Cakka yang ternyata ketua ekskul karate putra. Mau tau problem apa gue ama Cakka? Ikuti cerita selanjutnya J Kata orang gue juga galak, tapi gue care kok sama sahabat-sahabat gue. Dan gue harap gue forever ama mereka

Acha POV

Hy All gue Larissa Safannah Arif disingkat Raissa Arif atau terserahlah, yang penting nama panggilan gue adalah Acha. Gue adalah seorang mood maker kata yang lain, gue juga sebagai penengah jika yang lain lagi perang argumen *alah bahasanya*. Tapi gawatnya gue itu rada plinplan :P. Tapi kalo sifat tegas gue udah keluar, jangan harap ada yang bisa bantah gue, haha J. Gue juga anaknya rajin, dan yang bisa ngimbangin kerajinan gue Cuma Ify. Tapi Ify anaknya santai bisa diajak sharing juga.

Lanjut, anggota d’CagVrionZ, sebelum namanya d’CagVrionZ namanya adalah d’CaVrionZ *akronim Cakka, Alvin, Rio ; jadi awal cerita namanya masih d’CaVrionZ* tapi setelah Gabriel gabung *ceritanya Gabriel anak pindahan*  namanya diubah jadi d’CagVrionZ.

Rio POV

Hai *hai juga :P* Gue mario Stevano Aditya Haling. Nama panggilan? Terserah mau manggil gue apa mau Mario, Stev, Vano, Adit, Ganteng juga boleh (-,-) haha :P jk.. jk.. Gue kapten Varaway Putra, Dan tahun ini gue menjabat sebagai ketua osis yang baru *sebelumnya Rio Wakil Ketua Osis* Gue itu anaknya baik, ramah, pinter, jago maen gitar, ganteng lagi *jiahh -,-“* Gue punya basist yaitu d’CavrionZ. Tapi yang paling inti gue itu ganteng !! #abaikan

Alvin POV

Hai all, gue Alvin Jonathan Sindunata, enough Alvin. Bisa dibilang gue itu anaknya cuek, simple, dan irit ngomong, satu lagi paling males yang namanya ketemu cewek bawel. *Ify?* Nyeh, kalo ama Ify mah laen lagi. Kalo gak dibales omongannya hanya ada dua kemnugkinan. Yang pertama makin bawel thu bocah kalo gak ditanggepin. Yang kedua, bisa ilang kuping gue karena dijewer *Ify sadis -,-“*.  Tapi gue akuin dia cewek yang menarik. Gue adalah kapten futsal di CagVairs dan Ketua ekskul fotografi. Tapi kalo untuk fotografi gue udah mau nyerahin mandat, hhaha. Kira-kira siapa ya penerus gue? *abaikan*. Gue adalah bestfriend Rio dari kecil. Dia udah gue anggep sebagai adik gue sendiri, yah loe semua bisa bayangkanlah kedekatan gue sama Rio gimana Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiii jangan anggep gue maho yee ama dia.. Gue tau gue ganteng tapi gue masih demen ama cewek. Lah kok gue jadi bawel sih? Begobegobego *kerjaan penulis Vin :P* udahan ahh,, emangnya lagi maen petak umpet.

Cakka POV

Hey ladies and gentleman, jumpa dengan gue the most wanted handsome boy di CagVairs. Kenalin nama gue Ganteng lengkapnya Si Ganteng CL Yang Punya *PLAKK* ralatt!! Kamsud gue, eh maksud gue nama Gue Cakka, Cakka Kawekas Nuraga. Gue itu anaknya jail, ganteng, jago maen gitar, ganteng, jago maen basket, ganteng, jago balapan juga lohh,, tapi intinya gue itu ganteng-ganteng dan ganteng *astaga setiap sifat selalu diikuti kata ganteng -,-* pokoknya paling ganteng dari semua temen-temen gue :P.  Ohya gue juga dibilang playboy gara2 sering tebar pesona. Padahal pesona gue yang nyebar kemana-mana (-.-“) dan juga sering gonta-ganti cewek. Tapi ada satu cewek yang bener2 bisa bikin gue ngerasa bersalah karena kelakuan gue, sebenernya sih bukan dia yang gue maenin. Tapi dia udah buat gue sadar tentang kesalahan gue. Tapi sayangnya tuh cewek ternyata udah ilfeel duluan karena tingkah gue.


Gabriel POV

Hy All kenalin gue Gabriel Stevent Damanik dengan panggilan Iyel. Gue anak baru di CagVairs dan juga anggota baru di d’CagVrionZ. Gue merasa aneh kenapa bisa gabung dengan d’CagVrionZ padahal gue cuek dan jarang bersosialisasi karena suatu hal yang gak bisa gue ceritain *disuruh penulis sebenernya :P*. Yah mungkin karena gue masuk Varaway dan jadi ketua ekskul fotografi yang baru gantiin Alvin. Tapi mungkin juga karena gue deket sama Alvin. Akhirnya jadilah gue anggota d’CagVrionZ yang ke-4. Gue anaknya baik tapi cuek, terlalu cuek malah daan agak sedikit kasar kalau kehendak gue dipaksakan. Tapi itu semua gak berlaku buat orang-orang tertentu.

Ozy POV

Hy All gue Ahmad Fauzy Adriansyah dipanggil Ozy, gue walaupun kecil gini juga masuk tim Inti Varaway Putra lho, secara permainan basket gue sat... set.. sat... set.. *apadeh -,-* Gue anaknya ramah, baik, humoris, narsis *akut malah* Yaiyalah secara gue ganteng (-,-“), gue suka membantu dan yang pasti menyenangkanlah pokoknya.

Deva POV

Hy.. akhirnya ampai juga giliran manusia terganteng abad ini *astagfirullah, pake narsis lagi* kenalin gue Anak Agung Ngurah Deva Ekada Saputra Ganteng Imut Baik Lucu *Ya Ampun, gak pake ganteng imut baik lucu aja penulis udah senewen ngetik namanya -,-* Gue adeknya kak Ify yang palinggggg ganteng *yaiyalah! Adeknya Ify kan loe doank -,-* gue baru lulus SMA, yap, sekarang gue kelas X di CagVairs. Dirumah gue selalu jadi temen berantemnya kak Ify. Disekolah?? Liat aja nanti! Hhahaha.. Tapi gue sayang banget sama dia. Secara kalo gak ada dia jadi sepi. Lagian diakan kakak cewek gue satu-satunya udah gitu gue sering Cuma berdua doang kalo dirumah.

Ray POV

Hy everybody jumpa lagi dengan drummer nasional kita Muhammad Raynald Prasetya alias Ray. Gue temen seangkatan Deva. Tapi gantengan gue daripada Deva *ya ampun narsis lagi??*. Gue adeknya Kak Rio. Yap tapi gue punya hobby (??) kayak kak Cakka tebar pesona!! Tapi belom ada satu cewek yang nyangkut (??) dihati gue.. hhahaha. Tapiii siapasih yang gak terpesona sama gue? Cakep, Keren, Baik, Pemilik Killing Smile, and Drummer Nasional.

Obiet POV

Hy.. Gue Obiet. Yohannes Baptisa Obiet Panggrahito lengkapnya. Adeknya Kak Shilla temen seangkatan Deva, Gue anaknya kalem, dan santai, cenderung cuek karena keluarga Gue. Tapi semenjak gue ketemu species (??) kayak kak Ify, gue jadi bawel dan cenderung lepas. Oh ya masalah kemampuan Akademik dan non akademik gue gak usah ditanya lagi. Contohnya gue satu-satunya anak kelas X yang masuk Tim Inti Varaway putra.

Lintar POV

Hy All, kenalin nama gue Halilintar Mahaputra Morgen dipanggil Lintar. Nama gue gak sesuai dengan kepribadian gue yang teramat kalem beda dengan Kak Cakka kakak gue. Gue juga pendiem, tapi gue baik kok dan ramah  n care ama temen. Gue kadang selalu disama-samain sama kak Cakka. Katanya gue juga playboy lah atau sering tebar pesona. Tapi itu belum pernah ada dalam kamus gue. Rada kesel sih karena disama-samain gitu. Tapi mau gimana lagi itu udah resiko punya kakak Playboy kelas Pari kayak kak Cakka.

Keke POV

Hy, gue Gabriel Angeline Thalita Pangemanan enough Keke. Gue anaknya nyantai, ramah, baik, pengertian, tapi rada nyolot ama satu makhluk species jenis Deva. Yah pokoknya karakter gue gak jauh-jauh dari kak Sivia kakak gue.

Olivia POV

Hy gue Oliv, Olivia Ruth Tiurmaida Pasaribu lengkapnya. Gue adeknya kak Alvin. Gue anaknya bawel + Galak apalagi sama cowok playboy kelas teri. Gue sahabatnya Keke. Temen seangkatannya Deva juga. Gue juga baik dan Care sama semua temen-temen gue.

Oik POV

Hy all gue Oik Ramdlani Cahya, dipanggil Oik. Adeknya Kak Agni. Sebenernya gue anaknya baik dan ramah sama semua orang. Tapi karena dulu gue pernah dimaenin sama cowok yang cukup membuat gue sakit hati, yaitu kak Cakka gue sekarang rada jutek sama cowok dan selalu aja curigaan. Eh yang lebih kurang ajarnya lagi kak Cakka lagi deketin kak Agni.. Uffht pengen gue penggal thu orang *Oik jahat nih, bagaimana dengan nasib penulis dan para CL jika Cakka dipenggal* #abaikan.

Nova POV

Hy All gue Nova Chintya Sinaga, gue itu anaknya bawel, ceplas-ceplos, beda banget dah sama kak Acha yang rada kalem. Gue juga teguh banget ama diri gue sendiri beda ama Kak Acha yang PlinPlan (-,-) tapi teteplah gue sayang dia. Karena banyak banget yang bisa gue pelajarin dari kak Acha. Contoh Aja kerajinan belajar yang patut diacungin jempol dan banyak lagi.

TOKOH LAINNYA

Sebenernya ada satu bazist lagi di cerbung ini namanya.... hmmm... aduh penulis lupa #PLAKK# bentar liat contekkan dulu.. namanya d’ ... d’ ... oh I know D’BeauZAZ yang terdiri dari :
Dea Christa Amanda
Zahra Damariva
Angelica Martha Pieters
Zevana Arga Ane Angesti
Bazisy ini sebenernya adalah temen2 deket Ify dkk juga, tapi ... *skip* baca ceritanya aja yah.. :P

Adalagi kakak kelas Ify dan Tim Varaway juga seperti :

Rizky Patrick Egeten
Septian Putra Manuel
Andryos Aryanto
Patton Otlivio Latupeirissa

Etc

Sebenernya penulis mau jabarin semua, BUTTTT namanya juga penulis amatiran baru nulis langsung capek... harap maklum lah,
Gimana Part perkenalannya? Keliatan Gaje yah? Gak Seru? Pasaran? Aneh? Gak Nyambung?
setelah baca wajib coment atau like,,, klo gak gak aku tag,, hhahaa *maksa* bercanda kok....
Sekali lagi...
Harap koment yah supaya saya dapat memperbaiki kekurangan dalam cerita ini, dan jangan lupa di like jika ni cerita pengen lanjut *maksa.com*


Cheers!

Trisil {}