Lumos Maxima!! Happiness can be found even in the darkest of times, if one only remembers to turn on the illuminate - Albus Dumbledore, Trisil's student
Selasa, 25 Desember 2012
That's All Cause Ify Part 9
Acha terpana, dalam lapangan basket indoor terdapat banyak selebaran bertuliskan namanya “Larissa” dan fotonya yang tengah tersenyum. Dibangku penonton diseberang tempatnya berdiri terdapat rangkaian buket mawar merah membentuk tulisan “Acha” dibingkai love. Yang terakhir susunan bola basket berbentuk “OCHA” yang ada ditengah lapangan, *sumpah demi apapun saya mau jadi Acha sekarang juga :P*
Dalam keheningan karena keterpanaan Acha terdengar sebuah petikkan gitar yang berasal dari belakang podium yang ternyata dimainkan oleh Cakka dan Rio. Dan drum kecil *saya lupa namanya -.-* Disusul dengan suara yang akrab ditelinga Acha, suara yang teramat khas dengan cengkok melayunya.
(Lagu ST 12-Rasa yang tertinggal)
Lagu telah selesai dinyanyikan oleh Ozy. Akan tetapi Acha masih terdiam menatap setengah tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya. Ozy melangkah mendekati Acha, setelah dihadapan Acha. Ozy mengenggam tangan Acha.
“Larissa Saffanah Arif would you like be my princess in my heart?” Tanya Ozy penuh harap
Acha menatap Ozy. Pikirannya masih bercabang karena mengingat kedekatan Ozy dan Keke.
“Cha?”
“Maaf Zy aku gak bisa” Kata Acha sambil menunduk tak berani mentap mata Ozy
Ozy terperangah, namun cepat-cepat menguasai keadaan “Gak bisa nolak ya Cha?” Goda Ozy.
“Serius aku Zy” Jawab Acha masih menunduk
“Tapi kenapa Cha?” Tanya Ozy lemas
“Karena aku gak suka kamu...”
“Bohong!” Potong Ozy
‘emang’ batin Acha
“Sorry Cha, aku gak maksud” Sesal Ozy
“Gak apa-apa Zy, maaf aku mau...”
“Cha, apa kamu bisa kasih satu alasan ke aku, kenapa kamu nolak aku?” Tanya Ozy
“Kamu jahat Zy”
Ozy mengerutkan dahinya “maksud kamu?”
“Kamu dengan mudahnya nyatain perasaan kamu ke aku, apa kamu gak kasihan sama Keke?” Kata Acha
“Kok jadi Keke?” Kata Ozy bingung
“Keke tuh yang suka sama kamu Zy, kamu gak liat dari sikapnya aja ketahuan” Kata Acha sotoy *gimana gak sotoy, orang Acha gak kenal Keke, main asal nebak*
Ozy tertawa renyah, sekarang giliran Acha yang mengerutkan dahinya.
“Ih, neng Acha jadi jelek kalo dahinya keriput gitu, kayak nenek-nenek” Ledek Ozy sambil mengelus dahi Acha tepatnya mengacak poninya
“Iih, Ozy apaan sih?” Kata Acha sambil menunduk, karena merasa pipinya memanas.
“Yee, kamu salah paham Cha” Kata Ozy
“Gak kamu, gak Via sama aja ngomongnya salah paham mulu” sewot Acha
“Makanya, kalo orang ngomong dengerin dulu, Aku tuh sama Keke Cuma sepupuan, kayak Aku sama Via” Jelas Ozy. Acha Cengo
“Iya Kak, Aku sama Kak Ozy Cuma sepupuan kok” Kata Keke tiba-tiba dari belakang Acha. Disampingnya juga ada Via.
“Ozy orangnya ngemong banget Cha, makanya Keke deket sama Ozy” Jelas Via
“Iya, lagian aku juga mau kakak cowok, Kak Ozy seru orangnya, gak kayak kak Via, bawel” Jelas Keke seenaknya. Via manyun
“Piss Kak”
“Jadi loe semua?” Kata-kata Acha terputus
“Yaa, kita sepupuan” Kata Ozy, Via, Keke kompak
“Maaf Vi, Ke, Zy, gue salah paham” Sesal Acha
“Udah gue maafin kok Cha” Kata Via
“Santai aja Kak”
“Kamu Zy?” Tanya Acha
“Kenapa?” Tanya Ozy cuek
“Kamu maafin aku gak?” Tanya Acha
“Gimana ya? Abis kesalahan kamu banyak Cha” Kata Ozy
“Yaudah aku minta maaf deh sebanyak-banyaknya” Kata Acha lagi
“Gimana ya Cha, masalahnya kamu udah salah paham, udah gitu marah sama Via dan Keke, yang terakhir kamu nolak aku” Kata Ozy panjang x lebar x tinggi = volume kubus #PLAKK#
“Aduh Zy maaf aku kan gak tahu” Sesal Acha
“Sekarang kan udah tau” Kata Ozy seenaknya
“Ihh, yaudah Zy, masalah tawaran kamu...”
“masih berlaku kok Cha, kamu mau jadi seseorang yang selalu ngisi hati aku gak?” Potong dan tanya Ozy
“Jangan mau Cha” Celetuk Ify
“Ahh Ipy mah” rengek Ozy
“Gimana Zy, gak dibolehin ama Ify” Kata Acha polos
“Yee, si Acha, bukannya gue gak mau ngijinin, loe kasih syarat donk Cha, tanda bukti cinta Ozy sama loe” Kata Ify
“Apa ya Fy? Kamu aja deh Fy” Kata Acha
“Cha, please jangan Ify yang kasih saran. Hancur reputasiku” Pinta Ozy memelas
“Gak Zy, Ify gak bakal nyuruh kamu nyium orang gila kok” Kata Acha menenangkan
“Iya Zy, gue kan sejahat itu” Kata Ify tersenyum ala setan
“Yaudah, gue harus apa?” Tanya Ozy pasrah
“Zy, setau gue loe jago dance, koreo loe juga gak kalah ama anak IC *ckckcckk* jadi loe harus eksplor kemampuan ngedance loe sambil maenin tuh bola basket, dengan lagu zapin dimix sama lagu ST12 ft Charly Angels (-.-)” Saran Ify
*masya Allah, aku gak bisa bayangin, malangnya nasib Ozy*
“Demi apa loe Fy? Ini bukan hancurin reputasi gue ini udah jatuhin” Kata Ozy syok. Yang lain hanya tertawa mendengar ide Ify
“Demi loe gue mau Zy!! Ayolah loe kan jago lagu-lagu kaya gitu” Rayu Ify
“Iya, tapi nyanyi. Ini dance!! Kelaut aja” Kata Ozy suram
“Ayolah Zy, demi Acha” Kata Via
“Ify memang brilian” Celetuk Cakka
“Good idea sist” Kata Deva
“Mau gak Zy?” Tanya Acha
“Okelah, demi kamu” Kata Ozy pasrah
Akhirnya Ozy melakukan apa tantangan yang diberikan Ify padanya, sambil memainkan bola basket ditangannya, entah karena sudah terbiasa dengan bola basketnya (Ozy juga team inti varaway ya) atau sudah hafal dengan beat melayu dari lagunya, Ozy melakukan berbagai gerakan dengan.. ehemm.. KEREEENNNNNNN *tapi saya tetap tak bisa membayangkan, Ozy koreo dengan lagu Zapin dan Aku padamu? Oh No! Penulis sableng*
Prokk..Prokk..Prokk..
Applause-an memenuhi lapangan basket Indoor Cagvairs melihat gerakan Ozy.
“Keren Bro” Kata Cakka merangkul Ozy
“Mantap dah” Seru Rio
“Gimana Cha?” Tanya Ozy yang masih terengah-engah
“Apanya?” Tanya Acha
“Would you like be my princess in my heart?” Tanya Ozy yang telah menggengam tangan Acha
Acha hanya mengangguk dan menunduk karena merasa pipinya sudah seperti kesumba sekarang ini.
“Yesss”
“PJ....PJ...PJ...” koor yang lain
“Gila, gue udah disiksa gini, masih diminta PJ” Keluh Ozy
“Yee, pokoknya PJ” Kata Cakka
“Gak mau” Kata Ozy
“Ray, Alvin, gimana tadi foto-fotonya? Bagus gak?” Tanya Ify
“Bagus, kak. Tepat disaat moment penting” Kata Ray sambil menunjukkan hasil jepretan di Canonnya pada Ify dan yang lain.
“Keren Ray, loe Vin?” Tanya Rio
“Loe tau gue lah” Kata Alvin
“Emang Alvin gak ada matinya masalah motret” Kata Rio salut
“Bagus nih kalo dipajang dimading” Celetuk Deva
“Good idea bro” Kata Ify
“Astagfirullah, gue kesiksa sama kakak-adek sarap” Keluh Ozy
“Kalo gak mau PJ yaudah” Kata Cakka
“Iya-iya” Kata Ozy pasrah
***
“Aduhh, bentar lagi bel, ayo, harus buru-buru sampe kelas. Late is Dead, Shilla” Keluh Shilla pada dirinya yang agak terlambat menuju kelasnya, karena jam pertama adalah pelajaran pak Duta yang terkenal disiplinnya dan ke-ontime-annya masuk kelas. Dan akan marah apabila ada murid yang lebih telat masuk kelas dari dirinya. *ckckck*
BRUKKK
“Aduhh, maap, sorry, gue buru-buru...eh elo Yo? Kok gak masuk?” Tanya Shilla
“Mau ngambil tugas dari pak Duta, katanya gak masuk karena penataran” Jawab Rio
“Alhamdulillah, gila gue tadi buru-buru gara-gara takut telat” Kata Shilla lega
“Ohh, gue pikir loe abis marathon” Kata Rio tersenyum manis, sangat manis
DEGGG ‘Mati loe Shill, kenapa jantung loe?’ Batin Shilla bertanya
“Yaudah, loe kekelas dulu aja, istirahat, kayaknya loe cape banget” Kata Rio perhatian
“I..Iya.. gue kekelas dulu ya? Bye” Pamit Shilla gugup
Rio hanya menggelengkan kepalanya, lalu meneruskan perjalanannya menuju meja piket.
***
“Ada apa Rio?” Tanya Pak Dave yang menjadi guru piket hari ini
“Saya dari kelas XI IPA 1 mau ngambil tugas dari pak Duta, Pak” Kata Rio sopan
“Oh iya, ini tugasnya” Kata Pak Dave yang lalu menyerahkan selembar kertas pada Rio
“Makasih Pak saya kembali kekelas dulu” Pamit Rio
Baru saja Rio berbalik.. BRUKKK
‘Aelah, demen amat gue nabrak orang dari tadi’ Batin Rio
“Sorry Bro” Kata Rio setelah melihat orang yang ditabraknya adalah cowok. Tapi Rio merasa asing.
Cowok tersebut hanya menggedikan bahunya seakan berkata ‘no problem’
“Loe anak baru ya?” Tanya Rio penasaran
Cowok tersebut tidak menanggapi pertanyaan Rio dan hanya melewati Rio.
‘Astaga! Alvin versi terbaru #PLAKK#’ Batin Rio “Sebodolah” Gumam Rio
***
“Fy, Ify.. Kok dari tadi diem aja sih?” Tanya Via
“....”
“Fy, loe sakit ya?” Tanya Acha
“....”
“Ifyyyyyy” Teriak Agni
“Ah.. Hah? Iya? Kenapa?” Jawab Ify gelagapan
“Loe kenapa dari tadi diem aja?” Tanya Via mengulangi pertanyaannya
“Kan masih pagi Vi” Jawab Ify sekenanya
“Loe sakit ya? Gak biasanya” Selidik Acha
“Masih ngantuk gue” Ucap Ify singkat
Obrolan mereka terhenti karena Bu Winda telah memasuki kelas.
‘Maafin gue All, gue gak tau kenapa dari semalem gue segelisah ini’ Batin Ify sambil menyenderkan kepalanya kemeja, tidak mempedulikan kedatangan dan apa yang dibicarakan bu Winda, karena pikirannya telah mengawang.
“Anak-anak, ada kabar baru untuk kelas kalian. Kalian akan mendapat teman baru, Gabriel silahkan masuk dan perkenalkan dirimu” Perintah Bu Winda
Masuklah seorang cowok berperawakan tinggi dan berwajah manis, namun dengan tatapan tajam dan dingin, yang membuat pias, siapapun yang memandangnya.
“Perkenalkan dirimu”
“Nama saya Gabriel Stevent Damanik, Pindahan dari Singapore” Ucap Gabriel singkat
“Hanya itu?” Tanya Bu winda
“Saya rasa cukup”
“Baiklah, silahkan kamu duduk disamping Alvin, Alvin tolong acungkan tanganmu” Perintah Bu Winda
Alvin mengacungkan tangannya. Gabriel menghampiri bangku yang ada disebelah Alvin. Namun berhenti sebentar disebelah bangku Ify. Lalu memperhatikan secara seksama. Baru melanjutkan langkahnya kebangku sebelah Alvin.
“Baiklah anak-anak, kita lanjutkan pelajaran”
***
“Guys, yuk kafetaria” Ajak Ify yang tidak begitu memperhatikan teman-temannya, sambil berjalan keluar kelas
Apa yang dilakukan teman-teman Ify?
“Yel, boleh kenalan gak?” Tanya anak-anak cewek hampir satu kelas XI IPA 2
“Rumah kamu dimana?”
“Ada no telepon?”
Agni, Via, Acha juga mengikuti langkah anak-anak cewek dikelasnya untuk berkenalan dengan Gabriel dan berteman dengannya.
Dan bla.. bla.. bla..
Agni, Via dan Acha yang tersadar bahwa Ify sudah tidak bersama mereka akhirnya menunda acara perkenalan dengan Gabriel dan berlari mengejar Ify. Alvin yang duduk disebelah Gabriel menjadi risih sendiri. Dan langsung beranjak meninggalkan Gabriel. Gabriel pun turut mengikuti langkah Alvin tanpa menghiraukan siswi-siswi wanita yang ingin berkenalan dengannya.
***
Ify terus berjalan menuju cafetaria tanpa menyadari jika teman-temannya tidak mengikutinya. Hingga..
“IFYYY”
Ify menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya. Tampaklah anak-anak d’V-mile yang mengejarnya.
“Kok pada lari-lari?” Tanya Ify heran
“Yee, loe sendiri ngeloyor gitu aja” Kata Via Kesal
“Lah, tadikan udah gue ajak” Kata Ify
“Iya, tapi tadi gue, Via, Agni lagi kenalan sama anak baru” Kata Acha
“Emang ada anak baru ya?” Tanya Ify heran
“What? Otak loe kemana sih Fy hari ini?” Tanya Agni
“Gue serius, emang ada anak baru?” Tanya Ify balik
“Iya dia........” Belum selesai Agni berbicara
“Ify..” seseorang memanggil Ify dan mencegat lengannya. Ify menoleh, ternyata adalah Gabriel.
Ify memandang Gabriel dengan seksama. Ada rasa marah dalam dirinya ketika memandang mata Gabriel. “Lepasin tangan gue” Kata Ify dingin
“Tapi Fy......”
“Don’t touch me!” Perintah Ify tegas
Teman-teman Ify hanya menahan nafas melihat kejadian dihadapan mereka
“Fy, kita perlu.....”
“Semua udah selesai” Kata Ify sambil meninggalkan yang lain.
“Ify, tunggu” Gabriel masih tetap mengejar Ify, dan berhasil menggapai lengan Ify lalu menariknya.
“Gue, bilang lepas!” Bentak Ify
“Gak gue gak mau, banyak yang harus kita bicarain” Kata Gabriel memaksa.
“Kalo gue gak mau” Tanya Ify dengan tatapan datar.
“Maaf gue harus maksa” Kata Gabriel sambil menarik Ify, tapi ada sebuah lengan kokoh yang menyegatnya.
“Sorry Bro, bisa gak? Jangan kasar sama cewek?” Tanya seseorang yang ternyata adalah Rio.
“Maaf, tapi gue gak ada urusan sama loe” Kata Gabriel tajam.
“Kalo loe ada urusan sama Ify, berarti urusan loe sama kita semua juga” Ancam Alvin
“Sorry, ini privacy gue. Please Fy, kasih gue waktu” Pinta Gabriel.
“Sorry, gue perlu ketenangan sekarang” Kata Ify sambil melepas tangan Gabriel dan berlari meninggalkan yang lain.
“Ini gara-gara loe” Kata Alvin sambil mendorong bahu Gabriel.
“Weitss, sabar sob” Tahan Rio
“Udah, mungkin Ify lagi mau sendiri, mending kita kafetaria sekarang” Ajak Cakka.
Yang lain hanya mengamini ajakan Cakka.
***
‘Loe bodoh banget sih Kak, balik lagi disaat kayak gini. Loe gak mikir apa gue pendem ini semua sendirian selama 10 tahun. Ngapain loe balik lagi. Hampir mati rasa gue ngerasainnya’ Batin Ify
***
@Kelas XI IPA 2
Teman-teman Ify merasa gelisah karena jam pelajaran setelah istirahat akan dimulai akan tetapi Ify belum juga menunjukkan batang hidungnya.
“Vi, Ify mana sih?” Tanya Acha
“Aduh, loe nanya gue lagi, gue kan dari tadi sama loe” keluh Via
“Padahal tadi gue pikir dia nenangin diri kekelas” Kata Agni
“Tapi gak ada Agni” Kata Via
“Gue tau, kira-kira Ify dimana?” Tanya Agni
Yang lain hanya menggedikan bahu.
“Eh, Vin” Panggil Acha
Alvin tidak menjawab hanya mengangkat kepalanya, sedangkan Gabriel sibuk dengan buku-bukunya. Acha menyikut tangan Via, mengisyaratkan agar Via saja yang bicara. Via berbisik “males ama si limbad, loe aja Ni” sambil menyikut Agni.
“Gini Vin, loe kira-kira tau gak dimana Ify?” Tanya Agni
Alvin mendongakkan kepalanya mengarah kebangku Ify.
“Loe tau gak sih?” Kata Via kesal karena merasa pertanyaan temannya tidak dihiraukan.
“Loe bisa gak sih gak usah bawel dulu?” Tanya Alvin sewot.
“Gak, loe gak tau orang panik ya!” Bentak Via
“Berisik”
Via kesal dan memilih balik ketempatnya. Tanpa berkata-kata Alvin berjalan keluar kelas menuju kelas sebelah.
@ Kelas XI IPA 1
“Yo” Panggil Alvin sambil mengisyaratkan agar Rio menghampiri dirinya.
“Apaan?” Tanya Rio yang sudah dihadapan Alvin.
“Ify belum balik kekelas” Kata Alvin
“Kemana?”
“Mana gue tau, ayo cari. Gak mungkin dia pulang, mobilnya masih diparkiran” Kata Alvin
“Yaudah, kita berpencar, kebetulan gue jam kosong. Loe kesana, gue kesana” Perintah Rio.
“Sipp bro.”
Akhirnya mereka berpencar kearah berlawanan.
***
Pencarian Alvin,
Alvin, mencoba mencari di taman belakang sekolah, lapangan basket Indoor, dan tempat yang akan dikunjungi oleh orang yang tengah menyendiri, kecuali toilet wanita *yaiyalah!*
Pencarian Rio,
Tidak berbeda jauh dengan Alvin, Rio pun mencari tempat-tempat yang kemungkinan untuk menyendiri, hingga akhirnya dia menemukan sebuah pintu menuju atap sekolahnya terbuka. ‘Apa mungkin?’ Batin Rio bertanya. “Mungkin aja” Gumamnya yang langsung menaiki tangga kearap atap. Sesampainya diatas, Rio mengedarkan pandangannya, hingga berhenti disatu titik. Terlihat seorang gadis yang duduk disebuah bangku sambil menutupi wajahnya, yang sangat Rio yakini adalah seorang Ify.
“Fy” Panggil Rio lembut sambil menepuk bahu Ify pelan
Ify mendongakkan kepalanya, wajahnya terlihat lelah saat ini. Rio agak setengah berdiri sambil mengarahkan bahu Ify kehadapannya.
“Kenapa Fy?” Tanya Rio lembut
Ify tidak menjawab, hanya menundukkan kepalanya.
Dengan bantuan telapak tangannya Rio mengangkat dagu Ify. “Loe keliatan hancur sekarang, loe kenapa? Ini bukan Ify” Kata Rio pelan
“Yo” Panggil Ify pelan
“Hmm?” Tanya Rio
“Boleh pinjem bahu loe?” Tanya Ify
Rio mengangguk. Ify menelungkupkan wajahnya dibahu Rio. Dan mulai menumpahkan emosinya disana. Rio kaget, karena selama ini Rio mengenal Ify, belum sekalipun Ify menangis. Rio langsung mendekap Ify memindahkan dari bahunya ke dadanya.
***
Alvin terus mencari Ify, hingga melewati pintu kearah atap yang terbuka. “Apa disini ya?” Tanya Alvin “Coba aja”. Alvin menaiki tangga kearah atap. Sesampai diatas Alvin kembali mengedarkan pandangannya. Dan berhenti disatu titik, terlihat Rio sedang memeluk Ify.
‘DEGG’ Ada rasa marah dalam diri Alvin saat itu. Alvin menggelengkan kepalanya. ‘Gak mungkin gue saingan sama Rio, saingan sama orang yang gue anggep adek sendiri. Gue sepertinya akan mundur’ Batin Alvin. Akhirnya Alvin berjalan menghampiri Rio-Ify. Melihat posisi Rio yang tengah memeluk Ify, Alvin mengerutkan keningnya. Rio kaget dengan kedatangan Alvin lalu mengisyaratkan bahwa Ify tengah menangis. Sama seperti Rio, Alvin juga kaget karena tidak pernah mendapati Ify menangis, Alvin menarik pelan bahu Ify mengarahkan padanya.
“Fy, loe kenapa?” Tanya Alvin pelan
Ify menggelengkan kepalanya
“Karena Gabriel?” Tanya Alvin lagi
“Bukan kok” Kata Ify berbohong dengan suara serak karena menangis
“Loe bohong Fy” Kata Alvin
Ify hanya tersenyum perih. Mengusap air matanya
“Jangan kaya gini Fy, aneh ngeliatnya” Kata Rio
“Emang kenapa?”
“Loe gak pernah nangis dan terlihat hancur kaya sekarang ini” Kata Alvin
Ify tersenyum dan berkata “Tolong jangan kasih tau yang laen ya” Pesan Ify
“Kenapa?” Tanya Rio
“Gak apa-apa”
“Mereka ngekhawatirin loe Fy” Kata Alvin’
Ify kembali tersenyum
“Fy, tanggung jawab loe” Kata Rio
Ify mengerutkan kening
“Seragam Cagvairs gue basah gara loe” Kata Rio kayak anak kecil *unyu*
Ify manyun, “Yaudah laen kali kalo gue ngilang gak usah cari gue” Kata Ify dengan nada serius
“Yee ngambek , gak seru ahh” Kata Rio mengacak poni Ify
“Ahh Rio”
“Sekalian Fy” Kata Alvin sambil mengacak rambut Ify
“Alvin-Rioooo” Teriak Ify sambil mengejar Rio dan Alvin yang kabur duluan
“Akhirnya dapet juga” Kata Ify sambil menarik lengan Rio dan Alvin
“Nah gitu dong” Kata Alvin
“Apa?”
“Senyum” Kata rio sambil tersenyum manis
“Apasih” Kata Ify sambil memandang lurus kedepan
“Intinya, kalo loe ada masalah cerita ya Fy” Kata Alvin serius, sambil mengikuti pandangan Ify.
“Hadapin semua dengan senyuman loe seperti biasa Fy” Pesan rio
“Loe pasti bisa selsain semua”
***
Ify dkk tengah berjalan menyusuri koridor untuk kekafetaria, lagi-lagi Ify bertemu dengan Gabriel.
“Fy, please” Pinta Gabriel penuh harap.
“Loe mending gak usah ganggu dulu Yel” Kata Agni
“Fy” Panggil Iel
“Yel, tolong jangan paksa Ify sekarang” Pinta Via
Ify menghela nafas panjang “Oke, tapi gak disini” kata Ify
“Fy, tapi” Kata Acha
“Gue gak apa-apa, Kalian duluan kekafetaria” Pinta Ify
Akhirnya anggota d’V-miLe meninggalkian Ify dengan Gabriel.
“Ayo Fy” Kata Gabriel sambil melangkah terlebih dahulu. Ify mengikuti.
***
@Kafetaria Cagvairs
“Ify mana Shill?” Tanya Rio yang sudah dekat dengan Shilla karena sekelas.
“Ify lagi face to face sama Iel” Jawab Shilla
“Kalian biarin gitu?” Tanya Cakka
“Iya, abis gimana lagi. Keputusan Ify Kka” Kata Via
“Pasti ntar ada yang gak beres lagi” Kata Alvin
“Jangan negatif thinking dulu. Bisa kali ya” Kata Via
“Biasa Aja”
“Euhhh, loe tuh kenapa sih? Selalu ngajak ribut kayaknya” Kata Via kesal
“Loe ngerasa gue gitu?” Tanya Alvin tajam
Via melengos.
***
“Fy”
“...”
“Fy”
“Apa?”
“Gue minta maaf”
“Untuk?”
“Semuanya”
“Gue lupa loe punya salah sama gue, karena gue nganggep loe gak pernah ada selama 10 tahun ini” Kata Ify
“Fy, tatap gue, sebenci-bencinya loe sama gue, gak bakal mutusin tali persaudaraan kita sebagai saudara kembar!!” Kata Iel tegas
“Kembaran gue udah gak ada sejak 10 tahun lalu” Kata ify dingin
“Fy, please, anggep gue ada. Gue tau gue salah karena gak pernah ngabarin loe” Kata Gabriel
“Sekarang gue tanya sama loe, apa loe tau apa yang gue rasain selama ini? Apa loe tau kejadian yang udah terjadi selama 10 tahun ini?” Bentak Ify, butiran bening sudah mengalir di pipi putihnya. Gabriel diam. “Loe gak tau kan Yel?” Kata Ify
“Emang ada apa Fy, setelah kepergian gue sama Papah?” Tanya Gabriel tidak mengerti
“Loe gak tau kan? Dimana selama ini gue bertahan sendiri? Tumpuan gue selama ini Cuma Deva asal loe tau!” Kata Ify
“Maksud loe apa?”
“Loe mau tau semuanya?” Tanya Ify
Gabriel mengangguk
“10 tahun yang lalu, setelah loe pergi sama Papah, Bunda kerja keras buat hidup gue sama Deva. Hingga menghasilkan sebuah usaha yang besar dan terkenal sampai mancanegara. Saat itu Bunda putusin buat pindah ke Jakarta, hingga 7 tahun lalu....” Cerita Ify terputus
“Kenapa Fy?” Tanya Gabriel takut-takut karena tidak ingin mendengar yang terjadi selanjutnya.
“7 tahun lalu....
FLASHBACK ON
“Fy, Bunda capek, kamu jaga Deva ya? Jangan beritahu apa yang sebenernya terjadi, dia masih kecil untuk tahu itu semua” Pesan Bunda Ify
“Iya Bun, Tapi bunda mau kemana?” Tanya Ify kecil yang baru berumur 8 tahun
“Bunda mau istirahat Fy, kamu gak boleh sedih ya” Pesan Bunda Ify
“Terus nanti Ify maen sama siapa Bun?” Tanya Ify
“Maen sama Tante Linda ya Fy, Oh iya kamu mau janji sama Bunda?” Tanya Bunda
“Yah, yaudah deh Tante Linda baek kok, Janji apa Bun?” Tanya Ify
“Janji, kalo nanti Bunda gak bangun, Ify harus panggil tante Linda, Bunda ya?”
“Ahh Gak mau ah, nanti Ify sama Deva pusing, panggil Mama aja ya?”
“Yaudah terserah kamu, Bunda istirahat ya Fy. Kamu baik-baik sayang” Kata Bunda Ify yang langsung memeluk Ify dan mencium pipi Ify, namun merupakan yang terakhir.
FLASHBACK OFF
“Ja.. Jadi Bunda?” Tanya Gabriel terbata-bata
“Iya. Bunda udah meninggal Kak” Lirih Ify
Gabriel terdiam, pikirannya berkecamuk ada rasa marah karena keterlambatannya mangetahui ibu kandungnya telah pergi, rasa kesal karena selama ini merasa terkekang. Dan semua rasa yang membuatnya tersiksa.
Ify menatap Gabriel yang terdiam, ada rasa bersalah dalam dirinya karena memberitahu kakaknya tentang masalah yang dipendam selama secara to the point.
“Kak?” Panggil Ify
Gabriel menoleh
“Maafin gue” Kata Ify sambil memeluk Gabriel “Gak seharusnya gue ceritain itu semua secara to the point, gak seharusnya gue egois gak mikirin perasaan loe, karena loe pasti sama sakitnya kayak gue denger Bunda meninggal, gue egois kak, maafin gue” Kata Ify sambil terisak.
“Loe gak salah Fy, Gue yang salah. Apa sekarang loe bisa anterin gue?” Tanya Gabriel.
“Ke?”
“....”
***
“Lho, tas ify mau dikemanain Pon?” Tanya Via pada Nyopon yang mengambil tas Ify.
“Si Ify sakit, mau dianter sama Iel, gue disuruh guru piket ngambilin tas mereka” Jawab Nyopon
“Ohh” Jawab Via
“Tapi kok tumben Ify gak calling kita?” Tanya Agni
“Gak tau deh” Kata Acha
“Nanti aja pulang sekolah kerumah dia” Usul Via
“Oke”
***
“Vin, Ify mana?” Tanya Rio
“Gue gak tau, Iel juga gak ada dari istirahat tadi” Jawab Alvin
Datanglah anggota d’V-mile
“Yo, mau ikut kerumah Ify gak?” Tawar Shilla
“Emang ify kenapa?” Tanya Cakka
“Katanya sakit terus dianter Iel pulang” Jawab Via
“Ohhh”
“Woyy, kakak ganteng tapi masih gantengan gue, lagi pada apa?” Sapa Deva tiba-tiba
“Nyeh, ni bocah. Bikin keki aja” Kata Cakka
Deva nyengir. “Ehh, kakak gue mana?” tanya Deva
“Kakak loe sakit” Kata Agni
“Sakit? Kok mobilnya masih disekolah? Trus siapa yang nganterin, loe semua masih lengkap?” Tanya Deva beruntun
“Biasa aja kali, gak usah kayak polisi nanyanya” Keluh Ray
“Berisik loe”
“Terus sekarang dia dimana?” Tanya Deva
“Dianter pulang sama Iel” Jawab Via
“Iel?” Tanya Deva
“Iya, Gabriel” Lengkap Acha
‘Apa mungkin?’ Batin Deva bertanya “Gabriel Stevent?” Tanya Deva memastikan
“Iya, Gabriel Stevent Damanik lengkapnya, loe kenal Dev?” Tanya Alvin
Deva nampak berpikir
“Dev”
“...”
“Dev”
“....”
“DEVA!!!!” Panggil seluruhnya
“I...iyaa apa?” Tanya Deva
“Loe kenapa? Loe kenal Iel?” Tanya Rio
“Kak, sorry gue buru-buru, Ray, Biet, Lin, Gak jadi kerumah loe, gue ada urusan, Bye” Pamit Deva terburu-buru dan langsung berlari kearah parkiran motor.
D’V-miLe minus Ify, d’CavrionZ, dan lain-lain hanya menatap heran kelakuan Deva. Tidak lama Ninja putih milik Deva lewat dihadapan mereka semua.
“Kak, semuanya sorry gue ada urusan. Maaf gue gak jadi kerumah loe” Pamit Deva yang langsung mengenakan helm full facenya
“Dev, tunggu Dev” Panggil Rio, tapi sia-sia karena Deva sudah melajukan Ninjanya “Ahh, damn!” Lanjutnya
“Udahlah Yo” Kata Cakka
“Apa gue susul ya?” Tanya Rio
“Jangan, mungkin itu urusan mereka, besok kita tanya aja sama Ify” Saran Shilla
Yang lain hanya menganggukn dan bersiap-siap untuk pulang kerumah masing-masing.
the end #PLAKK#
hhehe,, belum ya?
gimana? lanjut gak nih?
kalo lanjut, koment nd like yah,,,
kalo gak, gak mau tag ahh.. hahhaa *ngancem*
maaf ya kalo ngaret..
hahaha
Deva mau kemana ya? *kerumah saya #digebuk DS#
see u next part..
tha..
Cheers(;!!!
Trisil {}
That's All Cause Ify Part 8
“RAYYYYYYYYYYYYYY” Teriak Rio pake toa dari depan pintu rumahnya
“APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” jawab Ray tak kalah toanya, sambil berjalan menghampiri Rio yang tengah siap diatas cagiva putihnya.
“Lama amat kayak perawan loe” Kata Rio.
“Yee, gue kan ganteng” Kata Ray ngeles
“Gantengan gue” Kata Rio
“Cakepan gue”
“Manisan gue”
“Loe sepet”
“Pion catur”
“Item”
“Gondrong Jelek”
“Rese loe”
“STOOPPP” teriak Alvin dari atas cagiva hitamnya diluar gerbang rumah Rio
“Eh Alpin udah nyamper” Kata Rio
“Cepetan, pagi-pagi udah kampanye (??) loe” kata Alvin
“Nyeh, bego amat sih kak? Gue ama kak Rio lagi Orasi tau (-,-)” Kata Ray
“Ngek, makin gak nyambung” Kata Rio sambil menoyor Ray
“Orasi apa coba?” Tanya Alvin
“ORASI KEGANTENGAN KITA” Jawab Ray dan Rio kompak
***
“Yahhhhhhhhhh, gue sama kalian pisah kelas” Keluh Shilla pada d’V-miLe sambil melihat pengumuman kelas di mading
“Gak apa-apa lah Shill, kan istirahat masih bisa ketemu” Kata Acha menyemangati
“Iya, kan loe bisa kekelas kita” Kata Via dilanjut Agni
“Atau sebaliknya”
“Tapi tetep aja kita gak sekelas, gue gak ada temen, sedangkan loe berempat” Keluh Shilla
“Gak apa-apa Shill, toh kela kita gak begitu jauh loe IPA 1 kita IPA 2” Kata Ify menenangkan
“Iya-iya”
“Woyyyy, gue kelas berapa?” Tanya Cakka tiba-tiba
“Gak tau” Jawab Via
“Ngapain gue ngurusin punya loe?” Ucap Ify seenaknya
“Rese loe Py” Kata Cakka menoyor Ify
“Aduh, dasar acakkadut” Balas Ify menoyor Cakka
Cakka tidak menanggapi, mata, tangan dan pikirannya tengah berkonsentrasi menelusuri barisan nama-nama untuk mencari namanya.
“Yes ! IPA 1. Yah, gak sekelas sama kodok tapinya, sekelasnya sama si Item (-.-)” Kata Cakka seenaknya
WINGGGGGGHHHH....
WINGGGGGGHHHH....
Dua meteor #PLAKK# maksudnya dua tangan mendarat dikepala bagian belakang Cakka. Cakka menoleh, tampaknya duo Alvrio sedang tersenyum tanpa dosa.
“Nyeh, muka loe berdua, minta gue injek!” Kata Cakka seenaknya *CAKKA POV –huaaa, RISE and ALVZ bawa bambu runcing... Kaburrrrrrrr--*
“Omongan loe kagak diayak sih” Celetuk Ify
“Bawel dah loe” Gerutu Cakka.
“Yee, malah ribut. Gue kelas berapa emang Cak?” Tanya Rio
“Loe sekelas sama gue Yo, IPA 1. Kalo si Alvin IPA 2” Jawab Rio
“TIDAKKKKKK, ALVIN KITA BERPISAHHH!!!!” Teriak Rio histeris
“Apa sih loe?” Kata Alvin santai
“Dasar PUPBAY” Celetuk Ify yang langsung dibekap Rio
“Rihmmnpd*%$&^#jmahmmppghh” Ify berusaha berbicara karena mulutnya dibekap
“Yo, anak orang loe” Kata Alvin mengingatkan
“Eh iya” Kata Rio yang langsung melepaskan tangannya
“Ogeb loe, hampir mati gue” Kata Ify sambil menoyor Rio
“Hehehe, piss Fy. Loe lagian buka kartu gue” Kata Rio
“Hah? Emang tadi loe bilang Rio apaan? Alay? Lebay? Capcay? Fuyunghai? (-.-)” Tanya Cakka
“Apa sih? Nyambungnya kemakanan” Keluh Rio
“Lagian emang apaan?” Tanya Cakka
“Ahh, 2010 gak ada siaran ulang” Kata Rio ngeles
“Eh, berarti loe berdua sekelas sama Shilla ya?” Tanya Ify
“Shilla IPA 1? Emang loe kelas berapa?” Tanya Rio
“Iya. Gue ama Agni, Via, Acha sama kaya Alvin, IPA 2” Jawab Ify
“Yah pisah juga” Keluh Rio
“Lebay loe, beda ruangan doang kali, ruangannya juga sebelahan” Kata Ify
“Iya, tapi gak seru aja, dulu waktu kelas X kita sekelas bisa gokil-gokilan bareng” Kata Rio
“Sekarang malah bagus Yo, gak sekelas sama Ify, tandanya mengarahkan kita pada kewarasan” Celetuk Cakka
“Sial loe CiCakka, kesannya gue virusnya”
“EMANG” Jawab anggota d’V-mile lain dan d’Cavrionz
Ify manyun
“Yee, ngambek. Tapi serius, kelas kalo gak ada loe sepi” Kata Shilla
“Gak ada gue gak rame dong?” Kata Ify back to narsis
“Nyeh, baru dipuji narsisnya kumat” Kata Rio
***
“HUAAA....... TIDAKKKK.... masa gue sekelas sama Keke Kedondong” Kata Deva Histeris yang membuat seluruh pandangan mata mengarah padanya.
Deva Nyengir
“Biasa aja bisa gak Dev?” Kata Obiet sambil menutup kupingnya
“Gue syok Biet, syok” Kata Deva lebay sambil menggoyangkan bahu Obiet.
“Ahh lebay loe, serem gue!” Kata Obiet yang langsung menghindar
“GAK MUNGKIN.. GAK MUNGKIN TERJADI gimana dengan masa depan gue?” Teriak Ray tak kalah Histeris
“Kenapa sih Ray?” Tanya Lintar
“Loe hamil Ray? Kok bingung ama masa depan?” Tanya Deva seenaknya
“Ogeb loe Dev, masa Ray hamil?” Kata Obiet menoyor Deva
“Masa gue sekelas sama Oliv Oil Minyak Jelantah?” Kata Ray histeris
“Yaudahlah yang penting kita berempat sekelas” Kata Lintar
“Iya-iya”
“Gue kebayang tiap hari bakal ada perang dunia nih (-.-)” Kata Obiet
“Apa lawan apa Biet?” Tanya Lintar seperti menanyakan pertandingan bola
“Yee, emang liga euro apa. Itu tuh perang antar RAVIA dan KEVA” Jawab Obiet
“Lah, bukannya KEVA udah jadian? Kok perang?” Tanya Lintar polos
“Ishh dah si Gledek, atas dasar apa loe bilang gue ama Keke Kedondong Jadian?” Tanya Deva
“Waktu apel MOS?”
“Ahh, itu kan Cuma bercanda” Kata Deva
“Masa sih Dev? Padahal kemaren waktu ngeliat Keke sama Kak Ozy lagi bercanda, kerjaan loe malah berantakkan” Kata Ray
Jadi kemaren waktu LDKS, Deva dkk juga melihat OKE yang tengah bercanda
“Yeee, itu.. itu mah gue lagi gak mood aja” Kata Deva ngeles
“Iya gak mood liat Keke bareng Kak Ozy” Celetuk Obiet
“Apaan sih loe pada kok, jadi gue yang diledek?” Keluh Deva
“Ciee, ada something nih. Ehemm” Goda Ray
“Ngomong sekali lagi gue bacok loe” Ancam Deva
***
Cafetaria Cagvairs –Jam Istirahat-
“Shill, Yo, Kka. Kekantin bareng yuk” Ajak Ify
“Nyeh, gak usah teriak-teriak kali Fy” Kata Shilla
“Tau, kelas gue yang aman dan tentram. Langsung berisik” Kata Rio
“Yaudah lain kali gue gak nyamper lagi” Kata Ify ngambek dan jalannya agak dipercepat hingga tak begitu memperhatikkan jalan dan....
BRUKKK
Ify terjatuh dan sepertinya orang yang ditabraknya juga terjatuh. Dengan segera Ify bangkit dan membersihkan rok coklat muda motif bujur sangkar coklat tua, seragam kebanggaan cagvairs.
“Aduh maaf, lo gak apa-apa kan?” Ucap Ify tanpa menoleh orang yang ditabraknya karena sibuk dengan roknya. Ketika mengangkat kepalannya ternyata seseorang yang ditabraknya telah berlalu tanpa sepatah katapun meninggalkan Ify.
‘Oh God, perasaan apa ini? Kenapa tiba-tiba ada rasa amarah dan rindu dalam diri aku?’ Batin Ify
“Fy loe gak apa-apa kan?” Tanya Via menyadarkan lamunan Ify
“Hah? i.. iyaa gak apa-apa Fy” Jawab Ify gugup
“Loe kenapa Fy?” Tanya Rio
“Gue jatoh dodol” Jawab Ify kesal
“Gue tau, ada yang luka gak?” Tanya Rio
“Gak, Cuma rok gue doang kotor nih” Jawab Ify
“Yaudah lanjut, kekantinlah” Ajak Cakka
***
Sesampai dicafetaria, para anggota d’V-miLe dan d’CavrionZ langsung menghampiri sebuah meja yang paling besar dan panjang untuk ditempati kurang lebih 20 orang.
“Zy, ngikut ya?” Ijin Ify
“Duduk aja Fy, gue juga sendiri. Meja lain penuh” Balas Ozy ramah
Akhirnya para anggota d’V-miLe dan d’CavrionZ langsung menempati meja tersebut.
“Yo, loe janji nraktir gue kan? Bakso bu Sumi” Kata Ify sambil menaikturunkan alisnya.
“Nyeh, gue pikir loe lupa” Kata Rio
“Eittss, loe udah janji”
“Iya-iya”
“Yee, loe berdua malah asyik sendiri, bayarin kita juga dong. Kan loe berdua kepilih jadi Kapten Varaway” Celetuk Cakka
“Bangkrut gue” Kata Rio
“Pelit loe”
“Bodo”
“Iya Fy, traktir kita dong” Kata Via dengan muka melas Rio
“Ogah”
“Ahh Ify, loe janji kan mau ngerayain bareng kita?” Kata Agni
“Iya, tapi ini kan ada d’Cavrionz juga” Kata Ify ngeles
“Ayolah Fy, traktir-traktir. Patungan ama Rio juga gak papa” celetuk Cakka seenaknya
“Nyeh, bangkrut gue” Kata Rio
“Okelah, daripada kita gak makan-makan. Gak ada salahnya gue traktir loe semua” Kata Ify pada akhirnya
“Yess” koor yang lain
“Yesss, neng Ipy baik dah traktir-traktir” Kata Ozy
“Mana? Loe semua mau pesen apa? Gue yang pesen” Tawar Cakka semangat.
“Yee, yang mau traktir Ify apa elo sih, semangat amat” Keluh Rio
“Yee, gak mau gue pesenin yaudah, sana pesen sendiri” Kata Cakka
“Yee, malah ribut. Kka, gue mie ayam sama jus jeruk” Pesan Ify
“Gue sama” Kata Rio, Alvin, Agni, Shilla
“Gue bakso aja deh sama es teh” Pinta Acha
“Gue ngikut Acha” Kata Via
“Gue Juga” Kata Ozy
“Oke, gue pesen dulu” Kata Cakka sambil menjauhi meja yang diduduki teman-temannya.
Tak berapa lama kemudian Cakka telah kembali bersama seorang ibu-ibu setengah baya yang membawa nampan penuh berisi pesanan d’V-miLe dan d’Cavrionz.
“Nih, mas, mba” Kata Ibu-ibu tersebut sambil membagi-bagikan isi nampan.
“Makasih Bu” Ucap anak-anak d’V-miLe dan d’Cavrionz.
Ibu-ibu itu hanya mengangguk kecil dan tersenyum lalu pergi menjauhi meja d’V-miLe dan d’Cavrionz. Ketika tengah asyik menyantap makanan masing-masing ada yang menepuk punggung mereka masing. Akhirya mereka terpaksa menghentikan kegiatannya masing-masing dan berbalik.
“Enak nih” Kata Ray
“Kak Ifyy, mau” rengek Deva
“Kak Ify traktir dong” Pinta Obiet
“Nyeh, kakak gue nih Biet, masa loe embat” Keluh Deva
“Yee, orang kak Ify, udah jadi kakak gue juga” Balas Obiet gak mau kalah
“Trus Kak Shilla mau loe kemanain?” Kata Deva
“Ya, gak dikemana-manain, disitu aja” Kata Obiet santai
“Yee, loe berdua berantem” Kata Ray “Kak Rio Jajanin gue (-.-)” Pinta Ray
“Rio aja ditraktir Ify” Celetuk Cakka
“Yee, payah loe kak. Masa ditraktir cewe” Ledek Ray
“Bukan gue doang, kita semua tau. Loe juga kalo ditraktir mau” Keluh Rio
Ray nyengir
“Kak, traktir aku dong” Kata Keke sambil merangkul Ozy
Sivia menepuk jidatnya, sedangkan Acha sudah gelisah ditempatnya melihat kejadian dihadapannya. Shilla mencoba berbisik ‘sabar Cha’. Deva menatap Keke dan Ozy dengan tatapan tajam. ‘Aduh, apa sih? Kok gue jadi kesel liat Keke kayak gitu’ Batin Deva
Suasana hening.
“Yaudah sana pesen aja, ntar aku bayar” Kata Ozy sambil tersenyum.
“Oke sip” Kata Keke sambil berlari menjauhi meja.
“Kak gue gimana dong?” Tanya Ray pada Rio
“Minta sana ama Ify” Kata Rio cuek
“Nyeh, kesannya gue emaknya” Kata Ify “Yaudah sana” Lanjutnya
“Ray doang nih” Tanya Obiet
“Iya loe semua, beserta temen-temen loe” Kata Ify kesal
“Yang bener kak? Loe gak minta gue untuk nari balet dulu kan?” Tanya Ray
“Loe mau?” Tanya Ify
“Kagak, ayo guys, cabutttt” Ajak Ray pada yang lain, Obiet, Lintar, Oliv, Oik dan Nova segera mengikuti Ray.
“Loe gak ngikut Dev?” Tanya Cakka
Deva diam
“Devaaa” Panggil Ify sambil menggoyangkan tangan Deva
“Ah, hah, gak, gue gak laper. Gue balik kekelas dulu” Kata Deva berbalik
“Kenapa tuh anak?” Kata Alvin akhirnya buka suara, karena Alvin dekat dengan Deva
“Gak tau” Kata Ify
“Gue susul deh” Kata Alvin yang langsung bangkit dari duduknya setelah mie ayamnya abis.
“Yaudah sana”
Akhirnya datanglah para kaum traktiran (??), dan langsung meduduki bangku yang kosong. Keke duduk dekat Ozy dan makan disebelahnya. Acha yang melihat pemandangan itu hanya bisa menghentakkan kakinya. Keke dan Ozy makan sambil sesekali bercanda hingga akhirnya..
BRAKKK, Acha menggebrak meja. Semua menoleh
“Kenapa Cha?” Tanya Via
“Gue belum ngerjain Fisika, gue kekelas” Pamit Acha seenaknya tanpa memandang kembali teman-temannya.
“Cha, tunggu Cha!” Panggil Agni sia-sia karena Acha telah berlari “Gue susul Acha” Pamit Agni sambil berlari menuju kelasnya
“Cemburu, menguras Bak Mandi nih, dua orang kena dampaknya” Celetuk Cakka
“Siapa Kak?” Tanya Obiet
“Yang pergi dua orang pertama” sambung Ify
“Kak Acha sama Deva?” Tanya Ray
“Emang kenapa?” Tanya Ozy tanpa dosa!
Via menepuk jidatnya “Ajib loe Zy, Ke. Salah paham mereka” Kata Via dengan nada yang tinggi, sambil pergi meninggalkan kafetaria.
“Jiahhh, pada pergi” Kata Ray
“Gue bayar dulu ya, Sorry guys gue tinggal” Pamit Ify sambil menarik Shilla
Yang lain hanya mengangguk.
***
Deva terduduk dibangku taman belakang, terdiam sambil memandang lurus kearah depan hingga ada yang menepuk bahunya.
“Loe kenapa Dev?” Tanya seseorang
“Eh elo Koh, gue gak papa” Kata Deva pada seseorang yang ternyata Alvin
“Gak mungkin, elo kesel ya?” Tanya Alvin yang juga duduk namun tidak mengarah pada Deva, pandangannya lurus kedepan seperti Deva.
“Gue gak tau”
“Loe kesel liat Keke deket sama Ozy ya?” Tanya Alvin
“Gak tau, yang jelas ada rasa sesek disini” Kata Deva sambil meletakkan tangannya didada
“Jiah, udah gede nih bocah” Kata Alvin, tersenyum
“Kenapa?”
“Loe cemburu Dev, loe suka sama Keke” Kata Alvin
“hah? Gak mungkin Koh, sama Keke Kedondong? Sarap kali”Kata Deva heboh
“Biasa aja kali, tapi terserah loe lah, mau loe pertahanin perasaan itu atau loe nyatain” Kata Alvin sambil bangkit dan pergi menjauhi Deva yang terpaku mencerna katakata Alvin barusan.
***
“Cha, loe salah paham” Kata Via sambil menghampiri Acha yang tengah dihibur Agni, butiran bening mengalir dipipi putihnya.
“Apalagi Vi? Pasti mereka pacaran Vi, Ozy dan ADEK loe” Kata Acha sambil menekankan kata yang dicapslock
“Cha, ini semua gak......”
“Udah Vi, gue gak mau denger lagi tentang mereka” Kata Acha tegas
“Tapi Cha...”
“Udah Vi, mending loe urus adek loe” Potong Acha
“Cha...”
“Gue bilang udah loe gak usah urusin gue, urus aja adek loe, takutnya adek loe disakitin sama Ozy juga” Bentak Acha
“Cha, loe itu bukan siapa-siapa Ozy. Kenapa loe marah-marah gini sih?” Kata Via dengan nada tinggi karena kesal.
“Gue tau, tapi loe juga tau sikap Ozy kegue, bahkan loe kasih semangat gue. Tapi tetep aja Ozy jadinya sama adek loe” Kata Acha
“Tapi loe juga gak bisa salahin Keke” Bela Via
“Oh iya gue lupa loe kakaknya” Sindir Acha dingin
Agni hanya terdiam melihat dua sahabatnya perang mulut, karena ia tau jika dia ikut campur maka masalah akan meluas. Untungnya keadaan kelas juga sepi karena anak XI IPA 2 sedang kekafetaria. Tak lama kemudian datanglah Ify dan Shilla.
“Loe kok pada diem-dieman gini?” Tanya Shilla
Tak ada yang menjawab, Via berlalu begitu saja meninggalkan teman-temannya.
“Vi, tunggu” Panggil Ify
“Biar dulu Fy” bisik Agni
Ify mengangguk
***
Via berjalan tergesa-gesa tanpa tujuan, hingga tidak memperhatikan jalan.
BRUKKK
Via terjatuh termasuk seseorang yang ditabraknya.
“Aduh, loe kalo jalan pake mata dong” Kata seseorang yang ditabrak Via
“Loe Ogeb amat sih, dimana-mana jalan pake kaki bukan mata” Kata Via nyolot
“Gue tau, loe jalan liat-liat kek”
“Elo dah tau gue gak ngeliat jalan malah ditabrak, loe juga gak pake mata” Balas Via
“Nyolot amat sih loe, asal loe tau, kamera gue hampir jatuh tau gak” Balas orang itu
“Yaudah maaf, yang penting gak jatuhkan?” Tanya Via
“Maaf-maaf buat apa ada penjara kalo gitu?”
“Loe tuh ya, gue udah minta maaf, mau loe seret ke Polda juga gara-gara kayak gini. Lebay loe jadi cowok” Balas Via
“Udah?”
Via terdiam karena cowok itu menatap tajam dirinya.
“Kalo udah selesai nyerocosnya, gue tinggal” Kata cowok itu seenaknya sambil meninggalkan Via yang penuh dengan aura neraka di pikirannya.
***
Tokkk.. Tokk...Tokkk... Seorang gadis berpipi berparas manis mengetuk sebuah pintu rumah bercat putih. Akhirnya pintu itu terbuka.
“Eh Mba Via. Cari Mas Ozy ya?” Tanya seorang ibu tua dengan gurat kelelahan terlukis diwajahnya.
“Iya Bi. Ozynya ada?” Tanya Via sopan
“Ada. Mba masuk yuk, biar Bibi panggil” Ajak Ibu tersebut
Via mengangguk dan tersenyum sambil memasuki rumah Ozy.
“Duduk Mba” Kata Ibu itu mempersilahkan “Bibi ambil minum dulu ya? Mba Via mau apa?” Tawarnya
“Makasih Bi. Air putih dingin aja Bi” Kata Via “Tolong ya” lanjutnya
Ibu itu tersenyum lalu berjalan kearah dapur
“Eh elo Vi. Tumben kesini ada apa?” Tanya Ozy yang sudah keluar dari persembunyiannya #PLAKK# Kamar maksudnya.
“Gue mau ngomong serius nih”
“Yaelah Vi. Biasa aja kali. Eh Acha marah sama gue ya?” Tanya Ozy polos
“Iya itu dia yang mau gue bahas” Kata Via
Belum sempat Ozy bertanya
“Nih Mba minumnya, bibi kedalem dulu ya”
“Iya makasih Bi”
“Diminum Vi” Tawar Ozy
“Iya. Zy, Acha salah paham, mending loe nyatain sekarang deh kalo loe emang suka sama dia” Kata Via to the point
“Weitss selow Vi. Belom siap gue. Lagian kenapa bisa salah paham sih?” Tanya Ozy innocent
Rasanya Via ingin menelan Ozy bulat-bulat sekarang juga *emang bisa Vi?* #abaikan
“Aduhhh, loe cakep kok bego sih? *piss Fz*” Kata Via
“Yee, gue ganteng kali Vi” Kata Ozy pede
“Gak nyambung jelek ! Acha nyangka loe sama Keke pacaran tau !” Kata Via to the point tanpa basa basi dan langsung saja (-.-)
“Hah? Masa sih? Mana mungkin. Gue kan sama Keke Cuma sepupuan kayak gue sama loe” Kata Ozy
“Makanya itu, setiap gue mau jelasin pasti dicut mulu, ujungnya ribut. Mending loe yang jelasinlah” Kata Via nyerah
“Aduh Vi, gue belum siap” Kata Ozy melas
“Alah, kaya mau kawin loe” Seru Via kesal
“Yee, gue takut ditolak”
“Minjem kata-kata si Ify. Loe cowok bukan sih? Belum nyoba udah nyerah *inget kan pas Ify bilang itu ke Obiet?*
“Iya-iya tapi loe sama temen-temen loe bantuin gue ya?” Pinta Ozy.
“Nope bro!” Kata Via senang
“Thanks sist”
“Ur well”
***
“Kak.. kak Acha, makan dulu yuk. Loe dari pulang sekolah belum makan kan?” Panggil Nova sambil mengetuk pintu kamar Acha.
Tokk.. Tokkk.. Tokk..
“Kak, ayo makan, ditunggu Papah-Mamah” Bujuk Nova lagi
“Gue gak laper dek” Kata Acha dengan suara parau
“Kak loe nangis ya? Kak gue masuk ya?” Kata Nova
“Gak, tenggorokan gue lagi gak enak, loe bawain makanan gue kesini” Kata Acha
Tak ada jawaban, sepertinya Nova sudah kebawah untuk mengambil makanan untuk kakak semata wayangnya.
‘Ahhh, gara-gara satu orang gue marah-marah gak jelas. Via kena getahnya lagi. Gue bentak dia. Aduh bersalah banget gue. Padahal mereka yang selalu ada buat gue.’ Batin Acha “Tapi loe udah buat gue berantakan Zy” gumam Acha lirih
***
“Haduhh gila Vi, deg-degan gue, sumpah” Rengek Ozy
“Yaa ampun, species kaya loe bisa deg-degan?” Tanya Via
Ozy menoyor Via “Gue manusia kali Vi” Kata Ozy manyun
“Hehehe, peace! Anak-anak udah ditempat masing-masing. Semua berjalan sesuai rencana” Kata Via “Gue panggil Acha ya” Kata Via sambil melarikan diri (??)
***
“ACHAAAA” Panggil Via
“Ehh.. I.. Iyaaa.. kenapa Vi?” Jawab Acha Kikuk
“Gak usah kikuk gitu kali Cha, biasa aja” Kata Via sambil tersenyum
“Heh? Ehh.. I.. Iyaa.. Gue.. Gue.. Emm..” Kata Acha masih kikuk
“Cha, kelamaan, ayo ikut gue” Kata Via sambil menarik Acha
“Ehh.. Ehh.. Vi.. Vi.. mau kemana? Woy, gue bisa jalan sendiri kali” Keluh Acha
“Gak, kalo gue lepas loe jalannya lelet” Tolak Via sambil terus menarik Acha
***
“Aduh Vi, apasih pake tutup mata segala” Keluh Acha
“Mau maen petak umpet Cha” Jawab Via asal
“Kakek loe drummer, gue buka ya?” Kata Acha sambil mengarahkan tangannya kepenutup mata
“Ahhh, jangan kalo dibuka, permintaan maaf loe gue tolak” Ancam Via, mengingat permintaan maaf Acha yang belum ia jawab.
“Iya-iya”
Akhirnya Achapun dituntun oleh Via kedalam sebuah Lapangan basket indoor Cagvairs.
“Boleh dibuka gak nih?” Tanya Acha
“Ntar dulu, gue hitung mundur, baru boleh loe buka”
“Yaudah cepet hitung” gerutu Acha
“3............” Via berjalan menjauhi Acha
“2............” Via makin mengencangkan hitungannya
“1............”
Acha membuka penutup matanya
-singgggggggggg- *kayak dikomik-komik gitu :P*
Hening
“......”
Krikk
Krikk
Krikk
....
Continue ...
Cheers (;!!!
Trisil {}
That's All Cause Ify Part 7
Ify sedang membantu anak kelas satu untuk menyiapkan konsumsi untuk malam hari, hingga sebuah suara memecah konsentrasinya.
“Fy”
“Iya. Kenapa Vi?” Tanya Ify sambil mecuci tangannya.
“Kayaknya kita selesaikan sekarang aja deh Fy, suasananya makin gak enak, Lagian malam ini malam terakhir kita diSukabumi, besok pagi kita udah ke Jakarta, gue mau ntar malem kita bisa seneng-seneng bareng” Pinta Via.
“Oke, gue setuju, bentar ya” Tampak Ify meninggalkan Via dan berbicara dengan salah seorang murid kelas satu. “Ayo Vi” Ajak Ify sambil menarik tangan Via.
***
“Jadi sekarang siapa yang mau ngomong duluan?” Tanya Ify.
“Gue Fy, ehmm sebenernya keliatannya ini masalah kecil....” Penjelasan Shilla terputus
“Buat loe Shill !” Kata Acha tegas.
“Cha, tenang” Kata Via sambil mengusap punggung Acha.
“Lanjut Shill” Perintah Ify.
Akhirnya Shilla menceritakan kejadian apa yang dilihat dirinya dan Acha. Tentang Keke dan Ozy.
Ify mengangguk-angguk dan berkata “Loe cemburu Cha?” Tanya Ify.
“Gue gak tau Fy, ada rasa kurang suka dalam diri gue saat ngeliat itu” Kata Acha.
“Tapi Cha, dengan loe ngelampiasin ini kekita semua, loe jugasalah Cha, karena loe gak ada Hak” Kata Shilla.
“Shill, loe gak ngerasain” Bentak Acha emosi
“Cha, bener kata Shilla, lagian loe bukan pacarnya Ozy kan?” Kata Via lembut sambil membelai rambut panjang Acha.
Acha terdiam, ‘Gue emang bukan siapa-siapa Ozy, trus kenapa gue marah, bener kata mereka gue gak ada hak’ Batin Acha.
“Cha, dengerin gue” Kata Ify memegang pundak Acha. “Loe mungkin sekarang bukan siapa-siapanya Ozy, tapi kalo loe emang sayang sama Ozy, Loe mantepin hati loe untuk jadi seseorang yang baik bagi Ozy. Jangan loe lampiasin ini sama Via karena Via kakaknya Keke. Perasaan dan Hati seorang manusia adalah milik masing-masing walau mereka adalah saudara” Nasihat Ify.
Acha terdiam nampak mencerna kata-kata Ify barusan. Tak lama Acha tersenyum dan meminta maaf pada Anggota d’V-miLe yang lain.
“Maafin gue yah Guys, gue egois” Kata Acha.
“Ur well Cha, maaf kalo kata-kata gue ama Via kasar” Kata Shilla.
“No problem sist” Kata Acha. “Big thanks, just for you Fy” Kata Acha sambil memeluk Ify.
“Ur well”
“Oh ya Cha, Ozy itu..........” Penjelasan Via kembali terputus
“Ehh, kayaknya masih ada satu problem deh” Kata Shilla.
“Oh iya Ag, loe kok diem aja?” Tanya Ify.
“Ceritain aja Ag, Ify pasti ngeti kok” Kata Acha.
“Kenapa Ag?” Tanya Ify
“Oik marah ama gue Fy, karena loe” Kata Agni tajam
“Gue? Hmm, gue tau. Pasti karena Cakka bantuin loe buat bangun ini tenda ya?” Tebak Ify
“Iya, okelah secara logika gue. Gue gak nyalahin loe sepenuhnya, tapi seandainya loe gak nyuruh Cakka bantuin gue pasti Oik gak akan marah” Kata Agni
“Oik kenapa?”
“Nih jadi gini.......
-----FLASHBACK-----START
“Ag, gue sebelah sini. Loe sana ya” Kata Cakka.
“Terserah” Kata Agni Jutek
Cakka tidak menjawab dan langsung melaksanakan membangun pondasi tenda, tiba-tiba.
“Aww, Damn!” Pekik Agni.
“Kenapa Ag?” Tanya Cakka kaget dan langsung menghampiri Agni.
“Loe gak liat tangan gue berdarah kena nih paku?” Jawab Agni kesal
“Sini gue obatin, dimana P3K kelompok loe?” Tawar Cakka
“Tuh didepan tenda di tas kecil warna kuning” Kata Agni.
Akhirnya Cakka mengambil kotak P3K, dan langsung mengobati tangan Agni yang terkena paku. Saat itu posisinya Cakka tengah memangku tangan Agni, dan sesekali mengangkatnya untuk mengobatinya. Tiba-tiba.
“KAK AGNII” Panggil seseorang
Agni spontan menarik tangannya. “Kenapa Ik?” Tanya Agni.
“Kak, loe ngapain deket-deket dia? Udah kena pesonanya kak?” Tanya Oik
“Loe ngomong apasih?” Tanya Agni tanpa menjawab pertanyaan Oik.
“Kan loe sendiri yang bilang jangan deket-deket playboy cap salmon ini. Dulu loe yang ngelarang gue mati-matian buat jauh-jauh dari dia” Kata Oik sambil menunjuk Cakka. “Sampe gue tau keplayboyan dia, plin plan banget sih loe Kak jadi orang, atau loe juga mau jadi korbannya dia?” Kata Oik kesal.
“Jaga omongan loe Ik, gue sama dia gak ngapa-ngapain” Balas Agni ngotot.
“Trus loe sekarang ngapain? Pacaran? Mojok? Gue gak ngerti jalan pikiran loe Kak” Kata Oik.
“Gue malah makin gak ngerti sama pikiran realistis loe kemana” Kata Agni tajam.
“Udah Ag, Ik. Loe berdua kok malah berantem gini sih?” Kata Cakka menengahi
Oik hanya diam dan langsung pergi meninggalkan CaGni.
“Ini semua gara-gara loe, seandainya dulu loe gak nyakitin adek gue pasti dia gak bakal sesensi ini” Kata Agni Kesal sambil meninggalkan Cakka.
‘Loe bener Ag, ini salah gue dan gue akan memperbaiki itu semua dari awal’ Batin Cakka.
-----FLASHBACK-----FINISH
“Intinya loe marahan sama Oik karena salah paham sama Cakka?” Tanya Ify.
Agni mengangguk.
“Loe udah tau kan cara ngatasinnya?” Tanya Ify lagi.
Agni menggeleng lemah.
“Agni, loe itu seorang kakak. Apalagi loe ama Oik Cuma beda setahun pasti loe paham karakter dia dong?” Jelas Ify.
“Maksud loe Fy?” Tanya Shilla yang juga gak paham.
“Nyeh, si Shilla juga teh oneng. Loe semua denger ya, karena kita semua punya adek yang beda satu tahun dari kita semua. Masing-masing dari kita pasti paham lah karakter adek kita masing-masing, dan dengan berpegang pada itulah loe semua nyelsein masalah loe dengan adek loe kayak Agni sekarang. Contohnya, adek loe bisa diajak ngomong baik-baik kalo sedang ngelakuin apa? Intinya loe harus coba Ag. Karena pasti loe lebih kenal Oik dibanding gue. Oik pasti bisa terima kok” Kata Ify.
“Thanks Fy” Kata Agni.
‘Loe emang paling bisa diandalkan Fy, kalo masalah kayak gini’ Batin Via
‘Tapi yang bisa baca pikiran Obiet malah elo Fy bukan gue, kakaknya’ Batin Shilla
***
“Ihh, Via nyebelin deh, barang sebayak ini gue yang bawa, sendirian pula” Gerutu Shilla sambil berjalan dan membawa tumpukan kardus snack, karena terlalu asyik (??) menggerutu Shilla tidak memperhatikan jalan dan
BRUKKK
Shilla terjatuh bersama dengan barang bawaannya.
“Aduh, gila sakit banget dah. Siapa sih yang jalan gak pake mata?” Umpat Shilla.
“Gue, gue kan jalan pake kaki gak pake mata (-.-)” Kata seorang cowok yang ternyata Rio.
“Eh elo Yo” Kata Shilla rada gugup karena belum begitu mengenal Rio.
“Santai aja kali Shill, loe temennya Ify kan? Oh iya sini deh gue bantuin sebagai permintaan maaf” Kata Rio Cool sambil tersenyum ramah.
“Eh, gak usah Yo” Kata Shilla menolak.
“Udah gak papa, taro deket unggun kan?” Tanya Rio
“Iya”
“Yaudah Ayo jalan” Kata Rio mendahului Shilla berjalan ke arah unggun.
‘Aduh, kok gue deg-deg an gini ya? Rio mirip banget sama seseorang, tapi siapa ya? Aduh apalagi tadi pas senyum’ Batin Shilla sambil tersenyum sendiri.
***
“Ayo Fy, nanti keburu malem, keburu unggun mulai” Kata Debo.
“Iya Kak, emang kita mau kemana?” Tanya Ify.
“Ada deh, tempatnya keren loe Fy” Kata Debo.
“Okelah”
Akhirnya mereka pergi menuju suatu tempat.
Sesampai ditempat tujuan.
“Fy, coba deh loe naik keatas sini” Perintah Debo yang sudah naik diatas suatu batu yang lumayan besar.
Ify menurut
“Coba loe liat keatas arah barat daya” Perintah Debo.
Ify melihat keatas lalu melihat kompasnya mencari arah barat daya. Lalu Ify kembali mengangkat wajahnya keatas.
“Wah, keren banget Kak bintangnya. Kalo gak salah itu Rasi Phoenix ya kak?” Tanya Ify.
“Yap, loe bener Fy” Kata Debo sambil melihat kearah Rasi tersebut.
“Pinter loe milih tempatnya” Kata Ify.
“Hehe, gue gituloh, Gue anggep sebagai harta karun nih” Kata Debo
“Ada-ada aja loe kak, By the way, loe kenapa ngajak gue kesini?” Tanya Ify.
Debo tidak menjawab, tapi langsung memegang kedua tangan Ify sambil menatap mata Ify.
Ify kaget, namun tidak berusaha melepaskannya.
“Fy, ini untuk kedua kalinya gue ngungkapin perasaan gue ke elo *yang pertama waktu Ify kelas 1 diskip yya?* Gue sayang sama loe Fy. Lebih dari seorang kakak yang loe pinta dulu. Gue gak bisa tahan perasaan gue Fy. Would you be my girl, Princess?” Kata Debo
Ify menunduk.
“Fy, jawab” Kata Debo.
“Maaf kak, tapi ini juga untuk kedua kalinya, perasaan Ify belum berubah, tetap kayak dulu, Cuma anggep kakak sebagai kakak Ify, gak lebih. Maaf Kak. Kakak bisa dapetin yang lebih baik dari Ify, sekali lagi maaf” Kata Ify yang mulai memberanikan diri menatap mata Debo.
“Apa loe gak bisa kasih kita waktu buat jalanin ini semua?” Tanya Debo.
“Maaf Kak, Ify gak suka dipaksa. Dan Ify gak suka ngasih orang harapan yang begitu besar tetapi hasilnya nihil. Ify Cuma anggep kakak sebagai seorang kakak gak lebih,” Kata Ify tegas. “Maaf kak Ify gak maksud........” Kata Ify lembut tapi terputus karena telunjuk Debo telah ada dimulutnya,
“Kakak ngerti, dan gak akan maksa kamu, maaf kalau udah maksa kamu, kita tetep temen ya?” Kata Debo sambil memberikan kelingkingnya.
“Always” Kata Ify sambil menautkan kelingkingnya.
“Balik yuk Fy” Ajak Debo
“Ehmm, kakak duluan aja, Ify masih pengen disini” Kata Ify menolak
“Yaudah, kakak temenin” Tawar Debo
“Jangan kak, kita butuh waktu untuk sendiri dulu” Kata Ify
“Good Idea, gue balik yaa, loe tau jalankan?” Goda Debo
“Yee, malah ngeledek”
“Gue kesana dulu yaa? Byee” Kata Debo berlalu sambil menyentil pelan hidung Ify.
Ify hanya mengangguk dan kembali termenung untuk melepas penat hingga ada yang menepuk punggung belakangnya, Ify berbalik sambil berkata “Katanya mau balik malah... eh elo Vin kok disini?” Tanya Ify.
“Dari 30 menit yang lalu gue disini Fy” Kata Alvin agak ketus
“Hah? Berarti loe denger pembicaraan gue?” Tanya Ify
“Sedikit” Kata Alvin singkat
“Jangan cerita kesiapa-siapa ya?” Pinta Ify
“Iya tenang aja” Kata Alvin cuek
“Loe kenapa sih Vin?” Tanya Ify yang agak kesal dengan sikap Alvin yang tidak biasa.
“Gak papa, Rio nyariin loe tuh, unggun mau dimulai” Jawab Alvin dingin
“Loe gak biasanya Vin” Kata Ify
“Kan gue bilang gue gak papa, Udah nanti acara keburu mulai” Kata Alvin sambil menarik tangan Ify.
Ify menurut
‘Gue juga gak tau Fy, kenapa gue bisa gini. Tapi ngeliat Debo nembak loe gue agak kesel’ Batin Alvin.
***
“Ya ampun Fy, loe kemana aja sih?” Tanya Via yang langsung menghampiri Ify yang datang bersama Alvin yang langsung berlalu
“Liat bintang” Jawab Ify singkat.
“Eh Ify, Rio katanya tampil pertama tuh buat acara unggun” Kata Acha
“Oh yaudah kesana yuk” Ajak Ify pada yang lain.
“Ayo kebetulan Shilla sama Agni udah disana.” Kata Via
***
“Selamat malam adik-adik, teman-teman dan para guru, malam ini adalah malam puncak dari kegiatan LDKS kita, Saya Mario sebagai ketua OSIS ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang sudah menjalankan seluruh kegiatan ini dengan baik. Lastly, saya akan membawakan lagu dari Padi, lagu ini saya dedikasikan terutama untuk sahabat baik saya” Kata Rio yang langsung tersenyum kearah Alvin dan Ify.
“Fy, Rio senyum ke elonya manis banget sih” Kata Via
“Envy gue, upsss” Shilla keceplosan langsung menutup mulutnya.
“Wahh, Shilla suka sama Rio ya?” Ledek Ify
“Gak kok, Cuma ngeledek loe doang” Kata Shilla ngeless
“Percaya-percaya” Kata Ify
“Woy balik kedepan Rio mau nyanyi” Kata Acha,
Rio mulai memetik gitarnya, dan mulai bernyanyi
aku mengenal dikau tlah cukup lama separuh usiaku namun begitu banyak pelajaran yang aku terima
Reff :
kau membuatku mengerti hidup ini kita terlahir bagai selembar kertas putih tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai dan terwujud harmoni
segala kebaikan takkan terhapus oleh kepahitan ku lapangkan resah jiwa karna ku percaya kan berujung indah
repeat reff
harmoni, harmoni, harmoni
repeat reff
Prok.... Prokkk.... Prokkk....
Applausean yang meriah mengakhiri dari lagu yang dinyanyikan Rio.
“Terimakasih untuk semua”
Sementara ditempat lain.
‘Apa Rio alasannya Fy? Gue akan mundur’ Batin seseorang.
***
Baru saja Rio akan keluar dari tendanya, seseorang telah menemuinya diluar tenda.
“Eh kak Debo, kenapa Kak?” Tanya Rio
“Ehh Yo, kita tukeran ya, gue shift pertama, loe kedua. Hari ini gue mau istirahat nih tanapa putus-putus” Kata Debo
“Ahh, ada-ada aja loe Ka. Yaudah lagian muka loe rada pucet gitu, kayak kurang istirahat. Apa biar gue gantiin dua-duanya?” Tanya Rio
“Gak usah Yo, kasian elo, kemaren abis gantiin Ify, sekarang masa gantiin gue juga, udah gue gak apa apa” Tolak Debo.
“Okelah” kata Rio yang langsung kembali masuk tendanya.
***
Tepat pukul 02.00 Rio keluar dari tendanya untuk gantian berjaga, saat keluar tenda dia bertemu dengan Debo dan Irva
“Eh, bro udah bangun, yaudah gue masuk ya?” Kata Debo.
“Sipp lah Kak”
Rio akhirnya memutuskan untuk menghampiri tenda Ify. Tetapi ternyata Ify juga telah terbangun dan sepertinya tengah melamun,
“Hey Fy” Sapa Rio.
“Eh elo Yo, masih jaga? Bukannya sekarang jam pergantian?” Tanya Ify sambil melihat jam tangan swiss yang melingkar ditangannya.
“Gue tukeran jaga sama Kak Debo, jadi gue baru mulai jaga” Jelas Rio
“Ohh”
“Loe bangun dari jam berapa?” Tanya Rio.
“Dari selesai unggun gue gak bisa tidur Yo” Kata Ify
“Hah, terus loe disini dari tadi?” Tanya Rio
Ify mengangguk
Rio memegang pipi Ify lalu berkata “Ampe dingin Fy, bisa masuk angin loe” Kata Rio yang langsung melepas sweater yang dipakainya lalu dipakaikan ke Ify.
“Eh jangan Yo, entar loe kedinginan” Kata Ify sambil melepas sweater Rio.
“Gak, gue kan baru aja keluar, lagian gue pake lengan panjang ini. Dan gue masih ada sweater satu lagi” Kata Rio menahan gerakkan Ify untuk melepas sweaternya.
“Thankss”
“Loe kenapa gak bisa tidur ampe segitunya?” Tanya Rio
“Gak tau nih, akhir-akhir ini perasaan gue gelisah banget” Kata Ify
“Tentang?”
“Gak taulah, Gak penting” Kata Ify singkat.
‘Maaf Yo, gue Cuma mau ngehindarin kenyataan kalo gue juga takut tau apa yang jadi penyebab kegelisahan gue” batin Ify.
Rio memainkan Nokia C3 nya, sambil sesekali mengawasi keadaan sekeliling.
Ify hanya terdiam disampingnya.
“Loe ngantuk Fy?” Tanya Rio
“Gak begitu, Cuma rada capek aja dari kemaren keliling mulu” Kata Ify.
“Senderan aja dipundak gue” Kata Rio.
“Iya” Kata Ify yang lalu meletakkan kepalanya dipundak Rio, tapi tidak tertidur malah memainkan I-Phonenya.
Rio yang sadar Ify tidak tidur hanya memainkan I-Phone kembali berkata “Tidur aja Fy, gue gak papa kok” Kata Rio
“Gak Ahh, besok aja dibus, perjalanan dari sukabumi ampe jakarta kan lumayan buat tidur” Kata Ify
“Yaudah”
***
Keesokan harinya para peserta sudah mulai bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Termasuk Ify dkk. Mereka masing-masing mulai memasuki Bus yang sudah disiapkan. Semua sudah mulai memasuki Bus. Hingga akhirnya Ify dan Rio yang baru memasuki Bus seperti waktu keberangkatan tida mempunyai teman duduk.
“Jiahh, gue gak dapet temen lagi” Keluh Ify
“Kucel amat loe Fy?” Tanya Shilla
“Begadang semalem gue” Kata Ify
Tiba-tiba Rio masuk kedalam Bus.
“Tuhkan bener gue gak ada temen duduk lagi, Akvin udah selingkuh sama Cakka (??)” Kata Rio
“Sembarangan loe ngomong Yo.” Kata Cakka.
“Muka loe kucel amat Yo?” Tanya Alvin.
“Begadang ampe pagi” Kata Rio
“Lah, loe jaga barengan Ify?” Tanya Cakka
“Iya tukeran shift”
“Ohh”
“Duduk ama gue Fy, laksanain misi loe semalem” Kata Rio
“Heh? Loe berdua ngapain semalem?” Tanya Cakka
“Yee, otak loe kebaca Cak ma gue” Kata Alvin sambil menoyor Cakka
“Misi apaan Fy” Tanya Acha.
“Tidur ampe Jakartaaaaa” kata Ify bangga.
“Dasar manusia sarap loe berdua” Kata Via
“Bodo”
***
Gimana?Gimana??
Makin ancurkah?? *Gaksemangat*
Yess,, d'V-miLe gak jadi bubar... ! *prokprokprok*
Kira2 kenapa ya Shilla?
Ayo Rio mirip siapa?
Terus Alvin kenapa sama Ify...??
Leave a comment....
N Like klo bisa,, klo gak bisa bilang LIKE THIS yaa??
kalo jelek, bilang jujur lho...
*promote*
Cheers (;!!!
Trisil {}
That's All Cause Ify Part 6
Hari ini sampai 3 hari kedepan Cagvairs akan melaksanakan kegiatan LDKS bagi siswa baru Cagvairs. LDKS yang nantinya akan diadakan didaerah Sukabumi, akan diikuti oleh Ify dkk sebagai anggota OSIS.
“Ipppyyyyyyyyyyyyyyyyy”
“Apa sih Piiiaaaaaaaaaaa??” Balas Ify berteriak setelah tau siapa yang memanggilnya.
“Ishh, jelek banget nama gue?” Kata Via stelah didekat Ify
“Apa lagi nama gue gak cocok ama muka gue yang manis ini” Kata Ify Pede.
“Nyeh, narsis loe. Bantuin gue dong” Kata Via sambil menyerahkan sebuah tas tentengan yang lumayan besar.
“Ya ampun Vi. Apaan nih?” Tanya Ify sambil memperhatikan barang bawaan Via.
“Snack Fy, ditas gue udah gak muat” Kata Via
“Hah? Gila banyak amat”
“Takut kelaperan gue”
“Waelah gak segitunya kali, liat nih bawaan gue Cuma satu tas doang” kata Ify sambil menunjukkan tasnya
“Yee, pantesan loe cungkring. Kagak pernah bawa makanan sih” Ledek Via.
“Yee, malah ngeledek, gue buang nih” Kata Ify siap-siap melempar Tas Tentengan yang diberikan Via.
“Wett, wetts selow Py, berharga tuh” Kata Via sambil mencubit pelan lengan Ify.
“Euhh sakit jelek” Kata Ify sambil mencubit Pipi chubby Via.
Tiba-tiba
“Ahh, gue gak mau Shill” Kata Agni teriak-teriak seraya mendekati Ify dan Via.
“Ahh Agni mah, Cha tolongin dong” Kata Shilla memelas
“Ahh Ogah, gak mau punya gue aja berat Shill” Kata Acha.
“Ahh, kita bestfriends, tega loe pada liata gue kesusahan, ayolah gue ribet nih” Kata Shilla lagi
“Ogah, bestfriends sih bestfriends tapi bukan kuli gue bawain tas loe” Kata Agni.
“Woyy, stop rame sendiri loe pada dateng-dateng” Kata Via.
“Ini nih Vi, si Agni ama Acha gak mau bantuin bawain barang gue, kan ribet” Kata Shilla ngadu.
“Shill, loe mau kemana sih? Banyak amat bawaannya?” Tanya Ify
“Ya mau nge-LDKS lah” Kata Shilla.
“Nenek loe ojek, mau LDKS bawaannya 2 tas ditambah tas tentengan” kata Agni.
“Ya justru itu Ag, loe bantuin gue ya? Pleaseeeeee” Pinta Shilla
“Ogah”
“Fy, Ify kan baek, bantuin yah” Pinta Shilla
“Males, lagian gak elo gak Via sama aja bawaannya, ckckcckck” Kata Ify.
“Lagian loe bawa apa aja sih Shill?” Tanya Acha.
“Kan buat anak OSIS bebas bajunya, Cuma tambah pake almamater doang. Jadi gue bawa baju ganti buat pas sampe disana, trus mandi sore, piyama buat tidur, training buat olahraga pagi, baju buat ganti setelah mandi pagi, baju ntar buat LDKS lagi, trus baju.....” Penjelasan Shilla terputus.
“Sarap loe” Kata Agni.
“Otak Shilla abis diloak” Kata Acha
“Kayak nya kadaluarsa” Tambah Via.
“Shill, loe bawa haidryer, pengeriting rambut, catokkan gak?” Tanya Ify yang membuat Agni, Acha dan Via cengo.
“Yah, kalo hairdryer gue bawa, kalo yang lain gak gue masukkin, gak muat tas gue” Kata Shilla polos.
“Trus, loe mau colok dimana tuh hairdryer Shilla CANTIKKK?” Kata Ify menekankan kata yang dicapslock.
“Eh, emang disana gak ada stop kontak?” (-.-) Tanya Shilla lagi.
Ify menarik napas lalu tersenyum lalu akhirnya menjelaskan “Shilla CANTIK, kita mau LDKS. Loe pikir mau nyolokkin tuh hairdryer ditenda? Apa mau memanfaatkan tenaga gledek kalo nanti hujan? Kita mau ke Alam, bukan dihotel” Kata Ify hampir senewen.
Yang lain hanya menahan tawa mendengar kata-kata Ify.
“Aah, Ify mah gak ngingetin gue” Kata Shilla merajuk.
“Yah elo ada-ada aja Shill pake bawa itu semua segala” Kata Via.
“Shill mendingan loe bawa baju seperlunya aja deh, banyak amat daftar baju loe” Pesan Agni
“Iya Shill, biar loe gak repot. Taruh aja dimobil gue dulu, gue tinggal disekolah” Kata Ify.
“Iya deh” Shilla menurut
“Gak takut hilang Fy mobil loe?” Tanya Acha
“Gak kok kunci ganda, guru-gur juga banyak yang ditinggal mobilnya, lagian satpam Cagvairs 24 jam” Kata Ify.
“Nyeh, si Ify mah hilang mobil gak berasa, masih banyak dirumah” celetuk Via
“Ada-ada aja loe” Kata Ify sambil tersenyum.
Yah, begitulah Ify, orangtuanya seorang pengusaha sukses, bisa dibilang orang terkaya diantaranya teman-temannya. Akan tetapi Ify adalah sosok sederhana dikalangan teman-temannya, begitupun Deva adiknya walaupun jailnya gak ketulungan tapi mereka tetaplah sosok sederhana dan friendly dimata teman-temannya.
***
“Yah, gue duduk sama siapa dong?” Tanya Ify ketika memasuki bis teman-temannya sudah duduk dengan rapinya. Via-Shilla, Agni-Acha, Alvin-Cakka
“Yah Fy, maaf gue terlanjur ama Shilla” Kata Via
“Gue juga duluan ma Agni” Kata Acha
“Iya-iya gak apa-apa” Kata Ify. Ketika ingin melangkah untuk duduk dibangku yang berseberangan dengan tempat duduk Alvin-Cakka.
“Waduh, gue duduk ama siapa bro, kalo loe berdua?” Tanya Rio pada Alvin yang duduk bersebelahan bersama Cakka
“Tuh, ama Si Ipy Surtipi aja dia juga kagak ada temennya” Kata Cakka seenaknya sehingga mendapat lemparan sweater tepat dimukanya *kayaknya penulis kejam ama Cakka, dulu hampir kena bola basket ama Rio (Part1), Kena lemparan bantal dari Alvin (Part4) dan sekarang dilempar sweater oleh seorang Alyssa Saufika!*
“Mantap dah Cak” Kata Alvin
“Aah Ipy rese” Kata Cakka merajuk.
“Eh CakkaCakkaDut, enak banget loe ganti nama gue” Balas Ify.
Cakka nyengir
“Tau loe Cak, nama Ify tuh Alyssa Saupika (-.-)” Kata Rio seenaknya.
“Nyeh, si Mario Stepano ngajak ribut juga” Kata Ify
“Yee, loe berdua malah ribut sendiri, nanti berisik” Kata Alvin
“Alpin Jonathan dilarang koment” Kata Ify.
“Ngek dasar Alyssa Saupika”
“Harap, semua tenang. Mmm Alyssa, Mario, Mengapa kalian berdua tidak duduk?” Tanya Bu Ira Kepala Sekolah Cagvairs
“Gak apa-apa Bu, kami berdua baru masuk. Baru Cek perlengkapan untuk disana” Jawab Ify ramah.
“Oh yasudah, terimakasih. Kalian berdua silahka duduk” Kata Bu Ira
“Iya Bu, Fy loe duduk sama gue aja” Kata Ri
Ify hanya mengangguk dan langsung duduk ditempat duduk diseberang Alvin-Cakka.
“Nah, anak-anak. Ibu harap kalian semua dapat mengawasi semua kegiatan yang ada disana agar berjalan baik dan lancar. Ibu sudah memilih ketua yang akan mengkoordinir kelompok kelas 1. Untuk Putri Alyssa Saufika dan Untuk Putra Alvin Jonathan. Dan untuk kamu Mario, kamu akan mempertanggungjawabkan hasil keja mereka berdua dan mlapor pada Ibu jika terjadi sesuatu. Yang lain bantu mengawasi. Kalian mengerti?”
“MENGERTII BUU” Jawab Seluruh anggota OSIS.
***
“Fy, bawaan temen loe banyak amat?” Tanya Alvin sambil melirik Via
“Tau, gue aja bingung, tadi Shilla malah lebih parah, Loe bantuin gih” Kata Ify.
“Ogah, cewek tuh ribet amat sih Fy” Kata Alvin
“Gue gak” Kata Ify
“Iya, udah cepetan. Loe harus koordinir yang kelompok Putri” Kata Alvin.
“Sipp”
***
Kegiatan LDKS pertama adalah membangun tenda untuk beristirahat masing-masing.
“Guys, gue tinggal ya, gue mau ngawasin anak-anak kelas 1 dulu” Kata Ify.
“Fy, kalo loe tinggal jatohnya Cuma gue yang bangun nih tenda” Kata Agni.
“Minta bantuan Via, Shilla ama Acha dong” Kata Ify
“Nyeh, mereka gak bisa” Kata Agni.
“Yaudah kalo gituuu...” Ify mengedarkan pandangannya “CAKKA” Panggil Ify
“Ngapain loe panggil tuh playboy cap ikan laut sih?” Gerutu Agni kesal.
Belum sempat Ify menjawab “Kenapa Fy?” Tanya Cakka yang menghampiri Ify.
“Loe bantuin Agni, pasang tenda buat gue dkk ya? Gue mau keliling nih” Kata Ify.
“Sipp lah” Kata Cakka yang langsung mengambil peralatan.
‘Ify gilaaaaaaaa, dah tau gue sebel ama nih anak, malah disuruh ngerjain berdua. Kalo ama Alvin atau Rio sih mendingan’ Batin Agni kesal.
Ditempat lain.
“Kak Ozy, bantuin Keke bangun tenda kelompok Keke dong” Pinta Keke pada Ozy yang sedang membantu Rio membangun tenda. *untuk saat ini Ozy satu tenda ama d’Cavrionz karena satu tenda muat 4-5 orang*
“Bentar ya Ke, kakak lagi bantu Kak Rio juga, Temen kakak yang lain lagi pada ngawas, abis ini selesai ya?” Jawab Ozy ramah.
“Iya Keke tunggu” Kata Keke sambil berdiri dekat tenda yang sedang dibangun RiOzy.
“Cieee, Ozy. Gebetannya anak kelas satu., cuitt,.. cuitt.. Tapi kok gue pernah liat ya?” Bisik Rio pada Ozy.
“Apa sih loe Yo? Yaoyalah loe pernah liat. Si Keke kan yang waktu itu dihukum bareng sama adeknya Ify didepan pas apel pembukaan MOS” Jwab Ozy
“Oh pantesan. Ehm, inceran baru loe nih? Acha gak jadi nih ceritanya?” Ledek Rio
“Yee, gue kan Cuma mau nolongin, hati gue mah tetep ke Acha” Kata Ozy.
“Laga loe” kata Rio.
Ditempat lainnya.
“Cha, loe kenapa? Muka loe jelek amat?” Tanya Shilla yang sedang merapikan konsumsi.
Acha tidak menjawab, hanya matanya mengarah pada sesuatu. Shilla mengikuti arah pandangan Acha. Terlihat Ozy dan Keke sedang bercanda ria sambil tertawa, sesekali berlarian.
“Ehmm, ada yang cemburu menguras bak mandi nih” Kata Shilla yang mulai mengerti.
“Apaan sih loe Shill?” Tanya Acha sewot.
“Gak usah sewot kali mba, kenapa? Cemburu yaa? Sepertinya-sepertinya ada something nih” Goda Shilla
“Shillaaaa, bisa diem gak sih?” Kata Acha kesal.
“Eh, si Acha. Kenapa Cha teriak-teriak gitu?” Tanya Via yang baru saja datang.
“Tau Ah” Jawab Acha sewot limawot
“Yee, ditanya baik-baik juga. Acha kenapa Shill?” Tanya Via pada Shilla.
“Cemburu menguras bak mandi Vi” Kata Shilla sambil menunjuk kearah Keke dan Ozy yang tengah bercanda.
“Cha, yang loe liat......” Penjelasan Via terputus.
“Gue mau bantuin Agni” Kata Acha tegas dan langsung berlari pergi.
“Cha, tunggu” Cegah Via. ‘Loe salah paham Cha’ Batin Via.
***
Pada malam harinya, seluruh anggota d’V-miLe tengah berkumpul didalam tenda mereka. Seluruh anggota d’V-miLe kecuali Ify merasa akan disidang oleh Ify.
“Dari tadi sore suasana ditenda ini gak enak banget. Kalian semua kenapa sih?” Tanya Ify yang belum mengetahui permasalahannya karena dia sibuk mengawasi seluruh anak kelas satu putri.
Semua terdiam.
“Guys, gue tanya. Kalian kenapa? Ayo dong saling terbuka, jangan diem-dieman gini.” Kata Ify.
“Gak ada apa-apa kok Fy” Kata Shilla angkat bicara.
“Gak Shill, gak mungkin gak ada apa-apa. Gue kenal kalian” Kata Ify tegas menolak.
Semua kembali terdiam.
“Oke. Gini aja. Disini gue sebagai penengah dan gak mihak siapapun diantara kalian. Gue rasa pikiran kalian semua masih suntuk karena capek, atau ada MASALAH intern diantara kalian. Gue kasih waktu kalian semua untuk instropeksi termasuk untuk diri gue. Sekarang kalian istirahat. Intinya, sebelum kita kembai ke Jakarta, semua udah selesai. Gue mau keliling dulu” Kata Ify sambil keluar dari Tenda. Anggota yang lain akhirnya hanya menuruti saran Ify untuk beristirahat.
***
Ify baru saja memastikan jika seluruh peserta telah tertidur, karena untuk hari pertama belum ada kegiatan tentang LDKS. Ify terduduk didepan api unggun yang berada ditengah tenda. Untuk memikirkan kembali masalah teman-temannya.
‘Apa hari ini gue begitu sibuk, hingga gak ada waktu untuk tau masalah mereka? Gak Fy, mereka gak mungkin se-egois itu. Terus mereka kenapa? Apa mungkin Agni marah ama gue karena tadi dia minta bantuin gue buat bangun tenda tapi gue malah minta tolong Cakka? Padahal gue tau Agni benci Cakka. Terus yang lain kenapa? Ya Allah, apa Ify akan bisa jadi penengah mereka? Dan kenapa akhir-akhir ini perasaan Ify gelisah, karena sesuatu ya gak Ify tau?’ Batin Ify berdoa dan bertanya.
“Fy”
“....”
“Fy”
“.....”
Akhirnya seserang itu menjentikkan jarinya didepan wajah Ify.
“Apa?” Kata Ify kaget.
“Yee, ditengah hutan gini ngelamun, kesambet loe. Yang lain gimana? Udah pada tidur?” Kata seseorang itu yang ternyata Rio.
“Udah” Jawab Ify singkat.
“Loe kenapa sih Fy? Aturan tadi loe lapor dulu ke gue, Alvin udah lapor langsung tidur nah loe gue tunggu-tunggu gak dateng juga, gue cari malah lagi ngelamun” Ucap Rio.
“Sorry”
“Loe kenapa sih Fy?
“Nothing”
“Fy, loe gak bisa bohong ama gue, loe kenapa?” Tanya Rio.
“Kecapean”
“Yaudah, walaupun gue tau jawaban loe bohong. Tapi mendingan loe istirahat aja, biar gue gantiin loe hari ini jaga bareng Kak Debo dan yang lain” Kata Rio
“Thanks” Kata Ify yang lalu berjalan ke tendanya.
***
Mentari belum saja keluar dari peraduannya, tapi para murid Cagvairs telah bangun semua dan bersiap untuk memulai kegiatan hari ini dengan olahraga dan sarapan pagi, serta permainan-permainan yang mendidik dari para Anggota OSIS. Suasana kebekuan masih menyelimuti para anggota d’V-miLe.
“Yo, muka loe gak oke amat hari ini?” Tanya Cakka
“Gue semalem jaga dua shift gantiin Ify” Kata Rio sambil menguap
“Emang Ify kenapa Yo? Tumben kabur?” Tanya Alvin
“Tau tuh anak, gue sapa diem aja, gue tanya jawabnya malah singkat” jawab Rio.
“Sakit mungkin?” Tanya Alvin.
“Gak deh kayanya, kayak orang banyak pikiran” kata Rio
“Mungkin ada masalah ama d’V-miLe?” Kata Cakka.
“Gak mungkin Cak, Ify seharian ama gue, ngawas anak kelas satu” Kata Alvin
“Ya mungkin aja, kan karena Ify ngawas dia gak bantuin temen-temennya, trus temennya ngambek” Kata Cakka
“Nyeh, loe pikir temennya Ify bocah ingusan apa, baru gitu aja ngambek” Kata Alvin
Cakka Nyengir ‘Apa karena masalah tenda antara gue sama Agni ya?’ Batin Cakka
***
“Fy loe kenapa? Lesu amat?” Tanya Debo
“Hah? Gak apa-apa kak” Kata Ify
“Bener gak papa? Kalo lagi sakit jangan dipaksa Fy, soalnya tanggung jawab atas kerjaan loe besar” Kata Debo cemas
“Serius kak, gue gak papa” Kata Ify meyakinkan
“Loe udah sarapan belum?” Tanya Debo lagi
“Udah kok kak, Yaudah gue mau ngawas dulu ya?” Pamit Ify
“Fy tunggu” Kata Debo, menahan lengan Ify.
“Iya?”
“Ntar malem kan malem puncak, nah sebelum malem puncak gue mau ngajak loe ke suatu tempat, yang pasti loe bakal suka, mau?” Tanya Debo
Ify memutar bola matanya lalu mengangguk.
***
“Kamu mau kemana lagi? Kita baru saja sampai” Kata seorang lelaki paruh baya.
“Ke Jakarta” Jawab seorang remaja laki-laki
“Untuk apa lagi? Papah sudah terpaksa untuk menuruti keinginan kamu pindah ke Indonesia” Kata lelaki paruh baya agak marah.
“Tapi ini Surabaya Pah, Aku ingin menemui mereka” Kata Anak remaja itu.
“Kalo ingin bertemu di Bandung seharusnya kamu pergi”
“Papah tau sendirikan, rumah mereka di Bandung sudah dijual dari semenjak 10 tahun yangh lalu. Dan aku punya keyakinan mereka ada di Jakarta” Anak itu tetap membantah.
“Papah capek, mengikuti kamu”
“Aku juga capek menghadapi sifat keras kepala Papah” Jawab Anak itu
“Terserah sekarang kamu mau kemana” Kata Lelaki paruh baya itu meninggalkan anaknya.
‘Maafin aku, tapi ini semua juga salah Papah’ Batin remaja laki-laki tersebut.
***
Wah, gimana dengan persahabatan d’V-miLe?
OCha atau OKe?
Kira-kira apakah masalah persahabatan d’V-miLe akan selesai sebelum mereka kembali keJakarta?
Sebenernya ada kejadian apa saat Cakka bantu Agni bangun tenda?
Apa penyebab Kegelisahan Ify selama ini?
Trus Debo mau ngajak Ify kemana? Mau ngapain?
Dan siapasih cowok yang selalu berdebat sama Ayahnya?
Jawabannya adalah.. setelah pesan-pesan berikut ini #PLAKK# maksudnya part selanjutnya...
Haduh part ini ancur ya?
Maaf kalo gaje..
Makasih udah baca, jangan lupa like dan koment..
Like kalo suka,, koment tentang kritikan kekurangan cerbung ini ya...
Thanks
Cheers (;!!!
Trisil {}
That's All Cause Ify Part 5
“Para Perserta MOS harap berkumpul dilapangan karena ada Apel pagi pembukaan MOS.”
“Woy ayo kelapangan” Ajak Obiet.
“Yukkkk” Koor yang lain.
Sesampainya dilapangan
“Baik adik-adik peserta MOS harap semua baris dengan tertib” Kata Debo
“Gila kakak OSIS nya ganteng-ganteng banget” Celetuk seseorang yang berada disamping Deva CS
“Cantik-cantik juga lagi” Timpal yang lain.
“Baiklah adik, harap diperhatikan, karena kakak OSIS yang berdiri didepan akan memperkenalkan diri. Harap diperhatikan supaya kalian mengenal mereka karena pepatah mengatakan Tak kenal maka tak sayang, Tak sayang maka tak kenal (-.-), Dimulai dari saya Andryos Aryanto saya adalah manatan ketua OSIS tahun lalu dan ketua pelaksana MOS kali ini. Berikutnya Ketua Osis dan para pengurus barunya akan memperkenalkan diri beserta jabatan mereka. Dimulai dari Ketua Osisnya adalah Kak Mario” Kata Debo sambil mengisyaratkan Rio untuk memperkenalkan diri.
“Selamat Pagi Cagvairs. Perkenalkan nama saya Mario Stevano Aditya Haling saya Ketua Osis dan Ketua Ekskul basket Putra. Perkenalan selanjutnya adalah anak-anak Osis yang manjadi Inti atau pengurus baru” Kata Rio sambil mundur satu langkah.
“Saya Alvin Jonathan Sindunata, Waketos, Mantan ketua ekskul Fotografi dan Ketua ekskul Futsal”
“Saya Cakka Kawekas Nuraga. Koordinator Lapangan di Osis dan Ketua Ekskul Karate Putra”
“Saya Alyssa Saufika Umari, Sekertaris Osis dan Ketua Ekskul basket Putri”
“Saya Sivia Azizah, Sekertaris 2 dan Ketua ekskul Jurnalis”
“Saya Ashilla Zahrantiara Koordinator Ekskul dan Ketua ekskul Cheers”
“Saya Agni Trinubuwati bendahara Osis dan ketua Ekskul karate Putri”
“Saya Larissa Safannah Arif, bendahara2 dan ketua ekskul Musik yang nantinya akan wajib diikuti”
Dan bla... bla... bla... *saya capek dan tak ada ide lagi masalah Osis, karena males ikut organisasi itu #curcol*
“Behh, Ray kayanya kenekatan loe sia-sia dah, liat aja thu mereka semua udah bikin jiper ama jabatan masing-masing” Celetuk Obiet
“Tau tuh, haduh lemes gue Dep. Mana kakak gue ketos” Kata Ray syok mode on
“Mana tampang tuh orang juga mendukung” Kata Deva *yaiyalah idola penulis gitu :P*
“Masa udah megang jabatan di Osis, Ketua Ekskul juga mereka kuasain?” Keluh Oliv
“Prestasi mereka juga gak bisa diremehin” Kata Keke
“Tapi kita kan masih baru, mereka pertama kali juga kayak kita, optimis ajalah” Kata Oik
“Iya juga sih” kata Obiet
“Udahlah pasti keke kedondong ama olip oil minyak jelantah *piss olivonic, just story* kagak bakal bisa nyaingin kakak gue ama d’V-mile deh” Kata Deva enteng.
“Loe juga gak bakal ngalahin pamor d’Cagvrionz” Kata Keke gak mau kalah
“Jangan rese seh loe” Kata Deva
“Loe yang duluan” Kata Keke
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Stoppppppppp” Koor anak Osis yang melihat keributan antara Keke-Deva. Kini semua mata memandang kearah Keke-Deva *cieeeee kaya miss Indonesia #PLAKK#*
“Hey, kalian berdua maju. Kamu dan Kamu” Kata Rio ‘perasaan pernah liat’ batin Rio (-,-)
“Gue?” Tanya Deva memastikan, sapa tau aja kan Ray #PLAKK#
“Iya maju, sama cewek yang berantem ama loe tadi!” Perintah Rio ‘jiahh pantes pernah liat itu kan Depa, adeknya si Ipy’ Batin Rio (-.-)
“Astaganagaularnagapanjangnya.. Kak Rio gak asik amat sih” Batin Deva
“Kita dapet masalah Vi” Bisik Ify pada Via
“Yap” Jawab Via
“Siapa nama loe berdua?” Tanya Rio pada Keke dan Deva yang sudah maju kedepan.
“Loe kan udah tau nama gue Kak!” Jawab Deva seenaknya
Ify menepuk jidatnya ‘dosa apa gue punya adek si Depa’ batin Ify
“Yee, nyolot lagi, turunan kakak loe ya?” Kata Rio sambil melirik Ify.
Yang dilirik hanya menatap Rio dengan aura neraka :P membuat Rio mem’V’kan jarinya.
“Gue tau nama loe yang laen gak, sekarang kenalin nama loe berdua” Perintah Rio tegas.
“Deva/Keke” Kata Deva dan Keke berbarengan
“Nama lengkap?”
“Anak Agung Ngurah Deva Ekada Saputra/ Gabriel Angeline Thalita Pangemanan” kata Deva-Keke yang lag-lagi berbarengan *penulis capek nulis dialog ini, kalian tahulah sebabnya, nama mereka berdua gak nahannnn #curcol*
“Gila, nama loe berdua mirip sirkuit balapan F1 panjang amat!” Celetuk Cakka.
“Tanya aja sama dia” Kata Deva-Keke masih kompak sambil menunjuk kearah Ify dan Via.
“Hy Yo? Are U Okay Bro? Oh No Im, busy now. Kayaknya gue mesti ke RO” Kata Ify.
“Me too” Kata Via sambil ngacir.
“Ett dah kabur tuh orang” Celetuk Cakka.
“Yo, Ify pesen, ikhlas adeknya diapain aja ama loe, mutilasi juga gak papa jika diperlukan” Kata Alvin.
“Demi apa loe Kak?” Kata Deva membulatkan matanya.
“Weitss dah, sinar mata loe ngabisin listrik se-Jawa Bali” Celetuk Keke.
“Diem loe kedondong” Balas Deva.
“Apa Loe?” Kata Keke lagi
“Apa?”
“Apa?”
“Apa?”
“Apa?”
“Apa?”
“WOYYYYYYYY, STOPPPPPPP” Rio Murka “Pusing gue ngurusin loe berdua. Kira-kira hukuman yang cocok apaan nih?” Tanya Rio pada anak Osis lain.
“Yang gampang Yo, tapi susah?” Usul Kiki
“Kak, otak loe nyangkut ya? Yang gampang tapi susah, Kamsudnya apa coba?” Kata Rio.
“Nembak aja Ceweknya aja Yo, Deva nembak Keke” Kata Patton yang disetujui anak Osis lain.
“HAHHHH?” Kata Deva Syok. “ Yang laen Kak, masa gue nembak si keke kedondong sih?” Keluh Deva.
“Yang mau ama loe sapa setan Bali??????” Balas Keke.
“Gak ada protes! Cepet lakuin!” kata Rio tegas.
Akhirnya dengan sangat-sangat terpaksa Deva pun menjalankan hukumannya. Dengan melipat kedua tangannya didepan dada. Deva berkata “Heh, Keke Kedondong, gue suka sama loe, loe mau gak jadi cewek gue?”
Rio, Para Anak Osis dan para peserta MOS cengo.
“Eh setan Bali, loe nembak apa malak?” Keluh Keke
“Bacot loe, Udah terima aja, males gue.” Kata Deva
“Woy, yang romantis Dev” Kata Rio
“Ah males, gue ganteng Kok!” Kata Deva gak nyambung.
“GAKKKKK NYAMBUNGGGGG” Koor anak Osis dan peserta MOS.
“Cepet gak lakuin, atau acara gak mulai nih” Ancam Rio
“Iya!” Kata Deva mendengus kesal, lalu dengan gaya nembak seperti difilm-film *itu lho yang cowoknya megang tangan cewek sambil agak jongkok gitu, ngerti gak? sumpah saya bingung jelasinnya (-.-)*
DEGG, ada sesuatu yang aneh saat Deva memegang Tangan Keke ‘waduh, gue kenapa nih?’ batin Deva. Deva menggeleng mencoba menenangkan perasaannya. Lalu mulai bernyanyi
Karena aku mencintaimu
Dan Hatiku hanya untukmu
Tak akan menyerah dan Takkan Berhenti
Mencintaimu....
Kuberjuang dalam hidupku
Untuk selalu memilikimu
Seumur hidupku, setulus hatiku.
Hanya Untukmu
*Huaaa, para ICL terutama DS masih inget gak waktu Deva nyanyi lagu ini?? *
Keke Speechless. ‘Gila keren amat nih setan bali. Tapi gak! Ini Cuma boongan Ke’ Batin Keke sambil menggelengkan kepalanya.
“Mantap amat si Deva’ Batin Rio.
Deva bangkit berdiri lalu menatap mata Keke. Yang menatap dengan yang ditatap sama-sama merasakan sesuatu yang aneh dalam diri masing-masing.
‘Aduh, kok pake deg-degan gini?’ Batin Keke
‘Woy, ya ambruk mata si kedondong bening amat sih? Tenang gue ngeliatnya.” Batin Deva.
“Emmm, Ke. Would you be my girl? Be a part in my life?” Kata Deva.
“TERIMA... TERIMAA... TERIMAA...” Sorak peserta MOS.
Keke masih speechless karena tatapan Deva.
“Ke, terima gak?” Kata Deva sambil menggoyangkan lengan Keke yang digenggamnya menyadarkan Keke.
“I... I... Iya Dev... Iya...” Kata Keke sambil menundukkan kepala karena merasa wajahnya panas saat itu.
“Weww, Jeruk Bali ama Kedondong bersatu” Teriak Ray dari Barisan.
“Bawel loe. Ntar loe, Pion Catur ama Olip Oil minyak Jelantah” Balas Deva.
“Ogah” Jawab Ray
“Gue Juga” Kata Deva
“Apa mau loe?” Tanya Ray
“Rese loe!” Kata Deva
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“STOOOPPPP” Lagi, lagi dan lagi anak Osis berteriak untuk menengahi.
“Woy Dev, hukuman loe mau injury time?” Tanya Rio
“Adek loe Rese” Jawab Deva.
“Iya kali ini ama adek gue loe dihukumnya. Kalo tadi loe nembak Keke, sekarang nembak Ray. Mau loe?” Tanya Rio.
“Loe mau minta sumpah apa gue lakuin deh, Gue masih normal! Gak kayak loe ama Kak Alvin.” Kata Deva seenaknya.
BLETAKKK.
2 pesawat #PLAKK# maksudnya 2 jitakan mendarat dengan sukses (??) dikepala Deva. Yaa, Saudara sebangsa dan setanah air benar *disangka pidato bung karno* (-.-) Pelakunya adalah Mario Stevano dan Alvin Jonathan.
“Aduhh, kak. Gila sakit.” Kata Deva sambil mengelus-elus puncak kepalanya.
“Makanya kalo ngomong jangan asal, udah balik ketempat sana” Kata Rio pada Deva dan Keke.
“Makasih Kak” Kata Deva-Keke
“Baiklah para peserta MOS, mungkin karena ada sedikit insiden Apel pagi agak ngaret. Tapi gak papa, kita usahakan MOS ini berjalan santai namun tetap tertib”. Baiklah adik-adik MOS dilanjutkan di ruangan masing-masing bersama Kakak Osis sebagai pengawas ruang. Dan ada tugas wajib untuk kalian yaitu mengumpulkan tanda tangan dari Kakak Osis terutama Inti Osis dan MPK, Mengerti?” Kata Rio
“mengerti Kak?” Jawab peserta MOS
“MENGERTI??” Tanya Rio Tegas
“MENGERTI KAKKKK” Jawab peserta MOS.
“Bagus. Sekarang kembali kekelas kalian dengan tertib. Mos Dilanjutkan bersama kakak Osis masing-masing pengawas Ruang. Terimakasih” Kata Rio mengakhiri.
***
Cafetaria Cagvairs –Jam Istirahat-
“Ishh, gue ganteng banget dah” Kata Cakka sambil membetulkan tatanan rambutnya.
“Ganteng dari India?” Keluh Rio yang tengah asyik meminum jus alpukatnya.
“Syirik loe?”
“Ngapain syirik, jelas-jelas gantengan gue” Kata Rio gak mau kalah
“Ganteng dari Brunnei?” Celetuk Cakka
“Yang penting ganteng” Kata Rio santai
“Rese loe tem” Kata Cakka nyolot
“Apa loe Dut?” Balas Rio makin nyolot.
“Gantengan gue”
“Kerenan gue”
“Cakepan gue”
“Imutan gue”
“Manisan gue”
“Aseman loe”
“Loe tuh Pahit”
“Loe tuh Asin” *kayak anak TK nyebutin nama-nama rasa, kckckc*
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“STOPPP” Teriak Alvin yang baru dateng setelah memesan makanan.
“Berisik loe Dok *Kodok maksudnya :P*”
“Lagian loe semua neriakkin ciri-ciri gue, ganteng, keren, imut, manis, kan gue banget” Kata Alvin yang langsung mendapat sambutan hangat (??) sendok dikepalanya.
“Sakit sarap” Kata Alvin sambil menoyor Rio dan Cakka.
“Pede loe nendang Vin” Celetuk Cakka “Yang loe sebutin mah gak cocok” Katanya lagi.
“Maksudnya?” Tanya Alvin
“Yang Asem, Pahit, Asem tuh cocok” Kata Rio seenaknya.
“Nyeh, itu sih loe banget” Kata Alvin.
Tiba-Tiba
“KAKK CAKKAAAAA minta foto bareng donggg!!!”
“KAK RIOOOOOOOOO bagi nomor telepon dongggg!!!” *penulis mau :P*
“KAK ALVINNNNNNN alamat rumahnya dimanaaa???”
Koor anak-anak peserta MOS yang tentu saja membuat d’Cavrionz jatuh dari bangku saking kegetnya. *kasian.. kerjaan penulis nih :P*
“YAAA AMPUNNNN KAK CAKKA!!”
“ADUHHH KAK RIO KASIANN!!”
“KAK ALVIN ADA YANG LUKA GAK??”
Tanya peserta MOS yang didominasi anak cewek.
“ASTAGANAGAULARNAGAPANJANGNYA, anak kelas satunya anarki semua, bisa rusak nih rambut gue” Kata Cakka (-.-) sambil melindungi rambutnya.
“WOY BRO... ONE.. TWO.. THREE..” Kata Alvin memberi aba-aba
“LET’S READY GOOOO!!”
“KABURRRRRRRRRRRRRR” Teriak d’Cavrionz sambil melarikan diri.
***
Sementara di meja LORD (Lintar, Obiet, Ray, Deva)
“Dev” panggil Ray pada Deva yang sibuk menghabiskan bakso dengan sambal YANG-TIDAK-DAPAT-SAYA-LUKISKAN!!
“Hemppp”
“Dev”
“Hemmpp”
“Setan Bali!”
“Apa sih?” Kata Deva setengah kesal, karena merasa makannya terganggu sehingga ada bagian dari partikel bakso yang muncrat ke Muka Ray (-.-)
“Isshh, jorok banget loe” Kata Ray menjauh
“Makan loe abisin dulu Dev” Kata Obiet yang duduk berhadapan dengan Ray dan Deva.
“Masalahnya.. puff.. si Lay.. puff.. Mangkil-mangkil.. puff... gue mulu.. puff..” Kata Deva yang malah muncrat ke arah Obiet dan Lintar yang duduk dihadapannya.
“DEVAAAAAAAAA” Teriak Obiet dan Lintar
“Abisin dulu makanan loe!” Kata Lintar
Deva nyengir. Akhirnya Deva pun buru-buru menghabiskan baksonya dan meminum es jeruk dihadapannya hingga habis.
“Legaaaa”
“Lega-Lega nenek loe preman? Es Jeruk gue, Setan Bali” Kata Ray Tak terima
“Weitss, nenek gue jagon Bro. Lagian gue kan minta” Jawab Deva.
“Mintanya gak tau diri loe, ampe abis. Ganti gak?” Kata Ray
“Iya-Iya” Kata Deva sambil ngacir
Ray nyengir.
“Kenapa loe tadi manggil gue?” Tanya Deva.
“Gue ganteng ya Dev?” Tanya Ray
GUBRAKKK
GUMPYANGGG
JEGERRRR
Lintar dan Deva Cengo.
“Gila Ray, gue pikir loe mau nanya apa. Mana gue jadi korban hujan lokalnya si Deva” Keluh Obiet.
“Loe adeknya kak Rio apa kak Cakka sih?” Keluh Deva. “Lintar adeknya Kak Cakka aja Diem” Kata Deva lagi
Lintar hanya tersenyum kecut ‘Gue Lintar Dev, emang beda’ Batin Lintar.
“Kalo Deva ama Kak Ify sih mendingan udah ketara sama gilanya” Kata Obiet
“Enak aja, gue gila ketularan punya kakak stress kaya gitu” Kata Deva.
“Lagian setiap gue minta tanda tangan ama Kakak Kelas cewek, tantangannya selalu nembak. Pasti pada kena pesona gue” Kata Ray narsis.
“Optimis banget loe?” Kata Obiet.
“Terserah loe dah Ray yang penting loe seneng, Hidupmu Hidupkulah” keluh Deva.
“Coba loe minta tanda tangan ama anggota d’V-mile, pasti tantangannya Beda, belomkan loe?” Kata Obiet.
“Yah, gak beda jauh lah” Kata Ray meremehkan.
“Optimis banget loe? Kak Ify tuh kakak tersarap yang pernah gue kenal dan kebetulan jadi saudara dan lebih parahnya kakak gue kandung. Gak mungkin enteng kalo ama dia. Asal loe tau kita dandan gila kayak gini ampe make nih tompel gara-gara Kak Ify rese bin Bawel itu tu” Kata Deva dengan bernafsu menumpahkan unek-uneknya sambil menunjukkan bulatan hitam dipipinya yang kita sebut sebagai TOMPEL!!
“Dev” Panggil Lintar
“Apa?”
“Dev” Panggil Obiet
“Kenapa sih? Ganteng? Udah sadar gue” Kata Deva
“Loe balik badan!” Kata Perintah Obiet
“Apasih?” Kata Deva sambil balik badan.
“Ehhmm, Deva adek gue yang paling gantengg, apa kabar?” Kata Ify sok lembut.
“Ehh Kak Ify kakak gue paling cantik banget dah, baek-baek gue, gimana loe kak?” Tanya Deva Balik.
“Gue lagi gak baek nih, pengen ngelemparin muka orang pake bola basket ditangan gue” Kata Ify sambil menunjukkan bola basket ditangannya.
“Weitss, kakak gue emang atlit dah, TOP Banget” kata Deva
“Loe tadi ngomong apa Dev?” Kata Ify masih sok lembut
“Kak Ify itu cakep, udah gitu, pinter, rajin lagi. Kakak gue mah TOP” Kata Deva santai
“Boong banget kak” Kata Obiet yang diangguki oleh Lintar dan Ray.
DUGGG
“Aw, sakit belooo” Kata Obiet mengaduh
“Biarin cungkring, bawel sih loe” Kata Deva.
“Bagus loe ya, belum dapet tanda tangan gue plus temen-temen gue aja udah belagu. Loe masih dibawah pengawasan gue sekarang adek gue yang GANTENG!” kata Ify
“Lagian, tadi si Ray bilang gampang dapet tanda tangan loe pada, tinggal tebar pesona doang, loe pada klepek-klepek, Yaa gue bilang aja loe kakak paling sarap yang gue kenal dan gak mungkin ngasih tantangan itu doang” Aku Deva Jujur
“Gila si Deva polos amat?” Batin Ray.
“Tebakan Ray bener tau. Tadinya yang minta tanda tangan gue and anak d’V-mile lain yah Cuma nembak biasa. Tapi kayak”nya untuk kali ini khusus loe berempat beda deh” Kata Ify
“Demi apa loe Kak?” Tanya Ray
“Mau loe? Demi Loe gue juga berani” Kata Ify santai.
“Loe sih Ray” Kata Deva
“Loe juga sih tadi pake jujur” Kata Deva
“Gue kan polos” Kata Deva seenaknya
“Yee, nih bocah pada salah-salahan” kata Via.
“Hukumannya terserah loe Fy, gue ngikut” kata Shilla
“Iya nih gue lagi abis Ide” Kata Agni
“Gue juga, Ide loe kan biasanya berlian walau kepepet” Kata Acha.
“Iya, berlian sih berlian tapi pasti gak bener” Kata Deva yang mengerti karakter kakaknya.
“Hmmm gini aja deh. Ag, Cha, sini gue bisikin” Kata Ify
Agni dan Acha mendekat “Loe berdua, kasih tantangan ke Lintar ya? Dia adeknya Cakka, tapi beda banget sama Cakka, tolong jangan begitu parah” Bisik Ify berpesan pada Agni dan Acha.
“Sippo Guys, Emm Lintar loe ikut gue ama Kak Acha ya? Kenalin gue Agni” Kata Agni memperkenalkan diri sambil menarik Lintar entah kemana bersama Acha juga.
“Untuk loe Biet, emm gue ngeliat suatu potensi, loe tanding basket sama gue dan temen-temen gue. Pake team seperti biasa, tapi team loe harus lebih unggul dari team gue.” Kata Ify. “Untuk loe dua manusia GANTENG, emm Shill, loe ajarin Deva dan Ray yang GANTENG ini untuk jadi pom pom cheers saat pertandingan basket !! Harus seru dan Rame. Dua manusia ganteng ini akan dukung Obiet. Jadi Obiet penentu loe bertiga dapet tanda tangan atau gak, DEAL” Kata Ify.
Bukan hanya Obiet, Ray dan Deva saja yang cengo denger Ide Ify, tapi Shilla dan Sivia juga bengong denger Ide Ify. Tapi tak berapa lama kemudian,
“Weitss, Ify emang mantep dah, seneng gue jadi bff loe” Kata Via sambil merangkul Ify.
“Gila loe Fy, sakit banget loe, Ray adeknya Rio Kan? Deva adek loe? Gila gue bener-bener gak kebayang mereka berdua jadi pom pom cheers” Kata Shilla histeris.
“Yee, yang penting bukan gue sama Rio nya” Kata Ify nyengir. “Buat loe semua gimana? DEAL?” Kata Ify berpaling Pada ORD
“Kak Gila loe, yang ada gue digebukkin ama mereka kalo gue gak menang” Kata Obiet.
“Pengecut loe belum coba udah takut kalah, cowok kan loe. Optimis sedikit kenapa sih dalam hidup” Kata Ify menyemangati.
“Oke gue coba, DEAL” Kata Obiet sambil menjabat tangan Ify.
“Loe gimana?” tanya Ify pada DeRay (Deva-Ray)
“Kak, otak loe bener-bener cocok deh ama orang-orang disumber waras, sakit” Keluh Deva
“Kak yang bener aja, masa gue ama Deva jadi pom-pom cheers. Mau taro dimana muka gue, muka deva, muka loe ama kak Rio sebagai kakak?” Tanya Ray
“Taro diatas Leher masing-masinglah, ntar kalo jauh-jauh ilang malah nangis” Kata Ify (-.-)
“Isshh sarap” Kata Deva
“Mau Deal, apa gak pake tanda tangan, syarat untuk loe LDKS juga?” Tanya Ify
“Iya” Kata DeRay
Ify tersenyum puas. “Ayo kelapangan!” Kata Ify
Sesampai dilapangan.
“Lho Kak? Kok jadi One by One?” tanya Obiet
“Bentar dulu, mereka biasanya ada disini mungkin belum lewat” Kata Ify sambil mengedarkan pandangannya mencari seseorang. “Nah itu dia, Kak Deboo, Kak Kikiii, Kak Septiann” Kata Ify sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan memannggil mereka.
“Kenapa Fy?” Tanya Debo
“Bentar ya Kak” kata Ify yang masih mengedarkan pandangannya. “Ketemu! Woy d’Cavrionzzzz” Kata Ify berteriak sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan memanggil.
“Kenapa sih Fy? Teriak-teriak kayak orang gila gak jadi?” Tanya Ozy seenaknya.
“Sialan loe, sembarangan ngomong, Tapi gak papa, untung loe ada disini. Gak perlu nyari deh” Kata Ify
“Emang yah udah resiko jadi orang ganteng, selalu aja dicari. Loe termasuk beruntung Fy, disamperin orang ganteng kayak gue” Kata Ozy Pede Ajib
“Nyeh terserah”
“Kenapa sih Fy?” Tanya Debo
“Iyaa Fy, teriak-teriak kaya orang kesetanan loe” Kata Kiki
“Loe gak lagi ngerencanain Hal gila kan?” tanya Septian
“Gak kak, santai aja”
“Kenapa Fy?” Tanya Rio yang baru datang
“Nih sini deh loe semua gue jelasin” Kata Ify mengisyaratkan Rio, Cakka, Debo, Kiki, Septian, Ozy untuk mendekat. Alvin? Dia kan bukan Varaway, Alvin Futsal ya.
Akhirnya Ify menceritakan masalahnya, dan menjelaskan apa yang akan dilakukannya saat ini. Selesai berbicara, kontan saja enam orang cowok para Varaway dan Varaway New tertawa melihat kelakuan Ify membuat ‘hukuman’ ajaib.
“Parah loe Fy” Kata Kiki
“Gue suka gaya loe” Kata Septian
“Bagus, loe gak mihak. Gak mihak walau adek sendiri” Kata Debo.
“Gak nyangka gue si Ray jadi korban loe juga” Kata Rio
“Lintar gimana Fy?” Tanya Cakka
“Sama Agni and Acha, tenang dia Oke kok.” Kata Ify.
“Sipp, Ayo mulai” Kata Rio
Akhirnya mereka pun melakukan Hompimpah untuk menentukkan kelompok. Ify-Kiki-Debo-Cakka dan kelompok kedua Obiet-Rio-Septian-Ozy.
“Loe harus bisa bersosialisasi sama mereka Biet, coba” Bisik Ify pada Obiet sebelum ikut mengatur posisi seperti rekannya. Obiet menoleh dan hanya tersenyum.
Pertandingan dimulai dengan Jump Ball. Dan langsung dipimpin oleh kelompok Ify karena permainan Debo yang cukup gesit dengan pertahanan Oleh Ify. Permainan Obiet dan Rio memang mampu menahan pergerakan antara Debo dan Kiki yang bekerjasama dengan baik. Sehingga walau sudah 20 menit bermain belum ada satupun yang berhasil mencetak angka. Ketika mulai mendapat bola RioBiet mulai menyerang ke Ring team Ify. Namun sekali lagi karena pertahanan yang kuat usaha tersebut masih bisa digagalkan.
Bagaimana dengan Deva dan Ray.
“Ayo Obiettttt, maju..... aku mendukungmuuuuuuuuuuuu” Kata Deva Alay.
“Waelah biasanya aja kali Dev, Jijik gue ngeliat loe” Kata Ray
“Emang yang bener kayak gimana?” Tanya Deva
“Gini nih. Ehmmm, Obiet I love U, kamu mesti menang Biet demi Kita, Obiet Kyaaaaaaa” Teriak Ray Histeris
“Weits gila gue lebih jijik lagi sama loe, kaya cewe loe” Kata Deva
“Woy loe berdua gak ada yang bener ya?” Kata Shilla
“Yaa Ampun Kakak cantik, kita tuh udah usaha” Kata Ray.
“Yaa tapi gak gitu juga kali Ray” Kata Via
“Aduh Kak Via, Kak Shilla. Kok betah sih ama Kak Ify?” Tanya Deva melupakan tugasnya.
“Yee, Ify tuh selalu bikin kita semua gak boring. Contohnya dengan ini, ayo balik, kerjain tugas loe masing-masing” Kata Shilla
“Ayoo Obiett!!” kata Deva
“Biettt, majuu Biet,, Kalo loe menang dapet ciuman gratis dari Deva” Kata Ray asal #PLAKK#
Kembali kelapangan.
“Aduh gila tuh anak dua, bukannya ngedukung malah ngancurin konsentrasi” Gumam Obiet yang terdengar Oleh Rio yang disampingnya.
“Ify emang gitu Biet, dia udah perhitungin semuanya. Secara gak langsung dia lagi ngelatih loe buat jadi team inti Varaway gantiin Kak Debo. Loe bisa gue liat potensi dari loe. Dan inget Ify akan selalu bertahan, dan yang harus loe pikir adalah strategi gimana cara nembus pertahanan itu, makanya konsen” Perintah Rio sambil berlari menjauh.
‘Gue bisa’ Batin Obiet. Akhirnya Obiet berkonsentrasi pada satu titik yaitu Ring Basket, dia berpikir dan selalu memperhitungkan kemungkinan saat dia melangkah dan mendribble bola, semua dilakukan dengan baik hingga pertahanan dari team Ify pun mengendur dan akhirnya Obiet mendapatkan kesempatan baik untuk meng-shoot dan...
PRITTTTTTTTTTTTTT
Bunyi peluit Tanda masuknya salah satu bola ke Ring dan berakhirnya pula pertandingan, atas kemenangan Team Obiet.
Ternyata pertandingan tadi disaksikan hampir satu sekolah Cagvairs termasuk Pak Dave pembina ekskul basket, yang langsung menghampiri ketengah lapangan.
“Andryos, sepertinya saya sudah ketemu pengganti kamu” Kata Pak Dave pada Debo yang tengah mengelap dahinya.
“Saya pikir juga begitu Pak, Dan sepertinya saya akan Pensi sekarang juga” kata Debo sambil tersenyum.
“Hey Nak, permainanmu luar biasa. Dan mulai sekarang kamu menjadi Team Inti Varaway Putra, menggantikan Andryos yang sudah kelas Tiga. Siapa namamu Nak?” Tanya Pak Dave pada Obiet.
“Obiet. Obiet Panggrahito” Kata Obiet yang masih tak menyangka
“Permainanmu sangat excel, Obiet, selamat bergabung, dan bekerja sama” kata Pak Dave sambil menjabat tangan Obiet dan lalu pergi meninggalkan lapangan.
“Ciee Obiet jadi team Inti... suit.. suitt” Goda Ify.
“Ini kan juga gara-gara loe Kak” kata Obiet
“Lah, kan loe yang main basket, kok gue?” Tanya Ify.
“Tau Ah, males jelasin ke elo, loe Nyolot sih. Ini juga berkat loe Kak” Kata Obiet sambil memandang Rio
“Emang gue ngapain?” Tanya Rio
“Nyeh, sama aja kayak Kak Ify” Kata Obiet melengos.
“IPPYYYYYYYYYYYY”
“APAAAAA”
“Makasih yaaa” Kata Shilla yang langsung memeluk Ify erat..
“Woy.. apa-apaan sihh.. haduh gilaa, sesek sumpah Shill. Kenapa Sih?” Kata Ify sambil melepas pelukan Shilla.
“Yaa maksih buat semua” Kata Shilla
“Apa sih? Aneh deh” Kata Ify seenaknya,
“Ntar aja, eh Biet selamat yaa, gak sia-sia loe punya kakak cantik kayak gue” Kata Shilla
“Nyeh, gak ada hubungannya Kak” Kata Obiet
“Eh Shill, adek gue ama adeknya Rio mana?” Tanya Ify
“Tepar kayaknya Fy, gara-gara teriak histeris gitu” Kata Shilla
“Waduh gawat” Kata Rio
“Wah, tanda-tanda ngerepotin nih. Ayo Yo. Woy gue ngurusin adek gue dulu yaa” Pamit Ify.
***
“Darimana saja kamu seminggu ini tidak pulang?” Tanya lelaki separuh baya pada seorang anak lelaki remaja yang ada dihadapannya.
“Indonesia” Jawab anak lelaki tersebut tak peduli.
“Untuk apa kamu kesana? Kehidupan kamu disini, dan hanya disini” Kata Lelaki paruh baya itu emosi
“Papah tuh ngerti gak sih? Aku kesana untuk mencari mereka, papah sadar dong papah tuh udah misahin aku dengan mereka selama 10 tahun Pah, 10 tahun. Dan sekarang Papah malah ngelarang aku nemuin mereka. Mau papah apa sih?” Bentak anak remaja tersebut pada lelaki separuh baya yang ternyata ayahnya.
“Mau Papah, berhenti cari mereka, hanya buang-buang uang. Kamu tuh udah punya dunia sendiri tanpa mereka dan kamu harus terbiasa, dan salah mereka sendiri menghilang begitu saja” Bentak sang Ayah.
“Pah, sekarang aku memang punya dunia sendiri, hanya aku bukan samaa Papah. Jadi, mau gak mau, Papah setuju atau gak, aku akan pindah dan tinggal di Indonesia, mulai besok pagi untuk mencari mereka” Kata anak remaja tersebut tetap teguh.
“Kamu!!” Sang ayah murka dan hampir saja melayangkan tamparannya.
“Ayo tampar Pah. Kalo emang itu bikin Papah makin puas, Bikin Papah merasa bersalah karena udah misahin aku dengan orang yang berarti bagi aku.” Kata anak tersebut masih tersulut emosi.
“Diam!!” Bentak sang Ayah.
“Maaf Pah kalo aku membantah, tapi Papah udah keterlaluan, 10 tahun Pah adalah waktu yang cukup untuk membuka hati Papah. Besok Pagi aku pergi” Kata Anak tersebut sambil masuk kekamarnya.
***
Wah Obiet jadi team varaway *prok-prok-prok*
Apa kabar Deva ama Ray?
Kira-kira Lintar dikerjain apa sama Agni?
Trus siapa cowok yang berantem dengan ayahnya?
Dan siapa orang yang berarti bagi cowok tersebut?
Bagaimana jalannya LDKS anak kelas 1 Cagvairs?
Jawabannya adalah.. setelah pesan-pesan berikut ini #PLAKK# maksudnya part selanjutnya...
Haduh part ini ancur ya?
Pada males baca ya karena panjang?
Besok aku pendekkin deh..
Maaf kalo gaje..
Makasih udah baca, jangan lupa like dan koment..
Like kalo suka,, koment tentang kritikan kekurangan cerbung ini ya...
Thanks.
Cheers (;!!!
Trisil {}
Langganan:
Postingan (Atom)